Jakarta — Penyedia indeks global FTSE Russell memutuskan menunda peninjauan (review) indeks saham Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret 2026. Penundaan ini dilakukan seiring berlangsungnya reformasi pasar modal yang tengah dijalankan oleh otoritas dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam keterangannya, FTSE Russell menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan masukan dari External Advisory Committees, serta potensi dampak reformasi terhadap stabilitas pasar. Salah satu perhatian utama adalah kemungkinan meningkatnya turnover transaksi dan ketidakpastian dalam penentuan persentase free float saham secara akurat selama masa transisi reformasi.
FTSE Russell mencatat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya telah menggelar konferensi pers untuk menegaskan komitmen peningkatan integritas dan transparansi pasar modal Indonesia. Selanjutnya, pada 5 Februari 2026, BEI secara resmi menerbitkan rencana reformasi pasar modal yang menjadi landasan perubahan kebijakan ke depan.
“Dengan mempertimbangkan potensi dampak negatif terhadap turnover dan ketidakpastian dalam menentukan free float sekuritas Indonesia selama proses reformasi, FTSE Russell memutuskan untuk menunda peninjauan indeks Indonesia yang dijadwalkan pada Maret 2026,” tulis FTSE Russell.
Keputusan ini diambil berdasarkan Aturan 2.4 tentang Exceptional Market Disruption dalam Kebijakan Indeks FTSE Russell, yang diberlakukan ketika pasar atau efek dinilai tidak dapat diperdagangkan secara optimal oleh investor.
Sebagai konsekuensinya, FTSE Russell untuk sementara tidak akan menerapkan penambahan maupun penghapusan saham Indonesia dalam indeks, termasuk perubahan klasifikasi kapitalisasi besar, menengah, dan kecil. Penyesuaian bobot investability, perubahan jumlah saham beredar, serta aksi korporasi yang meningkatkan modal seperti right issue juga belum akan diberlakukan.
Meski demikian, FTSE Russell tetap akan mengakomodasi sejumlah peristiwa korporasi tertentu, seperti penghapusan saham akibat akuisisi atau merger, suspensi, kebangkrutan, dan delisting. Selain itu, aksi korporasi yang tidak berdampak pada peningkatan modal—seperti stock split, konsolidasi saham, saham bonus, dan mandatory spin-off—serta pembagian dividen reguler maupun dividen khusus tetap akan diterapkan.
FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dan berencana memberikan pembaruan sebelum pengumuman peninjauan kuartalan FTSE Global Equity Index Series (GEIS) Juni 2026, yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026.
Sebagai informasi, FTSE Russell merupakan penyedia indeks global asal Inggris dan bagian dari London Stock Exchange Group. Perusahaan ini mengelola ratusan indeks lintas kelas aset yang menjadi acuan utama investor institusi dalam pengelolaan portofolio global.








