Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Maret 2026. Kenaikan ini ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 113,96 pada Februari menjadi 114,01 pada Maret 2026.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan bahwa inflasi tersebut merupakan hasil pemantauan di lima kabupaten/kota, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Meulaboh.
“Pada Maret 2026 terjadi inflasi sebesar 0,04 persen secara bulanan dengan kenaikan IHK dari 113,96 pada Februari menjadi 114,01 pada Maret,” kata Tasdik dalam konferensi pers virtual di Banda Aceh, Rabu (1/4/2026).
Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi di Aceh tercatat sebesar 5,31 persen. Tasdik menjelaskan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,08 persen.
Sementara itu, untuk inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil mencapai 2,03 persen.
“Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil inflasi bulanan terbesar, sedangkan secara tahunan didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” jelasnya.
Adapun sejumlah komoditas utama yang dominan menyumbang inflasi secara bulanan antara lain udang basah, nasi dengan lauk, telur ayam ras, bensin, dan ikan tongkol. Sedangkan secara tahunan, inflasi dipengaruhi oleh tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin (SKM), serta daging ayam ras.
Dari sisi wilayah, hampir seluruh daerah mengalami inflasi secara bulanan, kecuali Kabupaten Aceh Tengah yang justru mengalami deflasi sebesar 0,56 persen. Inflasi tertinggi secara bulanan terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang sebesar 0,46 persen.
Sementara secara tahunan, seluruh wilayah mengalami inflasi. Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 6,07 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Aceh Tamiang dengan angka 4,84 persen.
“Secara m-to-m, seluruh daerah mengalami inflasi kecuali Aceh Tengah yang mengalami deflasi. Namun secara y-on-y, seluruh wilayah tetap mengalami inflasi,” pungkasnya.[]










