Sabang – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Aceh akan melakukan kunjungan ke Kota Sabang untuk meninjau langsung potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkembang di kawasan tersebut.
Kunjungan ini menjadi tahap awal penjajakan kerja sama yang rencananya akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) bersama Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dan Pemerintah Kota Sabang.
Kehadiran GEKRAFS Aceh di Sabang sejalan dengan arah kebijakan nasional pasca pembentukan Kementerian Ekonomi Kreatif, yang menempatkan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung pengembangan destinasi wisata. Sabang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata yang ditopang oleh ekosistem ekonomi kreatif lokal yang kuat.
Dalam agenda kunjungan tersebut, GEKRAFS Aceh akan melakukan peninjauan terhadap berbagai potensi, mulai dari destinasi wisata unggulan, aktivitas ekonomi kreatif masyarakat, peluang pengembangan event, hingga kesiapan kawasan dalam mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan. Hasil penjajakan ini akan menjadi dasar penyusunan konsep kerja sama yang akan diformalkan melalui MoU dengan BPKS dan Pemko Sabang.
Ketua DPD GEKRAFS Aceh, Sunil Manaf, mengatakan bahwa penguatan Sabang sebagai destinasi wisata perlu dibarengi dengan pengembangan atraksi, event, serta produk ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan dan mendorong perputaran ekonomi daerah.
“Sabang memiliki potensi alam yang luar biasa. Namun agar pariwisata tumbuh secara berkelanjutan, harus ada aktivitas ekonomi kreatif yang hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” kata Sunil Manaf, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, ke depan GEKRAFS Aceh juga akan menyiapkan perencanaan pengembangan creative economy hub sebagai bagian dari strategi menyambut kehadiran rutin kapal pesiar (cruise) di Pulau Sabang yang setiap tahunnya membawa hampir ribuan wisatawan mancanegara.
Kepala BPKS Sabang, Iskandar Zulkarnaen, menegaskan bahwa BPKS mendukung penuh upaya penguatan ekonomi kreatif sebagai bagian dari strategi besar pengembangan Kawasan Sabang.
“BPKS memandang ekonomi kreatif sebagai sektor strategis yang mampu meningkatkan daya tarik kawasan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian lokal. Karena itu, kami sangat terbuka terhadap kolaborasi dan akan terus mendorong hadirnya berbagai kegiatan kreatif, mulai dari penyelenggaraan event, penguatan pelaku UMKM kreatif, hingga penciptaan ruang-ruang kolaborasi, agar Sabang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kreativitas dan inovasi masyarakatnya,” kata Iskandar.
Ia menambahkan bahwa integrasi antara pariwisata dan ekonomi kreatif diyakini dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Ke depan, kami ingin memastikan Kawasan Sabang berkembang sebagai destinasi yang hidup sepanjang tahun, dengan aktivitas yang beragam dan berkelanjutan. Sinergi dengan GEKRAFS Aceh diharapkan menjadi langkah konkret untuk mempercepat terbangunnya ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan mampu menjadikan Sabang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, Sabang diharapkan tidak hanya menjadi destinasi singgah, tetapi berkembang sebagai kawasan wisata dengan ekosistem ekonomi kreatif yang hidup dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.[]








