Aceh Jaya – Innalillahi wa innailaihi raji’un, Teungku Nyak Sandang bin Lamudin berpulang ke rahmatullah di Kabupaten Aceh Jaya. Kabar berpulangnya sosok sepuh asal Aceh, membawa duka mendalam bagi masyarakat.
Ia mengembuskan napas terakhir pada siang hari di kediamannya, Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Cucu almarhum, Ataillah, membenarkan kabar tersebut.
“Benar, beliau meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB di rumah. Sebelumnya tidak ada keluhan sakit,” kata Ataillah, Selasa (7/4/2026).
Menurut keluarga, kepergian Nyak Sandang begitu mendadak, mengingat aktivitas hari-hari terakhirnya masih berjalan seperti biasa.
Kepergian Nyak Sandang bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Aceh. Sosoknya selama ini dikenal luas sebagai pribadi sederhana yang menjadi simbol ketulusan dan pengabdian rakyat terhadap bangsa.
Seperti diketahui, Nyak Sandang dikenal sebagai tokoh masyarakat Aceh yang memiliki peran bersejarah dalam mendukung kedaulatan Indonesia. Ia merupakan salah satu rakyat Aceh yang secara sukarela menyumbangkan hartanya untuk kepentingan negara pada masa awal kemerdekaan.
Kesederhanaan menjadi ciri khas hidupnya. Meski memiliki jasa besar, Nyak Sandang tetap menjalani kehidupan sebagai masyarakat biasa tanpa menonjolkan diri. Nilai ketulusan, keikhlasan, dan nasionalisme yang ia tunjukkan menjadikannya figur teladan lintas generasi.
Namanya dikenang sebagai simbol cinta rakyat Aceh terhadap Indonesia—sebuah pengabdian yang lahir bukan dari kewajiban, melainkan dari kesadaran dan keikhlasan.[]










