Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

China Pastikan Pakta Keamanan dengan Kepulauan Solomon tak Ancam Australia

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (12/05/2022) - 18:04 WIB
in INTERNASIONAL
0
Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

PM Australia menyebut campur tangan China di Pasifik pasti memiliki konsekuensi.

 CANBERRA — Duta Besar China untuk Australia, Xiao Qian, mengatakan, keterlibatan Beijing dengan negara-negara kepulauan Pasifik Selatan tidak menimbulkan ancaman bagi Australia. Pernyataan Xiao menanggapi kekhawatiran bahwa Beijing akan membangun pijakan militer di Kepulauan Solomon.


Dalam sebuah opini di sebuah surat kabar yang diterbitkan pada Kamis (12/5/2022), Xiao berusaha meyakinkan Australia bahwa kerja sama China dengan negara-negara kepulauan Pasifik Selatan tidak akan mengancam keamanan. Opini ini terbit bersamaan dengan munculnya laporan rencana perjalanan delegasi tingkat tinggi China ke Kepulauan Solomon, setelah menandatangani pakta keamanan bilateral.


“Kerja sama antara China dan negara-negara kepulauan Pasifik Selatan kondusif bagi kesejahteraan rakyat di kedua sisi, kemakmuran dan stabilitas regional, serta sama sekali tidak akan mengancam keamanan Australia,” tulis Xiao dalam The Australian Financial Review.


“Kebangkitan China seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman bagi Australia,” tulis Xiao, yang tidak menyebutkan secara spesifik Kepulauan Solomon atau pakta keamanan.


Perdana Menteri Australia Scott Morrison, mengatakan, campur tangan pemerintah China di Pasifik pasti memiliki konsekuensi. “Saya pikir itu konsekuensi yang besar. Saya mendukung kepentingan nasional Australia, bukan pandangan pemerintah China tentang apa itu kepentingan nasional, apakah itu di Australia atau di seluruh Pasifik, dan itulah mengapa saya selalu mengambil sikap yang sangat kuat mengenai hal ini,” ujar Morrison.


Australia dan sekutunya termasuk Amerika Serikat khawatir pakta keamanan China dan Kepulauan Solomon akan mengancam stabilitas. Dengan pakta keamanan tersebut, China dapat mendirikan pangkalan angkatan laut dengan jarak kurang dari 2.000 kilometer di lepas pantai timur laut Australia.


Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare telah menyatakan bahwa, tidak akan ada pangkalan militer Cina di negaranya. Sementara China juga telah membantah akan mendirikan pangkalan militer di Kepulauan Solomon.


Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berencana melakukan perjalanan ke Kepulauan Solomon. Kementerian Luar Negeri China sejauh ini belum memberikan komentar terkait rencana perjalanan Wang. Namun aggota parlemen oposisi Kepulauan Solomon dan ketua komite hubungan luar negeri parlemen, Peter Kenilorea, mengatakan, kunjungan itu dapat dilakukan akhir pekan depan.


Dalam pidatonya pada Rabu (11/5/2022), Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce menuduh China mengikuti jalur strategis serupa dengan Jepang, ketika mulai membangun lapangan terbang di Kepulauan Solomon selama Perang Dunia II. Lapangan terbang yang dibangun Jepang mengancam keamanan Amerika Serikat dan Australia. Lapangan terbang tersebut menjadi target Pertempuran Guadalcanal, atau serangan darat besar pertama AS terhadap pasukan Jepang.


“Keinginan mereka (China) untuk memiliki pangkalan militer sangat jelas. Mereka memulai proses dengan mengepung Australia dan ada keinginan untuk mengintimidasi Australia,” kata Joyce.


Australia memiliki pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon. Pada November tahun lalu, Australia mengirim pasukan polisi penjaga perdamaian ke Ibu Kota, Honiara, setelah terjadi kerusuhan sipil.

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: australiachinakeamanan bilateralkepulauan solomonpakta keamanan china solomon
ShareTweetPin
Previous Post

Sabri Badruddin: Ruang Terbuka Hijau di Banda Aceh Masih 13 Persen

Next Post

Kemendagri Diminta Konsisten dalam Penunjukan Penjabat Kepala Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

30 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Belajar Bahasa Arab Gratis di LIPIA

30 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Belajar Bahasa Arab Gratis di LIPIA

Senin (19/10/2026) - 15:47 WIB
Ruang Ayah Hadir di Banda Aceh, Dorong Ayah Lebih Terlibat dalam Pengasuhan Anak

Ruang Ayah Hadir di Banda Aceh, Dorong Ayah Lebih Terlibat dalam Pengasuhan Anak

Senin (19/10/2026) - 15:37 WIB
Evaluasi TKD di Takengon, Safrizal Dorong Percepat Realisasi hingga 50 Persen di Akhir Oktober

Pemulihan Pascabencana Aceh Berlanjut, 18.916 Unit Huntara Rampung Dibangun

Senin (19/10/2026) - 15:19 WIB
Bekas Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia

Bekas Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia

Senin (19/10/2026) - 14:56 WIB
BPMA Pacu Pengembangan Potensi Gas Aceh Blok Singkil dan Meulaboh

BPMA Pacu Pengembangan Potensi Gas Aceh Blok Singkil dan Meulaboh

Minggu (18/10/2026) - 21:02 WIB
Gubernur Mualem Minta Bupati/Wali Kota se-Aceh Siapsiaga Hadapi Potensi Bencana

Mualem Imbau Masyarakat Aceh Waspadai Dampak Kabut Asap Karhutla

Jumat (16/10/2026) - 20:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.