Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor asal Provinsi Aceh pada Mei 2026 mencapai 52,88 juta dolar Amerika Serikat (USD). Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 7,21 persen dibandingkan April 2026.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Aceh, Abdul Hakim, mengatakan meskipun secara bulanan mengalami penurunan, kinerja ekspor Aceh masih menunjukkan pertumbuhan positif jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Nilai ekspor asal Provinsi Aceh pada Mei 2026 mencapai 52,88 juta USD. Angka ini mengalami penurunan sebesar 7,21 persen dibandingkan April 2026. Namun, jika dibandingkan dengan Mei 2025, nilai ekspor tersebut masih mengalami kenaikan sebesar 5,13 persen,” kata Abdul Hakim dalam rilis resmi BPS Aceh, Rabu (1/7/2026).
BPS mencatat, sebagian besar komoditas asal Aceh diekspor melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Aceh. Nilainya mencapai 37,75 juta USD atau setara 71,38 persen dari total ekspor asal Aceh pada Mei 2026.
Sementara itu, sisanya diekspor melalui pelabuhan di provinsi lain, yang didominasi melalui pelabuhan di Provinsi Sumatera Utara dengan nilai mencapai 15,11 juta USD.
“Sebagian besar komoditas asal Aceh masih diekspor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh, sedangkan sisanya memanfaatkan pelabuhan di provinsi lain, terutama Sumatera Utara,” ujar Abdul Hakim.
Dari sisi negara tujuan, India menjadi pasar utama ekspor Aceh pada Mei 2026 dengan nilai mencapai 22,35 juta USD. Komoditas yang paling banyak dikirim ke negara tersebut adalah batu bara.
Posisi kedua ditempati Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar 7,25 juta USD yang didominasi komoditas kopi dan rempah-rempah. Selanjutnya, Tiongkok berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor sebesar 7,16 juta USD, yang juga didominasi komoditas batu bara.
Menurut Abdul Hakim, batu bara masih menjadi komoditas utama penopang ekspor Aceh selama Mei 2026.
“Secara keseluruhan, komoditas terbesar yang diekspor pada Mei 2026 adalah batu bara dengan nilai 36,68 juta USD atau setara 69,37 persen dari total nilai ekspor. Komoditas terbesar berikutnya adalah kopi dan rempah, serta bahan anyaman nabati dan produk nabati lainnya,” pungkasnya.[]










