Banda Aceh – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) kapal tanker asing MT Unity yang mengalami kondisi darurat medis di perairan Samudera Hindia, wilayah Provinsi Aceh, Rabu malam (28/1/2026).
Korban diketahui bernama Siniatkin Viktor (32), warga negara Rusia, yang bekerja di kapal tanker jenis crude oil tanker berbendera Gambia tersebut. Ia dilaporkan mengalami amputasi jari dan membutuhkan penanganan medis segera di fasilitas kesehatan darat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan pihaknya menerima permintaan evakuasi medis dari kapal melalui agen pelayaran pada pukul 21.10 WIB.
“Informasi kami terima dari agen kapal bahwa seorang kru mengalami kondisi medis serius sehingga membutuhkan evakuasi segera. Setelah berkoordinasi, tim langsung kami kerahkan untuk melakukan medevac,” ujar Al Hussain, Kamis (29/1/2026).
Operasi penyelamatan dilakukan di koordinat 5°45’4.30”N – 95°28’3.50”E, sekitar 7 mil laut dengan radial 352 derajat arah utara dari titik keberangkatan.
Pada pukul 22.25 WIB, tim SAR gabungan bertolak dari Pelabuhan Ulee Lheue menggunakan KN SAR Kresna 232 menuju titik pertemuan (intercept) dengan kapal MT Unity, yang sedang berlayar dari Rusia menuju Singapura.
Sekitar 22.50 WIB, korban berhasil dievakuasi dari kapal tanker ke KN SAR Kresna. Selanjutnya korban dibawa menuju daratan.
“Proses evakuasi berjalan lancar meskipun dilakukan pada malam hari di laut lepas. Korban langsung kami tangani di kapal SAR sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Al Hussain.
KN SAR Kresna tiba kembali di Pelabuhan Ulee Lheue pukul 23.30 WIB. Korban kemudian dirujuk menggunakan ambulans menuju RSUD Zainal Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pada 23.40 WIB, operasi SAR diusulkan untuk ditutup setelah seluruh proses evakuasi dinyatakan selesai dan semua unsur kembali ke instansi masing-masing.[]








