Minggu, April 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Gempa M 5,3 Guncang Simeulue, Tidak Berpotensi Tsunami

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (22/06/2022) - 12:06 WIB
in DAERAH
0
Gempa M 5,3 Guncang Simeulue, Tidak Berpotensi Tsunami

SINABANG | LENSA KITA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5.3 terjadi di daerah pesisir pantai barat Sumatra di Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh. Gempa terjadi pada kedalaman dangkal 10 kilometer.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada Rabu dinihari (22/6/2022) pukul 02:08 WIB. Titik pusat gempa dilaporkan berada di 43 km dari barat daya Sinabang, Kabupaten Simeuleu.

Titik koordinat gempa berada di 2.08 derajat Lintang Utara (LU) dan 96.35 derajat Bujur Timur (BT) atau pada Koordinat: 2.08° LU – 96.35° BT.

Lokasi gempa barusan memiliki perbedaan jarak sekitar 10 km dari gempa yang terjadi sebelumnya pada tanggal 20 Juni atau dua hari yang lalu dengan M 4.8.

BMKG melaporkan gempa ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami. Belum ada informasi mengenai kerusakan yang timbul akibat gempa ini tetapi getaran gempa cukup membuat perabotan hampir jatuh.

Beberapa masyarakat merasakan getaran sekitar IV MMI atau goncangan cukup kuat dan dirasakan hampir seluruh masyarakat di Simeulue.

Informasi yang diperoleh dari BPBD setempat, beberapa warga sempat keluar rumah karena panik terhadap goncangan gempa yang terjadi dengan durasi sekitar 3-5 detik.

Seismologist BMKG, Andrean Simanjuntak, mengatakan gempa Simeuleu pada pagi hari ini terjadi pada kedalaman yang dangkal yaitu 10 km, sehingga bisa dikaitkan dengan aktivitas tektonik dari zona subduksi Sumatra.

“Distribusi gempa bumi berasal dari pergerakan subduksi miring Lempeng Oseanik Indo-Australia yang menunjam Lempeng Benua Eurasia dengan laju geser 5-6 cm/tahun,” ucap Andrean dalam keterangan tertulis, Rabu (22/6/2022).

Menurut Andrean, pada kedalaman dangkal, gempa bumi yang terjadi merupakan tipe gempa interface yang sering berasal dari aktivitas tektonik pada kerak bumi. Beberapa kasus gempa interface biasanya diikuti oleh guncangan spontan yang cukup kuat.

“Dalam beberapa kasus, aktivitas gempa interface memiliki potensi untuk mempengaruhi seismisitas pada patahan aktif yang tersegmentasi di sepanjang daratan Sumatra yang bergerak pada arah dekstral atau menganan,” ujar dia.

Beberapa kejadian gempa bumi interface dapat merusak, antara lain gempa Aceh 2004 dan Nias 2005 yang diikuti oleh tsunami serta gempa Bengkulu 2007.

Dia menjelaskan, umumnya gempa-gempa yang terjadi di zona interface memiliki pelepasan energi seismik yang besar karena dibangkitkan oleh mekanisme naik dengan dimensi patahan yang luas.

“Sehingga, gempa bumi skala 6-9 kerap terjadi dalam dua dekade terakhir ini disepanjang subduksi Sumatra dan beberapa diikuti oleh fenomena tsunami akibat volume air laut yang digoncang karena deformasi dasar laut,” ungkapnya.

Sebelumnya, terdapat dua gempa skala M 5 pada bulan Maret akibat aktivitas subduksi di pesisir barat Aceh dan dirasakan hingga III MMI di daerah Simeuleu serta terakhir pada Senin, 20 Juni terjadi gempa pada kedalaman 77 km dengan magnitudo 4.8 yang dirasakan sekitar III – IV MMI.

“Sejauh ini belum ada informasi gempa susulan dari gempa yang barusan terjadi,” kata Andrean.

Andrean menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dan panik dalam menanggapi informasi yang tidak benar dan berlebihan.

Gempa yang terjadi barusan tidak diikuti oleh fenomena tsunami dan gempa susulan hingga pada pagi menjelang siang ini serta tidak ada laporan kerusakan.

“Masyarakat diminta bisa memahami kondisi kegempaan didarah tempat tinggal, selalu waspada dan tetap mengikuti informasi resmi terkait gempa bumi dari media sosial BMKG dan kanal-kanal berita yang valid,” pungkasnya. []

Tags: bmkg acehgempa bumi gayo luesGempa bumi guncang simeuluesinabang
ShareTweetPin
Previous Post

Curi Emas untuk Beli Iphone dan Liburan, Wanita Cantik di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Next Post

USK Rawat Sinergitas dengan Universitat Politecnica de Valencia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.