Minggu, Mei 17, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Dokter di Sri Lanka Protes Karena Pasokan Obat Menipis

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (06/04/2022) - 14:48 WIB
in INTERNASIONAL
0
Penjual sayur dan buah Sri Lanka menunggu pembeli di sebuah pasar di Kolombo, Sri Lanka pada 25 Juli 2019. Anggota parlemen Sri Lanka pada Selasa, 22 Maret 2022 menyetujui reformasi undang-undang anti-teror yang keras yang telah lama dilakukan oleh kelompok hak asasi dikritik, karena negara itu ingin menopang hubungan perdagangannya dengan Uni Eropa di tengah krisis ekonomi terburuk yang pernah terjadi.

Krisis ekonomi Sri Lanka menyebabkan masyarakat kekurangan bahan pangan dan listrik.

 KOLOMBO — Para dokter Sri Lanka mengadakan aksi protes di Ibu Kota Kolombo pada Rabu (6/4/2022), karena rumah sakit kehabisan obat-obatan esensial. Krisis ekonomi terburuk telah melanda Sri Lanka dalam beberapa dekade, sehingga menyebabkan masyarakat kekurangan bahan bakar, listrik, makanan dan barang-barang lainnya selama berminggu-minggu.


Asosiasi Petugas Medis Pemerintah, yang mewakili lebih dari 16 ribu dokter di seluruh negeri, mengatakan, petugas medis dari seluruh Kolombo akan berkumpul di Rumah Sakit Nasional Sri Lanka untuk memprotes kekurangan pasokan obat yang serius. Malaka Samararathna, yang bekerja di Rumah Sakit Apeksha yang dikelola negara, merawat puluhan ribu pasien kanker dari seluruh negeri setiap tahun. Dia mengatakan, pasokan bahan kimia yang digunakan dalam pengujian laboratorium juga hampir habis.


“Pasien yang menjalani kemoterapi harus kami pantau dengan cermat. Setiap hari kami harus memantau pemeriksaan ini. Kami tidak bisa memutuskan manajemen yang tepat. Terkadang obat kemoterapi kami menyebabkan efek samping yang parah, jadi satu-satunya cara adalahdengan melakukan pengujian laboratorium ini,” kata Samararathna. 


Samararathna mengatakan, persediaan obat kanker seperti Filgrastim dan Cytarabine, serta beberapa antibiotik mulai menipis. Presiden Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa mencabut keadaan darurat pada Selasa (5/4/2022) malam setelah puluhan anggota parlemen keluar dari koalisi yang berkuasa. Rajapaksa melakukan berbagai langkah, termasuk mengamankan dukungan keuangan dari India dan China. Namun upaya Rajapaksa tidak dapat meredam aksi protes dan mengamankan pasokan barang-barang penting.


“Kami menerima ada krisis keuangan besar-besaran di negara ini, dan kami sekarang berusaha mencari solusi. Ada antrian untuk semuanya, untuk gas, untuk bahan bakar dan minyak tanah. Kami memahami kesulitan rakyat, tetapi kami harus menggunakan cara demokratis untuk memulihkan ketenangan,” ujar Menteri Pendidikan dan Ketua Parlemen, Dinesh Gunawardena.


Menteri keuangan Sri Lanka mengundurkan diri pada Selasa, sehari setelah pengangkatannya. Dia mengundurkan diri menjelang pembicaraan penting yang dijadwalkan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk program pinjaman. Seorang supir taksi, Ruwanpathiranage Dharmawardena, mengatakan orang-orang mulai resah dan lelah dengan penderitaan. Mereka telah kehilangan kesabaran.


“Mereka tidak bisa mengatakan bagaimana orang akan berperilaku, dan keputusan apa yang akan mereka ambil,” ujar Dharmawardena.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: krisis ekonomikrisis ekonomi sri lankakrisis energi sri lankarumah sakit sri lankasri lanka kehabisan obat
ShareTweetPin
Previous Post

Aktivis Lingkungan Minta Pemda Bekukan Izin Pabrik Pencemar Lingkungan

Next Post

Jokowi: Pastikan Ketersediaan Pasokan Kebutuhan Pokok

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Kru Kapal Pesiar Asal Filipina Dievakuasi Basarnas di Perairan Aceh Besar

Kru Kapal Pesiar Asal Filipina Dievakuasi Basarnas di Perairan Aceh Besar

Sabtu (16/05/2026) - 23:28 WIB
Kisah Hartati, Korban Banjir Aceh Tamiang yang Tetap Penuhi Panggilan Haji

Kisah Hartati, Korban Banjir Aceh Tamiang yang Tetap Penuhi Panggilan Haji

Sabtu (16/05/2026) - 22:18 WIB
Muhammad Amin dan Istri Wujudkan Impian Haji dari Hasil Jualan Ikan dan Kacang Asin

Muhammad Amin dan Istri Wujudkan Impian Haji dari Hasil Jualan Ikan dan Kacang Asin

Kamis (14/05/2026) - 17:18 WIB
Putra Laweung Penerima Beasiswa BIB-LPDP Raih Gelar Doktor Pengkajian Islam di UIN Jakarta

Putra Laweung Penerima Beasiswa BIB-LPDP Raih Gelar Doktor Pengkajian Islam di UIN Jakarta

Rabu (13/05/2026) - 14:35 WIB
Hilal di Bawah Ufuk, Kemenag Aceh: Awal Ramadan Diperkirakan Kamis

Kemenag Aceh Gelar Rukyatul Hilal Iduladha 1447 H di Observatorium Tgk Chik Kuta Karang

Rabu (13/05/2026) - 13:41 WIB
BKKBN Aceh Lantik Enam Penata KKB, Dorong Layanan Bangga Kencana Lebih Profesional

BKKBN Aceh Lantik Enam Penata KKB, Dorong Layanan Bangga Kencana Lebih Profesional

Selasa (12/05/2026) - 21:54 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.