Palembang — PT Hutama Karya (Persero) menggelar Apel Siaga Mudik Lebaran 2026 di Rest Area KM 397 Jalur B Tol Palembang–Betung (Paltung), Selasa (10/3), sebagai langkah memastikan kesiapan operasional jalan tol menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Apel siaga tersebut dipimpin Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, yang bertindak sebagai pembina apel. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas instansi guna memastikan pelayanan jalan tol berjalan optimal, sekaligus menjamin perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah pejabat dari berbagai instansi, di antaranya Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumatera Selatan Bobi Novian, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Nurhadi Unggul, Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan Musni Wijaya, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan Panji Krisna Wardana, serta perwakilan Kepolisian melalui Kepala Bagian Bin Ops Kompol Asep Supriyasi.
Selain itu, jajaran manajemen anak perusahaan Hutama Karya serta Tim Penanganan Layanan Mudik Lebaran 2026 juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam rangkaian apel siaga, Hutama Karya juga mengukuhkan perwakilan Tim Penanganan Layanan Mudik Lebaran 2026 sebagai simbol kesiapan organisasi dalam memberikan pelayanan maksimal selama periode mudik dan balik Lebaran.
Ketua Tim Penanganan Layanan Dwi Aryono Bayuaji bersama para koordinator wilayah dan fungsional tol turut dikukuhkan dalam kesempatan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemencetan tombol sirine sebagai tanda dimulainya kesiapan operasional, pengecekan kendaraan layanan seperti mobil patroli, derek, rescue, hingga ambulans, serta penempelan stiker pada armada siaga sebagai penanda kesiapan operasional kendaraan untuk mendukung pelayanan selama masa mudik.
Dalam kesempatan yang sama, Hutama Karya juga menggelar konferensi pers yang dihadiri sekitar 20 awak media guna menyampaikan kesiapan perusahaan dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan arus mudik membutuhkan sinergi kuat antara Hutama Karya dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepolisian, Dinas Perhubungan, BBPJN, BPTD, BPBD, serta pemerintah daerah.
“Dengan proyeksi peningkatan trafik sebesar 47,67 persen dibandingkan kondisi normal di Jalan Tol Trans Sumatera, seluruh tim diminta bekerja optimal memastikan kondisi jalan, fasilitas pendukung, dan tempat istirahat tetap prima, serta sigap merespons potensi gangguan layanan di lapangan,” kata Iwan.
Ia menambahkan, Hutama Karya telah menuntaskan seluruh pekerjaan pemeliharaan rutin maupun berkala di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) pada 10 Maret 2026 sehingga seluruh ruas tol yang dikelola dipastikan siap melayani pengguna jalan tanpa adanya pekerjaan konstruksi di lapangan selama periode mudik.
Pada masa mudik Lebaran tahun ini, Hutama Karya mengoperasikan total 822,609 kilometer ruas jalan tol. Panjang tersebut terdiri dari 692,854 kilometer ruas operasi bertarif, 52,2 kilometer ruas operasi belum bertarif, serta 77,555 kilometer ruas atau seksi fungsional.
Secara keseluruhan, perusahaan mengelola 14 ruas tol yang mencakup 12 ruas operasi bertarif, satu ruas operasi belum bertarif, dan dua ruas atau seksi fungsional guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Untuk meningkatkan pelayanan, Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah strategi operasional, antara lain penyediaan sarana keselamatan, penerapan teknologi keselamatan melalui sistem Integrated Traffic System (ITS), penyediaan rest area yang nyaman, serta pengetatan pengawasan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
Selain itu, perusahaan juga meluncurkan panduan perjalanan bertajuk Trans Sumatera Guide Book: Mudik Lebaran Dekat dan Hangat di Jalan Tol Hutama Karya. Panduan ini dapat diunduh melalui situs resmi Hutama Karya dan memuat informasi penting seperti peta jaringan Tol Trans Sumatera, lokasi rest area, tarif tol, nomor layanan darurat, hingga imbauan keselamatan berkendara.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Hutama Karya bersama pemangku kepentingan juga menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan skema holding system di sejumlah rest area agar arus kendaraan di ruas tol utama tetap terkendali.
Iwan mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi dan mematuhi aturan lalu lintas selama berkendara.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan saldo kartu uang elektronik mencukupi, menggunakan satu kartu untuk satu kendaraan, mematuhi batas kecepatan, serta beristirahat di rest area jika merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya.[]










