Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Inilah Anggrek Jenis Baru dari Papua Barat

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (14/04/2025) - 10:32 WIB
in DAERAH
0
Inilah Anggrek Jenis Baru dari Papua Barat

#image_title

 

  • Bulbophyllum sandfordiorum merupakan anggrek spesies baru yang ditemukan di Pegunungan Arfak, di ketinggian 1.300 m dpl. Secara resmi, laporannya diterbitkan dalam jurnal internasional Kew Bulletin, 25 Maret 2025.
  • Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan konservasi Cagar Alam Pegunungan Arfak dan Cagar Alam Pegunungan Tamrau Selatan sebagai pusat keanekaragaman hayati di Kepala Burung Papua.
  • Penemuan ini merupakan bagian dari eksplorasi anggrek di Kepala Burung Papua pada Februari-Maret 2024. Dalam eksplorasi tersebut, berhasil didokumentasikan 214 spesies, termasuk 8 kandidat spesies baru, yang 2 spesies laporannya telah dipublikasikan, serta 15 spesies langka yang berhasil ditemukan lembali.
  • Bulbophyllum merupakan genus tumbuhan anggrek terbesar di Papua. Setidaknya, ada 690 spesies yang telah diketahui. Nama sandfordiorum berasal dari mendiang Elodie Sandford, yang telah menginspirasi penjelajah muda dan fotografer amatir untuk terlibat dalam proyek-proyek petualangan dan inovatif.

 

Kabar baik menyeruak dari kelebatan hutan Papua. Sebatang pohon anggrek spesies baru rampung dideskripsikan. Secara resmi, laporannya diterbitkan dalam jurnal internasional Kew Bulletin, 25 Maret 2025.

Penulis utama laporan itu, Reza Saputra, adalah rimbawan muda yang menyukai fotografi. Saat ini dia bekerja di BBKSDA Papua Barat dan tengah menempuh pendidikan di James Cook University, Australia.

Di akun instagramnya, Reza menulis, “Persembahan dari hutan, tepat di Hari Raya.” Unggahan itu memang dia kirim pada 31 Maret, saat gema takbir disahutkan. Bersama unggahan itu pula, ada kartu ucapan bergambar bunga anggrek spesies baru dari Papua Barat, yang diberi nama Bulbophyllum sandfordiorum. Juga tangkapan layar publikasi internasionalnya.

Anggrek spesies baru ini ditemukan di Pegunungan Arfak, di ketinggian 1.300 m dpl. Warnanya sepal kuning cerah, papila ungu kemerahan, sementara labelum magenta.

“Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan konservasi Cagar Alam Pegunungan Arfak dan Cagar Alam Pegunungan Tamrau Selatan sebagai pusat keanekaragaman hayati di Kepala Burung Papua. Sekaligus, menggarisbawahi urgensi perlindungan ekosistem yang masih alami ini,” kata Johny Santoso, Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, dalam sebuah pernyataan, Rabu (2/4/2025).

Dalam keterangannya, penemuan ini merupakan bagian dari eksplorasi anggrek di Kepala Burung Papua pada Februari-Maret 2024. Dalam eksplorasi tersebut, berhasil didokumentasikan 214 spesies, termasuk 8 kandidat spesies baru, yang 2 spesies laporannya telah dipublikasikan, serta 15 spesies langka yang berhasil ditemukan lembali.

Baca: Anggrek Kuku Macan, Jenis Baru Khas Sulawesi

 

Inilah anggrek jenis baru dari Papua Barat yang dinamakan Bulbophyllum sandfordiorum. Foto: Reza Saputra/BBKSDA Papua Barat

 

Menunggu anggrek jenis baru dideskripsikan

Pegunungan Arfak merupakan gugusan gunung yang membentang di bagian Kepala Burung Papua. Gunung tertingginya adalah Gunung Umsini, setinggi 2.950 m dpl, dan terdapat danau kembar di sana yang terkenal, Anggi Gita dan Anggi Gigi.

Eksplorasi biodiversitas di Arfak masih sedikit, dibandingkan dengan kekayaannya. Satu dari yang sedikit itu, yang sedang dikerjakan adalah pengumpulan bahan untuk penerbitan buku Orchid of Bird’s Head Peninsula.

Reza, dalam sebuah seminar di Jakarta menyampaikan, bahwa anggrek merupakan famili dengan biodiversitas tertinggi di Indonesia. Jumlahnya lebih dari 3.820 spesies, dengan kawasan kaya hayati adalah Pulau Kalimantan dan Papua (Indonesia). Di Kalimantan, sedikitnya ada 1.476 spesies, sementara Papua sekitar 1.336 spesies.

