Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Ilmuwan Ungkap Wabah Cacar Monyet di Eropa dan AS tak Sama dengan Cacar Monyet di Afrika

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (22/05/2022) - 02:07 WIB
in INTERNASIONAL
0
Penyakit cacar monyet mengancam.

Saat ini ada sekitar 80 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di seluruh dunia.

 WASHINGTON — Para ilmuwan yang telah memantau banyak wabah cacar monyet di Afrika mengatakan mereka bingung dengan penyebaran penyakit baru-baru ini di Eropa dan Amerika Utara. Sehingga mereka selidiki penyebab wabah tersebut.


Dilansir dari AP pada Sabtu (21/5/2022), kasus penyakit terkait cacar sebelumnya hanya terlihat di antara orang-orang yang memiliki hubungan dengan Afrika tengah dan Barat. Tetapi dalam seminggu terakhir, Inggris, Spanyol, Portugal, Italia, AS, Swedia dan Kanada semuanya melaporkan infeksi, sebagian besar pada pria muda yang sebelumnya tidak pernah bepergian ke Afrika.


Ada sekitar 80 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia dan 50 lainnya yang dicurigai. Prancis, Jerman, Belgia dan Australia melaporkan kasus pertama mereka.


“Saya tercengang dengan ini. Setiap hari saya bangun dan ada lebih banyak negara yang terinfeksi,” kata Ahli Virologi sekaligus Akademi Sains Nigeria dan Dewan Penasihat WHO Oyewale Tomori.


Kemudian, ia melanjutkan ini bukan jenis penyebaran yang dilihat di Afrika Barat, jadi mungkin ada sesuatu yang baru terjadi di Barat. Hingga saat ini, tidak ada yang meninggal dalam wabah tersebut. 


Cacar monyet biasanya menyebabkan demam, menggigil, ruam dan luka di wajah atau alat kelamin. Ia memperkirakan penyakit ini berakibat fatal hingga satu dari 10 orang tetapi vaksin cacar bersifat protektif dan beberapa obat antivirus sedang dikembangkan.


Sementara itu, seorang Profesor Penyakit Menular Rolf Gustafsonb mengatakan sangat sulit untuk membayangkan situasinya akan memburuk.”Kami pasti akan menemukan beberapa kasus lebih lanjut di Swedia, tetapi saya tidak berpikir akan ada epidemi dengan cara apapun. Tidak ada yang menyarankan itu saat ini,” kata dia.


Lalu, Seorang Profesor Vaksinologi di Universitas Witwatersrand di Johannesburg Shabir Mahdi mengatakan penyelidikan terperinci tentang wabah di Eropa termasuk menentukan siapa pasien pertama sekarang sangat penting.


“Kita harus benar-benar memahami bagaimana ini pertama kali dimulai dan mengapa virus sekarang mendapatkan daya tarik. Di Afrika, wabah cacar monyet sangat terkendali dan jarang terjadi.  Jika itu sekarang berubah, kita benar-benar perlu memahami alasannya,” kata dia.


Diketahui, Nigeria melaporkan sekitar 3.000 kasus cacar monyet per tahun. Wabah biasanya terjadi di daerah pedesaan, ketika orang memiliki kontak dekat dengan tikus dan tupai yang terinfeksi.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa merekomendasikan semua kasus yang dicurigai diisolasi dan bahwa kontak berisiko tinggi ditawarkan vaksin cacar.


 

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: cacar monyetcacar monyet di afrikacacar monyet di eropagejala cacar monyetwabah cacar monyet
ShareTweetPin
Previous Post

Menteri Suharso Bertandang ke Jerman Bahas Energi dan Perubahan Iklim

Next Post

Achmad Yurianto Dikenal Sebagai Sosok Pengayom dan Suka Guyon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Thoet Leumang Antarkan Abdya Cetak Rekor Nasional dan Dunia

Thoet Leumang Antarkan Abdya Cetak Rekor Nasional dan Dunia

Sabtu (25/04/2026) - 15:15 WIB
Kemenhaj Ingatkan Petugas Haji Patuh Regulasi Demi Keselamatan Jemaah

Kemenhaj Ingatkan Petugas Haji Patuh Regulasi Demi Keselamatan Jemaah

Jumat (24/04/2026) - 23:04 WIB
Data JKA Jadi Kunci, Mualem Dorong Layanan Kesehatan Lebih Efektif

Data JKA Jadi Kunci, Mualem Dorong Layanan Kesehatan Lebih Efektif

Jumat (24/04/2026) - 22:57 WIB
Polresta Banda Aceh Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal, Dua Mahasiswa Diamankan

Polresta Banda Aceh Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal, Dua Mahasiswa Diamankan

Jumat (24/04/2026) - 22:50 WIB
Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

Kamis (23/04/2026) - 23:05 WIB
Pendampingan Intensif, BBPOM Aceh Kawal Transformasi UMKM

Pendampingan Intensif, BBPOM Aceh Kawal Transformasi UMKM

Kamis (23/04/2026) - 16:18 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.