Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Infeksi Hepatitis Sebabkan 1,4 Juta Kematian Per Tahun

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (14/05/2022) - 03:12 WIB
in NASIONAL
0
Petugas kesehatan berjalan di selasar ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/5/2022). Pihak RSUP M Djamil menyiapkan ruang isolasi khusus untuk penanganan penyakit hepatitis akut sebagai antisipasi lonjakan penyakit tersebut.

Ahli menyebut ada beberapa jenis infeksi hepatitis yang sebabkan radang hati

 JAKARTA — Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ari Fahrial Syam mengungkap penyakit virus hepatitis bisa menyebabkan kematian. Sedikitnya kasus hepatitis mengakibatkan sekitar 1,4 juta kematian setiap tahunnya.


“Penyakit infeksi hepatitis virus saat ini menyebabkan 1,4 juta kematian setiap tahun,” ujar Ari saat dihubungi Republika, Jumat (13/5/2022).


Sejauh ini, dia menambahkan, ada beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan radang hati atau hepatitis. Kemudian, virus hepatitis yang ada antara lain Hepatitis virus A,B,C,D dan E.  Terakhir juga dilaporkan ditemukannya virus hepatitis G. Dari virus hepatitis yang ada ini virus hepatitis B dan C merupakan dua virus yang memang bisa menyebabkan penderitanya mengalami hepatitis kronis, berlanjut menjadi sirosis hati atau penciutan hati  sampai kanker hati bahkan sampai menyebabkan terjadinya kematian.  


Pria yang juga menjabat sebagai Dekan Fakuktas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menambahkan, virus hepatitis ini pernah menyerang mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang menyebabkan beliau mengalami kanker hati dan menjalani transplantasi hati di China sebelum menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN dan beruntung sampai saat ini masih sehat.


Ia menegaskan, kesadaran akan penyakit ini juga harus bisa ditumbuhkan lagi ketika masyarakat mendengar bahwa anggota keluarga sakit dan meninggal dunia karena sakit hepatitis.


“Terus terang sebagai searang dokter penyakit dalam saya melihat masyarakat kurang peduli terhadap penyakit hepatitis, masyarakat lebih waspada  terhadap kanker atau sakit  jantung, padahal penyakit infeksi virus hepatitis cukup tinggi di masyakat kita,” katanya.


Padahal, ia mengungkap data saat ini 1 dari 12 penduduk dunia mengalami hepatitis B atau hepatitis C dan penyakit ini menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit kronis dan kematian lebih parah dari tuberkulosis (TB), Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau malaria. Masalahnya, dia menambahkan, ada  9 dari 10 orang yang tidak menyadari hidup dengan orang menderita hepatitis.


Selain itu organisasi kesehatan dunia PBB (WHO) juga menyampaikan bahwa  empat dari lima orang yang hidup Bersama dengan pasien hepatitis virus tidak mengetahui bagaimana mencegah, melakukan skrining dan mengobati pasien dengan infeksi hepatitis virus ini.


“Masyarakat memang harus selalu diingatkan akan bahaya infeksi virus ini. Rasanya kita selalu mendengar ada saja dalam keluarga kita yang pernah sakit hepatitis ini yang akhirnya berujung pada kematian,” katanya.


Secara khusus, dia menambahkan, yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah penggunaan alat pribadi secara bersama misalnya sikat gigi, pisau cukur, jarum suntik termasuk gunting kuku. “Beberapa laporan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sikat gigi bersama dapat meningkatkan risiko untuk tertular dari infeksi virus hepatitis ini,” katanya.


Termasuk juga penggunaan jarum atau benda tajam yang digunakan secara bersama seperti proses pembuatan tato atau perawatan jari tangan dan kaki.

Sumber: Republika

Tags: bahaya hepatitisinfeksi hepatitisjenis jenis hepatitiskasus hepatitis akutMasalah hepatitisperkembangan kasus hepatitis
ShareTweetPin
Previous Post

WHO Eropa Konfirmasi 2 Juta Kematian Akibat Covid-19 di Wilayahnya

Next Post

Pejabat Tinggi Uni Eropa Berupaya Selamatkan Kesepakatan Nuklir Iran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Rabu (03/06/2026) - 22:42 WIB
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Huntara Rusak Akibat Puting Beliung di Aceh Utara

Rabu (03/06/2026) - 22:37 WIB
Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Oknum Polisi yang Menangguhkan Pelaku Khalwat Diperiksa Propam Polda Aceh

Rabu (03/06/2026) - 22:34 WIB
USK Berikan Keringanan UKT bagi 3.706 Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

USK Luluskan 461 Peserta Jalur Talenta 2026 dari 1.206 Pendaftar

Rabu (03/06/2026) - 16:30 WIB
Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Kunjungi Aceh Tenggara, Menteri Wihaji Cek Langsung Program Makan Bergizi Gratis

Rabu (03/06/2026) - 16:22 WIB
Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Fotografer Aceh Riska Munawarah Lolos Joop Swart Masterclass 2026 Program Bergengsi World Press Photo

Rabu (03/06/2026) - 16:09 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.