Banda Aceh – Asrama Haji Kelas I Aceh sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan jemaah haji dari 14 kelompok terbang (Kloter). Para jemaah akan menempati kamar setara hotel bintang tiga selama berada di asrama.
Jemaah haji Aceh tahun ini berjumlah 5.426 orang termasuk petugas. Kloter pertama masuk dalam gelombang pertama pemberangkatan, dan kloter 2 hingga 14 masuk dalam gelombang kedua.
Untuk menyambut jemaah, asrama haji Aceh menyiapkan 187 kamar dengan kapasitas 500 bed untuk menampung Tamu Allah setiap kloter. Jemaah yang diterbangkan ke Tanah Suci dalam setiap kloter berjumlah 393 orang.
Kamar untuk jemaah tersebar di Madinatulhujjaj dan Muzdalifah 100 kamar, Gedung A1 sebanyak 37 kamar dan gedung baru Grand Misfalah sebanyak 50 kamar sehingga total 187 kamar. Fasilitas kamar yang tersedia setara dengan hotel bintang.
“Musim haji kali ini pelayanannya kita kombinasikan dua bentuk yaitu layanan manual dan juga digital. Pemanfaatan teknologi ini untuk mengatur akomodasi jemaah termasuk lansia dan prioritas termasuk penempatan tas kabin dan juga kamar di asrama haji,” kata Kepala UPT Asrama Haji Kelas I Aceh Irsyadi, Selasa (21/4/2026).
Irsyadi menjelaskan, tahun ini layanan nusuk mulai dari pembagian dan pengaktifan kartu dilakukan dilakukan di asrama haji sehingga jemaah begitu tiba di Arab Saudi sudah mendapatkan kartu nusuk.
Kartu ini adalah identitas resmi untuk mengakses layanan selama di Tanah Suci termasuk masuk Makkah dan puncak ibadah di Arafah-Muzdalifah-Mina.
“Tahun ini ada yang baru dan beda, untuk nusuk dibagikan dan diaktifkan di Asrama haji, tidak lagi diserahkan di Arab Saudi, sehingga jemaah sampai di Saudi sudah mendapatkan nusuk. Itu kebijakan baru kementerian haji. Nanti pihak maktab dari Arab Saudi akan datang langsung ke Asrama haji Aceh,” jelasnya.
Selain itu, jemaah yang belum pernah naik pesawat juga akan diajarkan cara penggunaan toilet, penggunaan sabuk pengaman hingga beribadah di penerbangan. Edukasi ini dilakukan menggunakan mockup pesawat yang ada di asrama serta dibimbing pramugari haji dari Garuda Indonesia.
Pihak asrama juga melakukan berbagai persiapan lainnya termasuk aula, tempat ibadah hingga layanan kesehatan. Pelayanan haji juga tetap mengusung konsep ramah lansia.
“Alhamdulillah kita telah matangkan persiapan agar jemaah dapat terlayani dengan baik,” jelas Irsyadi.
Menurutnya, asrama haji Aceh juga menyediakan mobil golf untuk mendukung layanan khususnya bagi lansia, tenda dan sejumlah sarana pendukung lainnya juga telah disiapkan. Fasilitas penunjang ditingkatkan untuk kenyamanan para jemaah.
“Kami juga menyiapkan sarana prasarana ruangan bagi jamaah terutama jamaah lansia. Ikhtiar kita bersama untuk pelayanan terbaik kepada jemaah, kita terus berkoordinasi dengan bapak Kakanwil Kemenhaj Aceh dan jajaran serta stakeholder terkait,” ungkap Irsyadi.[]










