Rabu, September 9, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Aturan Taliban Wajibkan Burqa Bagi Perempuan Tuai Kecaman

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (09/05/2022) - 01:05 WIB
in INTERNASIONAL
0
Perempuan mengenakan burqa, ilustrasi

Dekrit Taliban menyerukan agar perempuan mengenakan burqa jika keluar rumah

KABUL — Taliban pada Sabtu (7/5/2022) memerintahkan semua perempuan di Afghanistan untuk mengenakan pakaian yang menutup kepala sampai ujung kaki atau burqa, jika keluar rumah. Itu adalah aturan lama yang pernah diberlakukan oleh Taliban ketika berkuasa di Afghanistan periode 1995-2001, sebelum datangnya pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat (AS). 


Misi Bantuan PBB di Afghanistan sangat prihatin dengan aturan baru Taliban tersebut. “Keputusan ini bertentangan dengan banyak jaminan mengenai penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia semua warga Afghanistan, termasuk perempuan dan anak perempuan, yang telah diberikan kepada masyarakat internasional oleh perwakilan Taliban selama diskusi dan negosiasi selama dekade terakhir,” ujar pernyataan misi bantuan PBB tersebut.


Pada Sabtu, Taliban mengeluarkan dekrit yang menyerukan agar perempuan mengenakan burqa jika keluar rumah. Penjabat Menteri Kebajikan Taliban, Khalid Hanafi, mengatakan, aturan penggunaan burqa bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada wanita Afghanistan.


“Kami ingin saudara perempuan kami hidup dengan bermartabat dan aman,” kata Hanafi.


Tetapi dekrit itu tidak mendapat dukungan luas di antara kepemimpinan Taliban yang terbagi dua golongan, yaitu pragmatis dan garis keras. Keputusan itu dapat mengganggu upaya Taliban untuk mendapatkan pengakuan dari calon donor internasional, ketika Afghanistan terperosok dalam krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.


“Untuk semua perempuan Afghanistan yang bermartabat, mengenakan hijab itu perlu dan hijab terbaik adalah chadori (burqa dari kepala sampai ujung kaki) yang merupakan bagian dari tradisi kami dan dihormati. Perempuan-perempuan yang tidak terlalu tua atau muda harus menutup wajah, kecuali mata mereka.  Prinsip-prinsip Islam dan ideologi Islam lebih penting bagi kami daripada yang lainnya,” ujar seorang pejabat dari Kementerian Kebajikan di bawah kepemimpinan Taliban, Shir Mohammad. 


Peneliti senior Afghanistan, Heather Barr dari Human Rights Watch mendesak masyarakat internasional untuk memberikan tekanan terkoordinasi pada Taliban. “(Ini) perlu tanggapan yang serius dan strategis terhadap meningkatnya serangan Taliban terhadap hak-hak perempuan,” ujarnya.


Sementara, Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih mengutuk keputusan Taliban dan mendesak mereka untuk membatalkannya. “Kami sedang mendiskusikan ini dengan negara dan mitra lain.  Legitimasi dan dukungan yang dicari Taliban dari komunitas internasional bergantung sepenuhnya pada perilaku mereka, khususnya kemampuan mereka untuk mendukung komitmen yang dinyatakan dengan tindakan,” katanya dalam sebuah pernyataan.  


Taliban digulingkan oleh koalisi pimpinan AS pada 2001, karena menyembunyikan pemimpin Alqaeda Osama bin Laden. Taliban kembali berkuasa pada Agustus tahun lalu, bertepatan dengan kepergian pasukan asing pimpinan AS dari Afghanistan.


Sejak mengambil alih kekuasaan, para pemimpin Taliban berselisih pendapat saat mereka berjuang untuk transisi dari perang ke pemerintahan. Ini memiliki garis keras mengadu melawan yang lebih pragmatis di antara mereka.


Pada Ahad (8/5) di Ibu Kota, Kabul, banyak perempuan di jalan mengenakan jilbab besar yang sama seperti sebelumnya. Mereka di Bandara Internasional Kabul tanpa pendamping kerabat laki-laki. Sementara di Kota Kabul, masih terlihat perempuan naik bus kecil sendirian tanpa pendamping. Sebelumnya Taliban menyerukan agar setiap perempuan yang keluar rumah didampingi oleh kerabat laki-laki. 


Seorang juru bicara dari Pangea, sebuah organisasi non-pemerintah Italia yang telah membantu perempuan selama bertahun-tahun di Afghanistan, mengatakan, keputusan penggunaan burqa akan sangat sulit diterima. Hal itu karena sebagian besar perempuan Afghanistan telah hidup dalam kebebasan selama 20 tahun terakhir.


“Dalam 20 tahun terakhir, mereka telah memiliki kesadaran hak asasi manusia, dan dalam rentang beberapa bulan telah kehilangan itu. Sangat dramatis bagi mereka untuk (saat ini) memiliki kehidupan yang tidak ada sebelumnya,” ujar juru bicara Pangea, Silvia Redigolo.


Taliban memberlakukan aturan yang menuai kecaman dan dinilai melanggar kebebasan perempuan, sejak kembali mengambil alih Kabul. Taliban melarang anak perempuan usia sekolah menengah kembali ke kelas. Sementara sebagian besar provinsi menutup lembaga pendidikan untuk anak perempuan dan perempuan. Namun di Kabul, sekolah dan universitas swasta tetap beroperasi. 

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: Afghanistanburqaperempuan afghanistantalibantaliban wajibkan burqa
ShareTweetPin
Previous Post

BNPB Pantau Prokes di Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Merak

Next Post

Ekonomi Belum Pulih, Arus Mudik dan Balik di Terminal Kampung Rambutan Sepi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Toyota Space 2026 Hadir di Suzuya Mall Banda Aceh, Tawarkan Promo dan Doorprize Menarik

Toyota Space 2026 Hadir di Suzuya Mall Banda Aceh, Tawarkan Promo dan Doorprize Menarik

Rabu (09/09/2026) - 16:09 WIB
Pemprov Aceh Pacu Aturan Payung Hukum Rute Kapal Krueng Geukueh–Penang  ‎

Pemprov Aceh Pacu Aturan Payung Hukum Rute Kapal Krueng Geukueh–Penang ‎

Senin (07/09/2026) - 22:08 WIB
BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen dan Aceh Timur

BPMA Percepat Legalisasi Sumur Minyak Masyarakat di Bireuen dan Aceh Timur

Senin (07/09/2026) - 22:05 WIB
Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Medco Susah Payah Kalahkan Editor FC di Laga Final Migas Cup 2026

Sabtu (05/09/2026) - 20:32 WIB
Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Pidie Jadi Pilot Project, 95 Hektare Sawah Rusak Berat Ditargetkan Rampung 30 Hari

Sabtu (05/09/2026) - 10:45 WIB
BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

BPMA Gelar Migas Cup 2026, Bangun Kebersamaan Lintas Industri dan Media

Jumat (04/09/2026) - 21:47 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.