Selasa, September 1, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Inflasi Mengintai Jelang Ramadan, Ekonom USK Desak Pemerintah Prioritaskan Ekonomi Rakyat

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (04/02/2026) - 18:13 WIB
in EKONOMI
0
Pengamat Harap Calon Ketua Kadin Harus Bisa Majukan Ekonomi Aceh

Pengamat Ekonomi USK, Rustam Effendi. Foto: [Dok AJNN]

Banda Aceh – Ekonom Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Rustam Effendi, mengingatkan Pemerintah Aceh agar realisasi anggaran tahun 2026 benar-benar difokuskan pada kebutuhan riil masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana. Ia menilai, belanja pemerintah akan sia-sia jika tidak menyentuh persoalan mendasar di lapangan.

“Kita ini sedang menghadapi masalah dan bencana. Jadi realisasi anggaran itu harus benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Kalau realisasi tidak menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, ya sama saja,” kata Rustam Effendi, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, rasionalisasi anggaran yang disarankan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI perlu disikapi secara bijak dengan menunda pos-pos belanja yang tidak mendesak. Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah pemulihan kondisi masyarakat terdampak bencana.

“Realisasi harus difokuskan dulu pada apa yang benar-benar dirasakan masyarakat. Pos-pos yang tidak penting sebaiknya ditunda dulu. Intinya, utamakan kebutuhan riil di lapangan, khususnya bagi masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana,” ujarnya.

Rustam mencontohkan sektor pendidikan dan ekonomi sebagai bidang yang perlu mendapat perhatian segera. Ia mengaku menerima informasi bahwa masih banyak anak terdampak bencana yang belum bisa kembali bersekolah karena kekurangan perlengkapan dasar.

“Masih banyak anak-anak yang belum bisa sekolah. Mereka membutuhkan buku, alat tulis, dan perlengkapan sekolah,” katanya.

Di sektor ekonomi, lanjut Rustam, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kehilangan tempat usaha bahkan pasar tempat mereka berjualan.

“Ada pelaku UMKM yang kios atau kedainya sudah tidak ada lagi, bahkan pasarnya pun hilang. Itu semua harus diprioritaskan dulu,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak sekadar mengejar angka realisasi anggaran tanpa melihat dampaknya bagi masyarakat.

“Jangan sekadar bicara realisasi. Realisasi itu bentuknya apa? Kalau realisasi anggaran tidak menyentuh pokok persoalan atau akar masalah, itu menjadi sia-sia,” tegas Rustam.

Terkait arahan Gubernur Aceh kepada Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk melakukan penyesuaian anggaran, Rustam menilai Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) harus bekerja secara objektif dan selaras dengan kajian dari kementerian.

“Perubahan harus dilakukan secara bijak. Kalau tidak, kesannya akan menjadi tidak baik,” ujarnya.

Selain penanganan dampak bencana, Rustam menyoroti ancaman inflasi yang dinilainya semakin mengkhawatirkan menjelang bulan Ramadan dan tradisi meugang di Aceh. Kondisi daya beli masyarakat yang melemah dikhawatirkan memperparah situasi sosial jika harga kebutuhan pokok terus meningkat.

“Masyarakat belum punya uang. Kalau harga-harga naik lagi, itu bisa memicu masalah serius, bahkan konflik sosial,” kata dia.

Karena itu, ia mendorong agar anggaran juga diprioritaskan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui operasi pasar dan penguatan distribusi barang.

“Anggaran harus diprioritaskan untuk ekonomi masyarakat: mengantisipasi inflasi, melakukan operasi pasar, menjaga distribusi dan pasokan barang di pasar,” tuturnya.

Rustam menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini cukup genting. Ia menekankan pentingnya percepatan distribusi uang ke masyarakat melalui belanja yang produktif dan tepat sasaran.

“Angka inflasi kita sudah cukup tinggi. Situasinya gawat. Daya beli turun, uang belum ada di masyarakat. Jadi intinya, uang harus didistribusikan dulu ke masyarakat. Rasionalisasi belanja itu harus benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. Yang tidak penting, geser dulu,” pungkasnya.[]

Tags: apba 2026bencana acehekonomirustam effendiusk
ShareTweetPin
Previous Post

USK dan LPDP Gelar Seminar Beasiswa 2026, Dorong SDM Aceh Tembus Pendidikan Global

Next Post

Masih Ada Aduan, Kemenhaj Perketat Edukasi Pemilihan Travel Umrah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Kapolresta Banda Aceh Diganti, Sejumlah Kapolres di Aceh Ikut Dimutasi

Senin (31/08/2026) - 13:50 WIB
USK dan PEMANGKU Kenalkan Ecoprint Berbasis Mangrove di Mangrove Park Lampulo

USK dan PEMANGKU Kenalkan Ecoprint Berbasis Mangrove di Mangrove Park Lampulo

Senin (31/08/2026) - 13:47 WIB
Angkat Folklor Sumatera Utara, Ngobrol Buku Latih 45 Penulis

Angkat Folklor Sumatera Utara, Ngobrol Buku Latih 45 Penulis

Minggu (30/08/2026) - 16:07 WIB
Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Sabtu (29/08/2026) - 14:51 WIB
Lantik Pejabat Eselon II, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Disiplin 

Lantik Pejabat Eselon II, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Disiplin 

Sabtu (29/08/2026) - 14:47 WIB
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Diminta Tak Terjebak Bias Algoritma

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Diminta Tak Terjebak Bias Algoritma

Sabtu (29/08/2026) - 14:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.