BANDA ACEH – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) memintah pemerintah pusat tidak ingkar janji soal renovasi sejumlah venue (lokasi) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlokasi di Provinsi Aceh.
“Kita harapkan apa yang dijanjikan kemarin ditepati. Okelah ini direnovasi berat atau sama kayak bangun baru,” kata Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani, Sabtu (5/8/2023).
Falevi mengakui tenggat waktu yang kian dekat tidak mungkin lagi bagi pemerintah untuk membangun arena baru untuk perhelatan olahraga nasional empat tahunan itu di Tanah Rencong.
Meski demikian, dia mendesak pemerintah pusat melakui kementerian terkait untuk benar-benar serius memperhatikan Aceh dalam hal infrastruktur demi menyukseskan PON Aceh-Sumut 2024 mendatang.
“Tapi yang jelas komitmen awal telah dilanggar dan kita harap ini juga jangan dilanggar lagi,” ujar Politikus Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini.
Dia juga merasa heran dengan sikap pemerintah pusat terkait pembangunan insfrastruktur PON khususnya di wilayah Aceh. Pemerintah berencana merenovasi infrastruktur yang ada bukan membangun baru.
“Kenapa disaat kita Aceh jadi tuan rumah tidak ada pembangunan baru. Terlepas persoalan waktu dan segala macam, yang jelas bahwa ini tidak sesuai dengan harapan dan ekspektasi rakyat Aceh,” katanya.
“Ini menjadi catatan kita bahwa tidak semua janji pemerintah pusat itu direalisasi. Harapan kita okelah renovasi besar di Stadion Harapan Bangsa,” tambahnya.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Aceh ini berharap, pembangunan venue-venue cabor tertentu dapat segera dimulai. Begitupun renovasi Stadio Harapan Bangsa juga harus secepatnya dilaksanakan.
“Tapi lokasi-lokasi cabor lain harus dibangun baru dan cukup waktunya. Kita harapkan kompleks Lhong Raya itu harus direnovasi semua, jangan setengah-setengah harus secara utuh,” kata Falevi.
Tak Jadi Bangun Arena Baru PON, DPRA: Aceh Dianak Tirikan
Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, M Rizal Falevi Kirani, mengaku kecewa dengan pemerintah pusat. Pasalnya, pemerintah tak jadi membangun arena utama baru untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh.
Dia mengatakan, sejak awal pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) telah berjanji akan membangun sejumlah venue untuk perhelatan PON Aceh-Sumut.
“Tapi yang jelas Menpora telah mengingkar janji. Pertama ada dua stadion yang akan dibangun, satu di Aceh dan satu di Medan. Tapi itukan tidak terealisasi,” kata Falevi kepada Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu, 5 Agustus 2023.
Menurut Falevi, masyarakat Aceh sangat mengharapkan adanya pembangunan arena baru untuk menyukseskan perhelatan olahraga nasional empat tahunan tersebut.
Dia menyebut, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR hanya akan melakukan renovasi besar-besaran pada Stadion Harapan Bangsa, yang bakal menjadi venue (lokasi) salah satu cabang olahraga (cabor) PON XXI.
“Ini kejelasannya tetap melakukan renovasi hampir sama seperti bangun baru untuk Stadion Harapan Bangsa,” ujarnya.
Menurut dia, pemerintah pusat terkesan menganak tirikan Aceh dibanding dengan provinsi lain yang sudah pernah menjadi tuan rumah PON selama ini. Dimana pemerintah pusat membangun arena baru saat menjadi tuan rumah.
“Inikan kelihatan bahwa Aceh di anak tirikan. Disaat provinsi lain menjadi tuan rumah itu ada pembangunan venue baru,” kata Politikus Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu.[]










