Blangpidie – Pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh, Senin (25/5/2026), turut berdampak pada aktivitas masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Sejumlah warga memilih mendatangi warung kopi (warkop) yang masih memiliki sumber listrik cadangan untuk mengisi daya telepon genggam serta mengakses internet.
Pantauan Lensakita.com di sejumlah warkop di kawasan Blangpidie, warga tampak memadati tempat usaha yang menyediakan genset. Selain untuk mendapatkan jaringan internet, sebagian warga juga membawa charger dan power bank guna mengisi daya perangkat elektronik mereka.
Salah seorang warga Padang Sikabu, Acut, mengaku terpaksa pergi ke warung kopi karena listrik di rumahnya padam sejak sore.
“Di rumah listrik padam, saya ke warung kopi di Blangpidie untuk ngecas handphone dan wifi gratis,” kata Acut.
Menurutnya, keberadaan listrik dan akses internet sangat dibutuhkan, terutama untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi terkait kondisi pemadaman yang terjadi di berbagai daerah di Aceh.
Pemadaman listrik massal tersebut diketahui tidak hanya terjadi di Aceh Barat Daya, tetapi juga melanda sejumlah wilayah lain di Aceh. Kondisi ini menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari layanan komunikasi, usaha kecil, hingga aktivitas rumah tangga.
Warga kemudian memanfaatkan fasilitas listrik cadangan dan jaringan internet yang tersedia di warkop untuk tetap bisa beraktivitas.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyampaikan bahwa proses pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Sub Sistem Aceh masih berlangsung, namun kondisi sistem belum sepenuhnya stabil. Akibatnya, pemadaman kembali terjadi di beberapa daerah di Aceh.[]










