Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Atur Jarak Lahir Antar Anak Bisa Cegah Stunting

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (07/08/2023) - 07:26 WIB
in NASIONAL
0
Pemerintah menjalankan beragam cara dan pendekatan untuk menekan laju stunting di tanah air.

#image_title

MAKASSAR — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin menghimbau masyarakat, khususnya pasangan usia subur (PUS) untuk mengatur kelahiran anak secara sehat guna mencegah stunting pada anak dengan menggunakan alat kontrasepsi.

“Penting menjaga jarak kelahiran anak, agar kelak anak-anak bertumbuh dan berkembang dengan baik,” kata Shodiqin disela pengarahan kegiatan Promosi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah khusus bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Hj Aliyah Mustika Ilham di Pulau Barang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Ahad (6/8/2023).

Dia mengatakan, dengan menggunakan KB, resiko lahir bayi stunting dapat kita cegah, sebab dengan mengatur kelahiran anak, ibu-ibu dan bapak-bapak akan memilik banyak waktu dan kesempatan untuk memaksimalkan pengasuhan anak, ASI eksklusi bisa maksimal diberikan dan kesehatan ibu juga bisa meningkat.

Shodiqin menyebutkan ada tujuh jenis alat kontrasepsi modern yang disediakan pemerintah melalui BKKBN, yaitu metode kontrasepsi jangka pendek meliputi pil KB, suntik KB dan kondom. Kemudian metode kontrasepsi jangka panjang meliputi IUD, implat atau susuk KB, vasektomi dan tubektomi.

Data Sensus Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 angka prevalensi stunting Sulsel sebesar 27,2 persen, angka ini masih di atas nasional yaitu 21,6 persen, sedangkan Kota Makassar 18,4 persen.

“Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar atas kesuksesan menurunkan angka stunting dan termasuk terendah kedua di Sulsel setelah Kabupaten Barru,” ungkapnya.

Selain mengatur kelahiran anak, pola asuh dan pola makan juga perlu di perhatikan agar anak tidak lahir stunting. Asupan makanan bergizi dimaksimalkan di 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak dimulai saat dalam kandungan, bahkan saat sebelum menikah, 3 bulan gizi ibu harus disiapkan dan memperhatikan usia ideal menikah, yakni wanita 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.

Menurut dia, program KB menjadi kunci penting dalam menurunkan angka stunting. Untuk itu BKKBN terus berupaya meningkatkan kesertaan ber-KB masyarakat dan menghindari kehamilan berisko yaitu terlalu muda melahirkan di bawah 20 tahun, terlalu tua melahirkan diatas 35 tahun, terlalu rapat melahirkan di bawah 2 tahun, dan terlalu sering melahirkan.

Salah satu faktor penyebab tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) adalah faktor 4 terlalu (terlalu muda melahirkan, terlalui tua melahirkan, terlalu sering atau dekat jarak melahirkan, serta terlalu banyak anak), selain itu pernikahan pada usia dini juga berpotensi melahirkan anak stunting.

Dengan Program KB, angka kematian ibu dan bayi bisa kita turunkan bersama, status kesehatan ibu dan anak meningkat terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan dan menjarangkan jarak kelahiran anak.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: angka prevalensi stuntingasibayiHPKmpasistunting
ShareTweetPin
Previous Post

Walhi Kritik Pedas Kebijakan Perdagangan Karbon

Next Post

Pengalihan Air Banjir ke Pemukiman Picu Kemarahan Warga Cina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Rektor UIN Ar-Raniry Titip Pesan ke Mahasiswa BEM SI: Jaga Perdamaian Aceh

Rektor UIN Ar-Raniry Titip Pesan ke Mahasiswa BEM SI: Jaga Perdamaian Aceh

Selasa (20/10/2026) - 14:00 WIB
Iskada Aceh Gelar Muktamar VI pada November 2026, Bahas Arah Dakwah Periode Mendatang

Iskada Aceh Gelar Muktamar VI pada November 2026, Bahas Arah Dakwah Periode Mendatang

Selasa (20/10/2026) - 13:56 WIB
Kepala BPMA Salurkan Santunan Anak Yatim dan Bantuan untuk Balai Pengajian di Aceh Timur

Kepala BPMA Salurkan Santunan Anak Yatim dan Bantuan untuk Balai Pengajian di Aceh Timur

Selasa (20/10/2026) - 13:49 WIB
Basarnas Cari Warga Terseret Arus Sungai di Aceh Jaya

Basarnas Cari Warga Terseret Arus Sungai di Aceh Jaya

Senin (19/10/2026) - 21:26 WIB
Pemko Sabang Bangun 30 Rumah Duafa dan Permudah Penyaluran Zakat

Pemko Sabang Bangun 30 Rumah Duafa dan Permudah Penyaluran Zakat

Senin (19/10/2026) - 19:52 WIB
KOMA Kecam Upaya Take Down Berita Karhutla, Blackout dan Demo Data Center

KOMA Kecam Upaya Take Down Berita Karhutla, Blackout dan Demo Data Center

Senin (19/10/2026) - 19:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.