Minggu, Juni 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home PEMERINTAH ACEH

Revisi UUPA, Sekda Nasir: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (20/06/2026) - 11:43 WIB
in PEMERINTAH ACEH
0
Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wagub Fadhlullah, dan Sekda M. Nasir. Foto: Humas Aceh

Jakarta – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) merupakan instrumen penting untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, saat menerima Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai Tokoh Inspiratif Nasional 2026 di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Nasir mengatakan Dana Otsus telah menjadi salah satu faktor utama dalam mendorong pembangunan Aceh pascakonflik dan bencana tsunami, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Dana Otsus adalah instrumen penting dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh. Itulah sebabnya Gubernur Mualem berupaya keras memperjuangkan Dana Otsus,” kata Nasir.

Menurutnya, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Aceh untuk fokus mendukung percepatan revisi UUPA.

“Kita semua di Pemerintah Aceh wajib menjalankan instruksi Gubernur Mualem. Seluruh komponen masyarakat Aceh memberi dukungan kepada Gubernur Mualem, termasuk dari DPR Aceh,” ujarnya.

Menanggapi pandangan yang menyebut Dana Otsus belum berdampak terhadap penurunan kemiskinan, Nasir meminta agar penilaian dilakukan berdasarkan data dan fakta.

Ia menjelaskan, saat Dana Otsus mulai dikucurkan pada 2008, angka kemiskinan Aceh berada di kisaran 28 persen. Bahkan, jika memperhitungkan dampak tsunami, angka tersebut diperkirakan mencapai sekitar 32 persen.

“Kurun waktu 18 tahun, angka kemiskinan Aceh turun sekitar 16 persen. Aceh memulai pembangunan dari kondisi yang sangat berat akibat konflik berkepanjangan dan bencana tsunami,” katanya.

Saat ini, lanjut Nasir, angka kemiskinan Aceh berada di kisaran 12 persen. “Saat ini angka kemiskinan sekitar 12 persen, artinya penurunannya mencapai 16 hingga 20 persen. Itu sangat signifikan,” ujarnya.

Pemerintah Aceh menargetkan angka kemiskinan turun hingga 6 persen pada 2030, sejalan dengan arah pembangunan nasional. Untuk mencapai target tersebut, Aceh mengusulkan penguatan Dana Otsus sebesar 2,5 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) nasional melalui revisi UUPA.

“Karena itu, dukungan Dana Otsus sangat penting. Kita meminta Dana Otsus 2,5 persen dari Dana Alokasi Umum nasional,” kata Nasir.

Selain berkaitan dengan pengentasan kemiskinan, revisi UUPA juga dinilai memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran melalui penguatan pengelolaan sumber daya alam di Aceh.

Menurut Nasir, hal tersebut sejalan dengan program hilirisasi yang menjadi agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dan diterjemahkan dalam visi serta misi pasangan Mualem–Dek Fadh.

Ia mencontohkan pengembangan sektor minyak dan gas bumi di kawasan Andaman yang berkaitan erat dengan pengaturan migas dalam UUPA. Saat ini, proyek tersebut tengah berproses di Lapangan Gas Tangkulo pada Wilayah Kerja South Andaman (Blok Andaman).

Nasir menjelaskan, SKK Migas dan Mubadala Energy menginginkan gas dan kondensat diproses melalui fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) di South Andaman sebelum disalurkan ke Onshore Receiving Facilities (ORF) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe.

Namun demikian, Pemerintah Aceh menginginkan proses pengolahan dilakukan di darat, khususnya di KEK Arun, karena dinilai memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

“Pengolahan di darat sangat efektif mengaktifkan industri pupuk dan petrokimia lokal serta multiplier effect lainnya. Fasilitas darat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan fasilitas terapung yang sangat terisolasi di lepas pantai,” ujar Nasir.

Selain membuka lapangan kerja yang lebih luas, pengolahan migas di darat juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan berbagai sektor industri turunan dan usaha pendukung lainnya.

“Fasilitas di darat dapat mendorong multiplier effect ekonomi dengan bertumbuhnya sektor-sektor industri lainnya serta membuka lapangan usaha baru. Jadi, Blok Andaman ini menjadi salah satu faktor yang berefek pada penurunan angka pengangguran,” demikian Nasir.[]

Tags: acehDana otsusekonomirevisi uupasekda nasir
ShareTweetPin
Previous Post

Pemko Sabang Sambut Swasembada Pangan Berbasis Sekolah, Siapkan Generasi Penggerak Ketahanan Pangan

Next Post

Khatam Al-Quran Jadi Momentum Refleksi, Wali Kota Ajak Bangun Sabang dengan Spirit Hijrah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Berburu Talenta Muda, PSSI Aceh Gelar Festival Piala Presiden U-10 dan U-12

Berburu Talenta Muda, PSSI Aceh Gelar Festival Piala Presiden U-10 dan U-12

Sabtu (20/06/2026) - 16:44 WIB
Sekda Nasir: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Sekda Nasir: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Sabtu (20/06/2026) - 13:33 WIB
Ngoh Wan Dorong Penataan Pengelolaan Wisata Pasca Kasus Dugaan Pungli di Lamreh

Ngoh Wan Dorong Penataan Pengelolaan Wisata Pasca Kasus Dugaan Pungli di Lamreh

Sabtu (20/06/2026) - 13:30 WIB
Diduga Peras Pengunjung Wisata Lamreh, Lima Terduga Pelaku Ditangkap Polda Aceh

Diduga Peras Pengunjung Wisata Lamreh, Lima Terduga Pelaku Ditangkap Polda Aceh

Sabtu (20/06/2026) - 12:01 WIB
Karo AUPK UIN Ar-Raniry Lantik 19 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Transformasi Digital

Karo AUPK UIN Ar-Raniry Lantik 19 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Transformasi Digital

Sabtu (20/06/2026) - 11:57 WIB
Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Lapas Blangpidie Gelar Tabligh Akbar

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Lapas Blangpidie Gelar Tabligh Akbar

Sabtu (20/06/2026) - 11:52 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.