Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Bahan Baku Melimpah, Aktivitas Eskpor Barang di Pelabuhan Aceh Malah Lesu

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (11/08/2022) - 14:45 WIB
in DAERAH
0
Bahan Baku Melimpah, Aktivitas Eskpor Barang di Pelabuhan Aceh Malah Lesu

Aktivitas bongkar muat ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (20/10). Foto: Republika/Yasin Habibi

BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh, Safuad, mengatakan aktivitas ekspor-impor di pelabuhan Aceh tak seramai daerah lain di Indonesia. Padahal Aceh memilki banyak bahan baku yang dapat dikirim ke berbagai negara.

“Ada beberapa faktor yang menjadi kendala ekspor sejumlah barang dari Aceh. Diantaranya terkait Gudang penyimpanan, transportasi pengangkut dan administrasi,” ujar Safuadi di Banda Aceh, Kamis (11/8/2022).

Ia menyebutkan, di Aceh bahan baku sangat banyak, tapi sayangnya kosolidator tidak bekerja. Tidak ada yang berfungi melakukan konsolidasi, sehingga ini yang harus dibangun di Aceh bagaimana kemudian ekspor harus banyak syarat yang harus dipenuhi.

Safuadi mengatakan, ekspor logistik maka Aceh harus mempunyai Gudang yang layak, lalu ketersediaan alat angkut barang hingga proses administrasi yang juga termasuk konsolidasi yang bertugas melakukan konsolidasi.

“Di Kota Lhokseumawe kita perlu bangun konsolidator yang mengkonsolidasi barang dari kecamatan,” katanya.

Kemudian pemerintah daerah harus bisa membangun gudang untuk penyimpanan barang. Seorang pengusaha tidak akan sanggup membangun gudang lantaran barang yang dia punya hanya setengah dari isi gudang tersebut. Setelah dibangun barulah disewakan kepada yang menginginkan.

“Ini yang belum banyak berjalan di Aceh. Barang yang terkonsolidasi di berbagai kecamatan dikonsolidasikan di situ baru kita minta kapal datang untuk menjemput,” ujarnya.

Safuadi menjelaskan, persoalan lain terjadinya kendala ekspor di Aceh karena saat kapal membawa barang keluar, ketika kembali kapal tersebut kapal tersebut tidak mengangkut apapun alias pulang kosong.

“Kegiatan penyangga aktivitas industri lain tidak kita bangun. Contoh pembuat tong sampah, tisu, plastik tidak ada Aceh. Kalau ada pabrik, berangkat barang, pulang bawa bahan baku,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jika ekspor itu dilakukan satu arah maka yang bakal menanggung beban adalah pengirimnya. Akibatnya, harga menjadi mahal. Oleh karena itu faktor-faktor inilah yang perlu dibangun dan dikonsolidasikan.

“Bagaimana kemudian Pemerintah Aceh punya tanggungjawab untuk mendorong agar industri yang menghasilkan nilai tambah dibangun di sini,” pungkasnya.[]

Tags: ekonomiekspor imporkanwil bea cukai acehpelabuhan aceh
ShareTweetPin
Previous Post

Universitas Syiah Kuala Luluskan 1.405 Wisudawan

Next Post

Universitas Syiah Kuala Peringkat Delapan PTN Terbaik Indonesia Versi Webometrics

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea

Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea

Selasa (06/10/2026) - 17:40 WIB
Wagub Dek Fadh Tinjau Sejumlah Infrastruktur dan Kondisi Sungai di Bireuen-Aceh Utara

Wagub Dek Fadh Tinjau Sejumlah Infrastruktur dan Kondisi Sungai di Bireuen-Aceh Utara

Selasa (06/10/2026) - 17:34 WIB
Kejari Banda Aceh Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Pengelolaan Beasiswa BPSDM

Kejari Banda Aceh Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Pengelolaan Beasiswa BPSDM

Selasa (06/10/2026) - 17:30 WIB
Lewat Bunda Bercerita, Nuri Farisal Tumbuhkan Minat Baca Anak Sabang

Lewat Bunda Bercerita, Nuri Farisal Tumbuhkan Minat Baca Anak Sabang

Selasa (06/10/2026) - 17:17 WIB
Aceh Tak Mau Lagi Hanya Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun

Aceh Tak Mau Lagi Hanya Jual Bahan Mentah, AEDF 2026 Siapkan Roadmap Investasi 20 Tahun

Selasa (06/10/2026) - 15:07 WIB
UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

Selasa (06/10/2026) - 15:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.