Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Hiu Babi, Ikan Langka yang Mendengus dari Samudera Atlantik

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (15/09/2024) - 13:42 WIB
in DAERAH
0
Hiu Babi, Ikan Langka yang Mendengus dari Samudera Atlantik

#image_title

  • Hiu angular roughshark (Oxynotus centrina) dijuluki hiu babi karena kemiripan taksonominya.
  • Hiu tersebut memiliki kepala yang data dengan mata lebar, moncong berwarna merah muda, lubang hidung besar, dan dentikel kulit yang menonjol.
  • Di alam, hiu babi ini ditemukan di Samudra Atlantik timur dari Norwegia hingga Afrika Selatan, dan laut Mediterania. Keberadaannya sangat langka karena penangkapan berlebihan
  • Berdasarkan laporan IUCN, populasinya secara keseluruhan mungkin telah menurun sebanyak 50 hingga 79 persen dalam kurun waktu 60 tahun terakhir.

 

Kehidupan laut selalu menawarkan berbagai hal unik, terutama misteri yang belum banyak diketahui. Seperti penampakan hiu berwajah mirip babi dan mendengus.

Hiu dengan nama ilmiah Oxynotus centrina memiliki kepala yang datar dengan mata lebar, moncong berwarna merah muda, lubang hidung besar, dan dentikel kulit yang menonjol. Sepintas terlihat seperti babi.

Para peneliti menamainya hiu angular roughshark. Di alam, hiu babi ini ditemukan di Samudra Atlantik timur dari Norwegia hingga Afrika Selatan, dan laut Mediterania. Diketahui keberadaannya sangat langka.

Hiu babi ini biasanya hidup di kedalaman 100 hingga 800 meter di bawah permukaan laut. Spesies hiu ini juga terdaftar dalam IUCN Red List of Threatened species, artinya tergolong hewan yang terancam punah.

Saat lahir, hiu ini memiliki ukuran kurang dari 25 centimeter dan ketika dewasa bisa mencapai sekitar 1,5 meter. Untuk ukuran hiu yang dikenal ganas dan bertenaga, hiu babi cenderung lebih kecil dan tampaknya tidak terlalu agresif misalnya seperti hiu putih.

Dengan ukuran yang tidak terlalu besar itu, hiu dan memiliki tubuh yang tebal dan berwarna abu-abu kecokelatan. Lengkap dengan dua sirip punggung yang besarnya menyerupai layar.

Baca : Pertarungan Hiu Melawan Buaya, Siapa Pemenangnya?

 

Seekor hiu angular roughshark (Oxynotus centrina) yang dijuluki hiu babi. Foto : biodiversitygr via wikipedia CC by SA 4.0

 

Mangsa utama hiu babi yaitu cacing, krustasea, dan moluska. Dia biasanya bergerak dengan meluncur di dasar laut. Kadang juga melayang di atas permukaan dasar laut yang berpasir atau berlumpur

“Hiu ini biasa disebut ‘ikan babi’ karena ketika keluar dari air, ia mengeluarkan semacam geraman,” kata Yuri Tiberto dari Akuarium Elba di Italia dikutip dari Livescience.

Belum banyak informasi dan penelitian untuk hiu gemuk ini. salah satunya soal gigi hiu babi ini. Dia memiliki gigi geraham sangat besar dan menonjol, agak berbeda dengan jenis hiu lainnya. Sejauh ini para ilmuwan tidak tahu persis mengapa hal ini terjadi, tetapi mungkin untuk membantu melindungi dari predator yang lebih besar.

Sebab gaya hidup hiu ini adalah menghabiskan sebagian besar waktu mereka berenang di atas dasar laut untuk mencari makanan. Mereka cenderung bergerak lambat, dan untuk itu hidung besarnya digunakan untuk menyedot mangsanya.

Mereka memiliki satu set gigi bawah yang tajam seperti pisau untuk mengiris daging, serta gigi atas berbentuk kerucut yang membantu mencengkeram mangsa yang licin.

Hasil dari salah satu penelitian menunjukkan bahwa hiu babi bersudut juga memakan telur seperti hiu lainnya. Selain menemukan embrio hiu di dalam perut, pada tahun 2015, para ilmuwan melaporkan hiu ini secara khusus termonitor memakan telur elasmobranch di sebuah penangkaran.

Baca juga : Hiu Malaikat Ditemukan Kembali di Chili Setelah 140 Tahun

 

Hiu babi atau Angular roughshark. Foto : Animalia

 

Diketahui mereka mulai berproduksi ketika memiliki panjang badan sekitar 50-70 sentimeter. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hiu betina dewasa pada ukuran yang sedikit lebih besar daripada hiu jantan. Sebagai spesies ovovivipar, mereka mampu menghasilkan 10-12 ekor anakan.

Berdasarkan laporan IUCN, populasinya secara keseluruhan mungkin telah menurun sebanyak 50 hingga 79 persen dalam kurun waktu 60 tahun terakhir. Nasib mereka terancam oleh penangkapan ikan berlebih. Terutama para nelayan yang menggunakan jaring pukat yang menghancurkan dasar laut.

Adapun kajian Current Biology menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga ikan bertulang rawan terancam punah hingga nyaris punah akibat ancaman serius seperti degradasi habitat, polusi, dan perubahan iklim.

“Hiu dan pari ibarat burung kenari di tambang batu bara dan nasib mereka juga terancam oleh  penangkapan ikan yang berlebihan,” ujar penulis utama studi tersebut, Nicholas Dulvy dari Simon Fraser University.

 

 

Kisah Prilly Latuconsina didapuk jadi Duta Konservasi Hiu Paus

 

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Apakah Ada Ikan yang Menyusui Anaknya?

Next Post

Tim Anggar Nomor Floret Beregu Putra Aceh Raih Emas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

Senin (20/04/2026) - 22:13 WIB
Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Senin (20/04/2026) - 22:10 WIB
Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.