Selasa, Juni 9, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Jerman Gusur Pengungsi Afghanistan Karena Kedatangan Warga Ukraina

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (27/04/2022) - 06:46 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pengungsi Afghanistan (ilustrasi). Jerman mengusir ratusan pengungsi Afghanistan yang mencari perlindungan.

Pengusiran dilakukan karena Jerman kedatangan gelombang pengungsi dari Ukraina.

 BERLIN — Jerman mengusir ratusan pengungsi Afghanistan yang mencari perlindungan. Langkah ini diambil karena Jerman kedatangan gelombang pengungsi dari Ukraina.


Menurut sebuah laporan oleh Foreign Policy pekan lalu, sebagian besar warga Afghanistan telah menerima pemberitahuan pengusiran dari otoritas Jerman. Bahkan beberapa diantaranya menerima pemberitahuan pengusiran dalam waktu 24 jam.


“Penggusuran itu sengaja tidak dipublikasikan. Beberapa orang telah tinggal di rumah mereka selama bertahun-tahun dan dicabut dari struktur sosial mereka, termasuk anak-anak yang dipindahkan ke lokasi yang jauh dari sekolah mereka masing-masing,” kata anggota Dewan Pengungsi Berlin, Tareq Alaows, dilansir Middle East Monitor, Rabu (27/4/2022).


Menurut laporan itu, keputusan penggusuran dibuat oleh Departemen Integrasi, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial. Departemen tersebut mengatakan, pengusiran itu berdasarkan pertimbangan yang sulit karena secara operasional tidak ada alternatif bagi warga Ukraina. Mereka juga membutuhkan tempat untuk berlindung.


“Kami menyesal bahwa ini menyebabkan kesulitan bagi keluarga Afghanistan, (dan) orang-orang yang terkena dampak harus pindah dari lingkungan yang mereka kenal, dan sekarang mungkin harus menjaga hubungan sosial mereka dengan kesulitan besar,” kata juru bicara Departemen Integrasi, Tenaga Kerja, dan Layanan Sosial, Stefan Strauss.


Strauss mengatakan, Berlin memiliki total 83 akomodasi yang berbeda untuk pengungsi. Akomodasi tersebut sudah menampung sekitar total 22 ribu orang.  Namun, dengan masuknya warga Ukraina maka perlu dikonsolidasikan ke beberapa pusat kedatangan yang ditentukan untuk menyederhanakan pemrosesan.


Strauss mengatakan, warga Afghanistan yang mengalami penggusuran mendapatkan akomodasi permanen lainnya dengan kualitas yang setara, tidak termasuk kamar mandi dan dapur bersama. Namun, pekerja sosial telah menyuarakan protes atas perlakuan pemerintah terhadap warga Afghanistan, sebagai pengungsi dari Timur Tengah dan Afrika Utara.


Laporan Foreign Policy menyatakan bahwa, sebagian besar orang yang mencari perlindungan di Jerman memasuki sistem suaka, yang memberi mereka tempat tinggal sementara dan dievaluasi ulang setiap enam bulan. Evaluasi tersebut tergantung pada situasi di negara asal mereka, dan perpanjangan. Namun pada akhirnya suaka sering ditolak.


Dalam kasus warga Afghanistan yang tiba di Jerman, sebagian besar melewatkan proses sistem suaka. Mereka langsung menerima izin tinggal selama tiga tahun. Warga Afghanistan tersebut mencari perlindungan ke Jerman setelah Taliban mengambil alih Kabul dan penarikan pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) pada Agustus tahun lalu. 


Jerman menjadi negara tuan rumah pengungsi terbesar di Eropa, dengan jumlah lebih dari 1,24 juta. Namun sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, Polandia menjadi negara tuan rumah pengungsi terbesar di Eropa karena sejauh ini telah menerima 2,8 juta pengungsi Ukraina. 


 

Sumber: Republika

Tags: Afghanistanjermanjerman usir pengungsi afghanistanpengungsipengungsi afghanistanpengungsi ukrainaukraina
ShareTweetPin
Previous Post

Indonesia Galang Dukungan untuk Palestina di Pertemuan OKI

Next Post

Kemenhub: Pemantauan Angkutan Lebaran di Merak dan Bakauheni Terkendali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Selasa (09/06/2026) - 21:14 WIB
Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Selasa (09/06/2026) - 21:11 WIB
TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

Selasa (09/06/2026) - 15:22 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Selasa (09/06/2026) - 12:03 WIB
Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin (08/06/2026) - 21:30 WIB
COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

Senin (08/06/2026) - 21:26 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.