Jika digabungkan dengan wilayah Papua Nugini, terdapat lebih dari tiga ribu spesies. Namun, dengan semakin banyak ditemukannya angrek spesies baru di Papua, bukan tidak mungkin posisi Kalimantan akan terlewati.

Terkait temuan spesies yang baru dideskripsikan itu, B. sandfordiorum sebenarnya merupakan satu dari 23 spesies anggrek yang dikelompokan sebagai diduga baru. Semuanya, merupakan hasil eksplorasi yang dilakukan mulai 2022-2024.

“Semoga, tahun ini atau paling lambat tahun depan semua sudah dipublikasikan,” ungkap Reza, yang sejak 2016-2024 melakukan eksplorasi di 27 titik di Papua.

Baca: Kebun Botani Atok Man dan Misi Pelestarian Anggrek Bangka Belitung

 

Bulbophyllum sandfordiorum merupakan anggrek spesies baru yang ditemukan di Pegunungan Arfak. Foto: Reza Saputra/BBKSDA Papua Barat

 

Anggrek sebagai kekayaan genetik

Bulbophyllum merupakan genus tumbuhan anggrek terbesar di Papua. Setidaknya, ada 690 spesies yang telah diketahui. Seperti namanya yang berasal dari Bahasa Yunani yaitu bulbos (umbi) dan phyllon (daun), tumbuhan ini ditandai adanya umbi semu di pangkal daun.   

Ciri lain adalah bunganya membuka lebar, panjang sekitar 1 cm. Sepal berwarna kuning cerah, sementara papila ungu kemerahan. Daunya tegak miring dengan panjang 1,9-3,7 cm. Sementara lebarnya 0,3-0,4 cm. Memiliki pseudobulb (batang menggelembung), dengan akar lentur, tidak berbulu, dengan diameter sekitar 0,5 mm.

Nama sandfordiorum berasal dari mendiang Elodie Sandford, yang telah menginspirasi penjelajah muda dan fotografer amatir untuk terlibat dalam proyek-proyek petualangan dan inovatif. Seperti disebutkan dalam laporan, fotografi dapat menyampaikan pesan konservasi yang kuat dan memberikan banyak manfaat.

B. sandfordiorum dikumpulkan dari Distrik Tetega, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada 28 Februari 2024. Namun, lokasi persis penemuan dirahasiakan untuk kepentingan konservasi.

Baca juga: Anggrek Biru, Si Cantik dari Pulau Waigeo yang Belum Dilindungi

 

Di alam, anggrek B. sandfordiorum berbunga pada Februari hingga Maret. Foto: Reza Saputra/BBKSDA Papua Barat

 

Di alam, anggrek ini berbunga pada Februari hingga Maret. Periode berbuah belum diketahui. Sementara itu, meski survei anggrek secara intensif telah dilakukan di Pegunungan Arfak sejak 2014, spesies ini diketahui hanya berada di satu lokasi.

“Pengamatan menunjukkan bahwa populasinya kurang dari 50 individu dewasa, yang semakin menegaskan statusnya yang kritis dan memenuhi ambang batas untuk kategori Critically Endangered,” tulis Reza dalam laporannya.

Masih menurut laporan tersebut, spesies ini diketahui berada di hutan lindung yang ditetapkan untuk konservasi waduk air. Namun, habitatnya menghadapi tekanan antropogenik yang besar. Mulai dari gangguan lokasi, fragmentasi, hingga konversi menjadi perkebunan. Habitatnya digunakan sebagai zona perburuan lokal, terdesak pembangunan jalan, ekspansi desa, dan hutannya mengalami degradasi.

Reza mengajak semua pihak untuk melindungi anggrek Papua. Hilangnya satu spesies anggrek, berarti hilang pula satu kekayaan genetik yang mungkin punya manfaat di masa depan.

“Mari kita lindungi keajaiban yang rapuh ini, bukan hanya untuk sains, tetapi juga untuk jiwa planet kita,” ajaknya.

 

Spesies Baru, Anggrek Tanpa Daun dari Pulau Sumatera

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Dari Welang hingga Viper, Inilah Ular-Ular Paling Berbahaya di Tiap Benua di Dunia

Next Post

Emisi Gas Metana dari Tempat Sampah Kian Nyata

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Jumat (26/06/2026) - 22:33 WIB
Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Jumat (26/06/2026) - 17:29 WIB
Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Jumat (26/06/2026) - 17:25 WIB
Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Jumat (26/06/2026) - 17:22 WIB
Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.