Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Spesialis Saraf: Jangan Anggap Remeh Nyeri Kepala dan Leher

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (07/04/2022) - 03:42 WIB
in NASIONAL
0
Sakit Kepala (ilustrasi). Dokter spesialis bedah saraf Rumah Sakit Siloam Semanggi/Mochtar Riady Comperhensive Cancer Centre atau MRCCC, Dr dr Agus Mahendra Inggas SpBS nyeri kepala dan leher tidak bisa dianggap remeh. Karena apabila tidak diatasi dengan segera, dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Spesialis ingatkan sakit kepala yang tak diketahui penyebab butuh penanganan khusus

 JAKARTA – Secara umum nyeri kepala dan atau rasa pegal/linu di areal leher pada jangka waktu sesaat atau setidaknya dalam rentang waktu satu dua hari, dianggap hal normal oleh sebagian masyarakat. Meski sakit kepala kadang dapat diobati dengan obat-obatan antinyeri, namun untuk yang dipicu oleh penyakit serius, diperlukan penanganan lebih lanjut.


Oleh karenanya, menurut Dokter spesialis bedah saraf Rumah Sakit Siloam Semanggi/Mochtar Riady Comperhensive Cancer Centre atau MRCCC, Dr dr Agus Mahendra Inggas SpBS nyeri kepala dan leher tidak bisa dianggap remeh. Karena apabila tidak diatasi dengan segera, dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. 


“Masyarakat harus memahami, kenapa rasa sakit kepala dan nyeri leher harus segera ditangani. Karena secara ilmu kesehatan, sakit kepala, misalnya adanya rasa pusing (biasanya) adanya gangguan keseimbangan contoh vertigo dan lainnya. Sedangkan nyeri (sakit) kepala merupakan kondisi dengan adanya ‘sesuatu’ yang tidak normal dalam kepala. Jika hal ini dirasakan secara kontinyu, segera diperiksa ke rumah sakit. Jangan ditunda”, tutur Agus Mahendra melalui edukasi bincang sehat. 


Nyeri kepala diidentifikasi menjadi Primer dan Sekunder. Primer adalah sakit atau nyeri kepala yang ‘tidak diketahui’ penyebabnya,  adapun sakit kepala sekunder adalah sakit atau nyeri kepala yang diketahui penyebabnya.


Dalam penanganannya, dikenal metode VAS ( Visual Analog Score) yang digunakan untuk mengukur intensitas dan ‘kadar’ dari nyeri kepala. “Ini  artinya, adalah kita harus waspada. Aaabila frekuensi nyeri kepala yang dirasakan semakin sering dan berlangsung dalam kurun waktu cukup lama,” imbuh 


Ia juga meminta masyarakat memperhatikan, apabila nyeri kepala yang dirasakan disertai dengan beberapa atau salah satu gejala samping (yang mengikuti rasa nyeri tersebut). Misalnya suara serak, leher kaku dan menjalar ke bahu lengan, hingga penglihatan mata menjadi tidak fokus dan pendengaran terganggu. 


“Karena nyeri kepala dapat sebagai indikator salah satu penyakit saraf yang serius, yaitu gejala timbulnya stroke, adanya tumor otak, kelainan pembuluh darah otak dan Infeksi otak. Ini berarti Diteksi dini dan penanganan medis segera diperlukan,” tutur Doktor Agus Mahendra Inggas.


Setelah penanganan melalui metode VAS, proses screening dengan Magnetic resonance imaging (MRI) masih dapat diandalkan. Atau bila perlu ditambahkan CT scan guna melihat kemungkinan kelainan di daerah otak. 


“Dan tindakan operasi, radiasi, kemoterapi yang akan dilakukan dokter ahli yang akan sangat tergantung jenis dan tingkat kesulitan Nyeri kepala sekunder yang terdiagnosa,” ungkap Doktor Made Agus Mahendra. 


Ia pun juga mengingatkan segera bawa ke rumah sakit apabila mengalami nyeri kepala dengan kondisi seperti luar biasa hebatnya dan mendadak, bertambah berat dengan cepat, penurunan kesadaran, Leher atau tengkuk nyeri hebat, disertai demam suhu tinggi dan beberapa kondisi yang dirasakan ‘berbeda’ atau kronis lainnya.

Sumber: Republika

Tags: agus mahendra inggasbahaya sakit kepalanyeri kepalanyeri kepala lehersakit kepalavertigo
ShareTweetPin
Previous Post

Jampidsus Periksa Lima Mantan Direktur PT Garuda Terkait Dugaan Korupsi

Next Post

Epidemiolog Ingatkan Mitigasi Hadapi Pergerakan Besar Mudik Lebaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.