Aceh Besar – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap Juanda (19), warga Syiah Kuala, Banda Aceh, yang diduga tenggelam setelah terseret arus laut di Pantai Lhok Ketapang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Memasuki hari kedua pencarian, Senin (24/8/2026), tim SAR memperluas area penyisiran dengan membagi personel ke dalam dua tim untuk mencari korban yang hingga kini belum ditemukan.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, dalam laporan perkembangan operasi SAR menyampaikan, pencarian hari kedua dimulai pukul 07.30 WIB dengan memperluas sektor pencarian dari lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP).
“Tim dibagi menjadi dua. Tim pertama melakukan pencarian sejauh satu nautical mile (NM) atau mil laut ke arah barat dengan pola paralel dari lokasi kejadian menggunakan RIB,” ujar Al Hussain dalam laporan tersebut.
Sementara itu, Tim 2 melakukan penyisiran di darat sepanjang garis pantai menggunakan drone sejauh satu kilometer dari lokasi kejadian, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 11.50 WIB. Saat itu, Juanda bersama tujuh orang temannya sedang melakukan kegiatan camping di Pantai Lhok Ketapang setelah menginap semalaman.
Korban diduga terseret arus laut ketika sedang membersihkan diri sebelum rombongan bersiap pulang. Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menariknya menggunakan tali, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh menerima laporan kejadian dari salah seorang teman korban pada Minggu pukul 12.28 WIB.
Setelah menerima laporan, pada pukul 12.43 WIB tim rescue Basarnas Aceh bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 WIB.
Upaya pencarian pada hari pertama dilakukan hingga pukul 17.50 WIB, namun korban belum berhasil ditemukan atau hasil pencarian nihil.
Dalam operasi pencarian hari kedua, Basarnas mengerahkan sejumlah sarana dan peralatan, yakni satu unit double cabin, satu unit RIB 04 Basarnas Aceh, peralatan SAR perorangan, responder bag, serta drone.
Operasi SAR tersebut melibatkan Basarnas Banda Aceh, Polsek Peukan Bada, Koramil Peukan Bada, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), serta masyarakat.
Hingga pencarian hari kedua berlangsung, Juanda masih berstatus dalam pencarian dan belum ditemukan. Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam pelaksanaan operasi di lapangan.
Lokasi kejadian berada di Pantai Lhok Ketapang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, pada koordinat 5°33’35.3″N dan 95°12’56.3″E, dengan arah radial 290,73° atau ke arah barat. Jarak lokasi diperkirakan 12,67 kilometer atau sekitar 32 menit perjalanan dari Kantor Basarnas Banda Aceh.[]








