Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Burung Madu Babar: Spesies Baru dari Kepulauan Maluku Barat Daya

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (26/03/2025) - 17:12 WIB
in DAERAH
0
Burung Madu Babar: Spesies Baru dari Kepulauan Maluku Barat Daya

#image_title

 

  • Ilmuwan lintas negara berhasil menemukan spesies baru burung madu babar (Myzomela babarensis) di Pulau Babar, Maluku Barat Daya.
  • Sebelumnya burung ini dianggap sebagai bagian dari dua sub spesies Myzomela boiei (Myzomela banda) yang mendiami tiga kelompok pulau terpencil di timur Indonesia: Kepulauan Banda, Kepulauan Tanimbar, dan Pulau Babar.
  • Berdasarkan tinjauan taksonomi secara mendalam, menunjukkan bahwa burung-burung di Pulau Babar memiliki perbedaan mencolok dalam kicauan mereka dibandingkan dengan populasi di Kepulauan Tanimbar dan Banda, yang sebelumnya dianggap sama.
  • Sebagai spesies endemik yang ada di Pulau Babar, burung menawan ini juga kemungkinan mendiami lima pulau satelit kecil di sekitarnya, dan mampu beradaptasi dengan baik terhadap degradasi habitat dan umum ditemukan di berbagai jenis hutan, termasuk lahan pertanian yang kurang produktif.

 

Awal Maret 2025, tim ornitolog internasional mengumumkan penemuan spesies burung baru yang menakjubkan di wilayah Indonesia Timur. Burung yang diberi nama Myzomela babarensis atau Myzomela Babar, ditemukan di Pulau Babar, Kepulauan Maluku Barat Daya yang terpencil.

Tim peneliti yang terdiri ilmuwan lintas negara yakni Malaysia, India, Inggris, dan Amerika Serikat tersebut menerbitkan hasil temuannya dengan judul “A Taxonomic Revision of Banda Myzomela Myzomela boiei (S.Muller 1843), Including the Description of a New Species from Babar Island, Indonesia” (2025), di Bulletin of the British Ornithologists Club.

Spesies baru ini merupakan bagian dari genus Myzomela, yang dikenal sebagai burung madu dengan warna-warni cerah. Sebelumnya, burung ini dianggap sebagai bagian dari dua subspesies Myzomela boiei (Myzomela banda) yang mendiami tiga kelompok pulau terpencil di timur Indonesia: Kepulauan Banda, Kepulauan Tanimbar, dan Pulau Babar.

Namun, dalam penelitian terbaru ini berhasil diungkap perbedaan signifikan yang membenarkan statusnya sebagai spesies tersendiri. Para peneliti yang dipimpin Alex Berryman, ilmuwan dari Birdlife International, melakukan tinjauan taksonomi mendalam terhadap populasi Myzomela boiei. Mereka memeriksa spesimen museum, rekaman suara, dan melakukan eksperimen pemutaran suara.

Baca: Inspirasi Burung Hantu pada Teknologi Peredam Suara

 

Spesies baru burung madu babar (Myzomela babarensis) di Pulau Babar, Maluku Barat Daya. Foto: James A. Eaton/Bulletin of the British Ornithologists Club

 

Hasilnya menunjukkan, burung-burung di Pulau Babar memiliki perbedaan mencolok dalam kicauan mereka dibandingkan dengan populasi di Kepulauan Tanimbar, yang sebelumnya dianggap sama. Kicauan atau lagu yang kompleks dari Myzomela Babar kemungkinan berfungsi sebagai penghalang untuk pengenalan pasangan dan reproduksi, yang mengindikasikan bahwa ini adalah spesies yang berbeda.

“Dalam publikasi terbaru ini, kami menyarankan agar ketiga populasi tersebut diakui sebagai spesies terpisah, masing-masing dinamai sesuai pulau tempat mereka ditemukan, yakni Myzomela Banda, Myzomela Babar, dan Myzomela Tanimbar,” jelas Alex Berryman, dikutp dari BirdLife.

Dalam publikasi itu dijelaskan, selain perbedaan suara, Myzomela babarensis juga menunjukkan ciri fisik khas. Burung ini sedikit lebih besar dari Myzomela boiei annabellae yang ditemukan di Kepulauan Tanimbar, dengan ekor sekitar 10% lebih panjang dan kemungkinan memiliki lebih banyak warna merah/scarlet di punggungnya.

