Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mempermudah layanan pembayaran iuran 16 juta anggota Muhammadiyah yang kini bisa diakses melalui superapps BYOND by BSI. Fitur ini cukup mudah diakses yaitu pada menu bayar – iuran Muhammadiyah yang dilengkapi berbagai layanan digital kolaborasi BSI dengan Muhammadiyah.
Kolaborasi ini dikemas dengan aplikasi MASA atau Muhammadiyah Aisiyah SuperApp, Satu Mu yakni platform digital terpadu datu data Muhammadiyah dan lainnya.
Saat ini SuperApps tersebut sedang dalam pengembangan dan nantinya akan memayungi selulruh platform digital termasuk SatuMu, platform digital terpadu yang mendukung tata kelola Persyarikatan Muhammadiyah dan membangun Satu Data Muhammadiyah melalui integrasi layanan keanggotaan (KTAM), organisasi (DOM), iuran (IuranMU), Tatakelola AUM, Kesehatan dan layanan lainnya.
SatuMu memiliki total enam fitur dan saat ini telah live dua fitur, yakni Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah yang merekam 3 juta anggota dan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) yang mencatat struktur organisasi tingkat PP hingga Ranting.
Sementara masih ada empat fitur yang masih dalam rencana development; IuranMU, JDIH (Jaringan Informasi dan Dok Hukum), Sistem Manajemen AUM, Sistem Manajemen Kesehatan (PKU).
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy, mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud sinergi antara Muhammadiyah sebagai organisasi sosial, ekonomi, dan keagamaan kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan BSI dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah, aman, dan terintegrasi secara digital.
“Melalui integrasi Aplikasi MASA dan BYOND by BSI, warga Muhammadiyah kini dapat melakukan pembayaran iuran anggota secara praktis,” kata Kemas Erwan, Sabtu (31/1/2026).
Selain itu, kata Kemas, BSI juga menyediakan QRIS Soundbox untuk mendukung kemudahan transaksi pembayaran di lingkungan PP Muhammadiyah.
“Penguatan kapasitas digital menjadi komitmen kami untuk bertransformasi menjadi bank syariah yang inklusif dan mudah diakses sehingga akan menciptakan ekosistem baru dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital,” pungkasnya.[]










