Selasa, Juni 9, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Jokowi: Kejahatan Ekonomi Makin Masif, Rumit, dan Kompleks

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (18/04/2022) - 10:33 WIB
in NASIONAL
0
Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kota Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/4/2022).

Jokowi meminta PPATK untuk terus melakukan berbagai terobosan.

 JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tindak kejahatan ekonomi kini semakin masif, rumit, dan kompleks. Berbagai tantangan ke depan juga semakin berat, mengingat potensi kejahatan siber semakin meningkat dan muncul berbagai modus dan bentuk baru kejahatan pencucian uang serta pendanaan terorisme.

Karena itu, Jokowi pun meminta PPATK untuk terus melakukan berbagai terobosan dan transformasi digital yang mengadopsi regulatory technology. “Kita perlu terus menerus melakukan terobosan, secepatnya melakukan transformasi digital yang mengadopsi regulatory technology, menemukan terobosan hukum atas berbagai permasalahan-permasalahan yang fundamental,” kata Jokowi saat acara peringatan 20 tahun Gerakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) di Istana Negara, Jakarta, yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (18/4/2022).

Selain itu, Jokowi meminta agar PPATK terus meningkatkan layanan digitalnya serta mengembangkan platform pelayanan baru. Ia ingin agar PPATK menyempurnakan terobosan layanan digital yang sudah dimiliki, serta mengembangkan pusat pelayanan digital yang lengkap, terintegrasi, dan real time.


“Mampu melayani para pemangku kepentingan dengan cepat, mudah, tepat, dan akurat,” tambah dia.


Presiden mengingatkan, seluruh kementerian dan lembaga, termasuk PPATK sebagai focal point dan financial intelligence unit harus jeli dan mampu bergerak cepat. Selain itu, mereka juga diminta agar memiliki kemampuan dan perangkat untuk menangani modus-modus baru tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme yang telah melewati batas-batas negara serta telah menjadi kejahatan internasional.


“Lakukan antisipasi sedini mungkin di berbagai tingkatan untuk mencegah upaya-upaya yang dapat mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan kita. Dan mengantisipasi peningkatan kejahatan ekonomi seperti cybercrime dan kejahatan lain yang memanfaatkan kecanggihan teknologi,” ujar Jokowi.


Menurut Jokowi, pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme tidak bisa dilakukan sendiri oleh PPATK. Karena itu, diperlukan kerja keras bersama untuk menjaga integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan Indonesia.


“Diperlukan dukungan dari semua pihak, instansi pemerintah, industri keuangan, dan seluruh masyarakat,” kata dia.


Presiden pun menekankan perlunya sinergi untuk memastikan penegakan hukum yang berkeadilan, meningkatkan upaya penyelamatan, upaya pengembalian, dan pemulihan keuangan negara. “Memberikan kepastian hukum kepada para investor baik yang ada di dalam maupun luar negeri, dan membangun sistem keuangan Indonesia yang lebih kuat, berintegritas, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sumber: Republika

Tags: joko widodojokowikejahatan ekonomippatk
ShareTweetPin
Previous Post

Partai Arab Berencana Mundur dari Koalisi Bennett usai Serangan Polisi ke Al-Aqsa

Next Post

Erdogan Bahas Perang Rusia-Ukraina dan Ketegangan di Yerusalem dengan PBB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Selasa (09/06/2026) - 21:14 WIB
Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Selasa (09/06/2026) - 21:11 WIB
TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

Selasa (09/06/2026) - 15:22 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Selasa (09/06/2026) - 12:03 WIB
Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin (08/06/2026) - 21:30 WIB
COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

Senin (08/06/2026) - 21:26 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.