Burung-madu dari genus Myzomela umumnya dikenal sebagai pemakan nektar dan mereka memainkan peran penting dalam ekosistem pulau sebagai penyerbuk tumbuhan. Beberapa spesies dalam genus ini juga, termasuk Myzomela babarensis, memakan invertebrata kecil. Mengingat Myzomela babarensis sebagai pemakan nektar, maka burung-burung ini berperan sebagai penyerbuk bagi flora lokal di Pulau Babar.

Baca: Sudah Satu Abad, Sikatan Aceh Tak Kunjung Terlihat

 

Burung madu Myzomela boiei yang mendiami Kepulauan Tanimbar. Foto: James A. Eaton/Bulletin of the British Ornithologists Club

 

Habitat di Pulau Kecil

Pulau Babar adalah pulau kecil seluas 32 km yang terletak di wilayah Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. Sebagai spesies endemik, burung menawan ini juga kemungkinan mendiami lima pulau satelit kecil di sekitarnya. Status endemik berarti bahwa Myzomela babarensis secara alami hanya ditemukan di wilayah geografis yang terbatas, sehingga menjadikannya lebih rentan terhadap berbagai ancaman.

Habitat Myzomela babarensis meliputi berbagai jenis hutan. Menariknya, berdasarkan penelitian tersebut, spesies ini menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dengan lahan pertanian yang telah mengalami degradasi. Toleransi terhadap berbagai kondisi habitat, termasuk area yang telah dimodifikasi oleh aktivitas manusia, menjadi salah satu faktor yang berkontribusi pada status konservasinya saat ini.

Meskipun memiliki wilayah jelajah kecil, Myzomela babarensis tampaknya mampu beradaptasi dengan baik terhadap degradasi habitat dan umum ditemukan di berbagai jenis hutan, termasuk lahan pertanian yang kurang produktif. Berdasarkan adaptabilitas ini, para peneliti menyarankan agar Myzomela babarensis, bersama dengan dua spesies lainnya dari kelompok boiei, tetap dikategorikan sebagai “Least Concern” (Risiko Rendah) dalam Daftar Merah IUCN.

“Kami menyarankan agar Myzomela boiei, Myzomela annabellae, dan Myzomela babarensis lebih baik dipertimbangkan sebagai Least Concern,” ungkap Alex Berryman, dikutip dari sci.news.

Baca juga: Melacak Burung Pitta: Spesies yang Terancam Hilang dari Pulau Sangihe

 

Burung madu Myzomela boiei yang berada di Kepulauan Banda. Foto: Andrew J. Spencer/Bulletin of the British Ornithologists Club

 

Potensi ancaman

Meskipun saat ini dianggap berisiko rendah, penting untuk mempertimbangkan potensi ancaman spesies ini di masa depan. Secara umum, burung-burung di Indonesia menghadapi berbagai ancaman, termasuk degradasi dan kehilangan habitat akibat deforestasi dan konversi lahan, terlebih di pulau sekecil Pulau Babar.

Perdagangan satwa liar ilegal dan perburuan juga menjadi ancaman signifikan bagi banyak spesies burung di Indonesia. Jika Myzomela babarensis memiliki ciri-ciri yang menarik bagi kolektor atau pedagang burung, ia bisa menjadi target kedepannya. Selain itu, perubahan iklim juga merupakan ancaman global yang dapat memengaruhi ekosistem pulau-pulau kecil dan berpotensi berdampak pada spesies seperti Myzomela babarensis dalam jangka panjang.

Penemuan Myzomela babarensis menunjukkan betapa kayanya keanekaragaman hayati Indonesia, terutama di kawasan Timur Indonesia, yang masih berpeluang ditemukannya jenis burung baru. Mengingat, belum banyak misteri keragaman hayati yang terkuak dan pentingnya penelitian berkelanjutan untuk mengungkap spesies-spesies yang belum dikenal.

 

Dewi Malia Prawiradilaga akan Terus Menemukan Jenis Burung Baru

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Ekspor Tuna Morotai Terus Naik, Infrastruktur Minim

Next Post

Kemenag Aceh: Idulfitri Diprediksi Serentak 31 Maret 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Jumat (26/06/2026) - 22:33 WIB
Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Jumat (26/06/2026) - 17:29 WIB
Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Jumat (26/06/2026) - 17:25 WIB
Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Jumat (26/06/2026) - 17:22 WIB
Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.