Banda Aceh – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Aceh bekerja sama dengan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sekaligus mengimplementasikan program Duta GenRe Aceh melalui model RANUP (Remaja Aktif Naikkan Usia Perkawinan). Kegiatan yang berlangsung di Kampus UUI itu diikuti oleh 32 mahasiswa terpilih.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, serta pencegahan stunting sejak usia remaja. Para peserta diproyeksikan menjadi fasilitator sebaya yang akan memberikan edukasi di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengatakan penguatan PIK-R di lingkungan perguruan tinggi sangat penting agar informasi terkait kesehatan reproduksi dapat disampaikan secara efektif melalui pendekatan teman sebaya.
“Remaja adalah agen perubahan. Dengan kapasitas yang tepat, mereka bisa menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi dan pentingnya merencanakan masa depan,” kata Safrina, Selasa (28/7/2026).
Safrina menegaskan, keberadaan PIK-R di kampus diharapkan mampu menjadi ruang edukasi yang dekat dengan remaja sehingga berbagai isu mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, dan pembentukan keluarga berkualitas dapat dipahami sejak dini.
Melalui kegiatan ini, kapasitas PIK-R UUI yang telah memiliki legalitas melalui Surat Keputusan Rektor dengan nama SEHATI UUI (Sentra Edukasi, Harmoni, dan Inspirasi) semakin diperkuat sebagai wadah edukasi dan konseling bagi mahasiswa.
Sementara itu, Duta GenRe Aceh, Aulya Gifar Firnanda, menjelaskan bahwa fokus utama implementasi program RANUP adalah meningkatkan pemahaman remaja mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP).
“Implementasi program RANUP diharapkan menjadi instrumen efektif untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan serta mencegah Triad Kesehatan Reproduksi Remaja, yaitu seks pranikah, penyalahgunaan NAPZA, dan pernikahan usia dini,” ujar Aulya.
Selain memperoleh materi terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga, 32 peserta juga dibekali keterampilan public speaking, teknik konseling sebaya, serta advokasi. Pembekalan tersebut bertujuan agar mereka mampu menjadi agent of change yang aktif mengedukasi sesama remaja dengan pendekatan dan bahasa yang mudah dipahami.
Rektor UUI turut menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan SEHATI UUI sebagai PIK-R di lingkungan kampus. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara sehat, berkarakter, dan memiliki kesiapan dalam merencanakan masa depan.
Melalui kolaborasi tersebut, BKKBN Aceh dan UUI menegaskan komitmen bersama untuk mencetak generasi muda Aceh yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Penguatan peran remaja melalui PIK-R dan program GenRe diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.[]










