Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Suar, Kolaborasi Musik dan Perjuangan Masyarakat Adat

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (21/02/2025) - 08:20 WIB
in DAERAH
0
Suar, Kolaborasi Musik dan Perjuangan Masyarakat Adat

#image_title

 

 

  • King of Borneo (KOB), band lokal Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, berkolaborasi dengan rapper ternama Jakarta, Tuan Tigabelas menciptakan Suar, sebuah lagu yang mangadvokasi isu masyarakat adat.
  • Surya Indrawan pentolan grup band KOB, menyebut musik ini jadi alat pengingat pentingnya pergerakan sosial, lingkungan dan budaya.
  • Muhammad Syaifullah atau Tuan Tigabelas, menjabarkan, perjumpaannya dengan berbagai komunitas adat di Kalimantan menginspirasi Suar. Selain kagum budaya mereka, ia juga terkesan dengan filosofi hidup, spiritualitas, dan keberanian masyarakat adat.
  • Trias Fetra Ramadhan, Program Lead Komoditas di MADANI Berkelanjutan, yang turut mengolaboratori semua proyek ini, menerangkan, seni dan budaya memang dapat menjadi pelengkap dalam upaya advokasi.

 

 

 

“Kamu lawan…Aku lawan…Kita lawan…Mereka yang ingin rampas…Tanah kita…Jangan biarkan…Masyarakat adat kehilangan… hak ulayat…Ruang hidup satwa liar terancam…Dan memecah belah keberagaman…”

Demikian lirik di bait pertama lagu berjudul Suar. Karya seni yang King of Borneo (KOB), band lokal Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, bawakan, berkolaborasi dengan rapper ternama Jakarta, Tuan Tigabelas. 

Bukan sekadar menghibur. Lagu ini mengajak setiap pendengar merenungi setiap petuah bijak nenek moyang leluhur. Tentang pentingnya menjaga keseimbangan dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang.

“Musik ini bisa jadi sesuatu yang lebih daripada itu. Tetapi juga sebagai pergerakan sosial, lingkungan dan budaya,” kata Agustinus Surya Indrawan pentolan grup band KOB kepada Mongabay.

Aday, sapaan akrabnya, bercerita, proses penciptaan lagu yang sudah dapat dinikmati di layanan streaming Spotify itu tidaklah mudah dan sebentar. Sebab, bagian liriknya saja tidak pernah purna, sejak dia tulis 2019. 

Sementara, bagian aransemen gitar, bass, drum, dan elemen musik lain direkam satu per satu dengan alat serba terbatas dan tempat yang sangat sederhana. Studio musik rumahan, bagian timur Kalimantan.

Project ini rampung setelah Yayasan Madani Berkelanjutan menghubungkan mereka dengan sang Rapper pada 2024. Selama enam bulan, mereka melengkapi komposisi, mixing, dan mastering hingga menghasilkan MP3 dengan kualitas  lebih baik di Yogyakarta.

Aday bilang, dari sembilan track yang pernah tercipta untuk KOB hingga kini, mereka kerap mengangkat tema dengan isu lingkungan, termasuk satwa dilindungi. Beberapa singel pernah dia rilis lengkap dengan video klipnya yaitu Tanah Utara, Orangutan, Hutan Rimba, hingga Heart of Borneo.

Orang yang selalu menyisipkan unsur kearifan lokal dalam karyanya ini menceritakan, rencana membawa Suar live. Kalau semua sesuai rencana, kemungkinan mereka mengadakan mini tour di 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat terlebih dahulu, baru ke seluruh provinsi di Kalimantan. 

“Jika semesta meridhoi diri, kami pengenlah secara live menampilkan lagu ini, singel ini dengan Tuan Tigabelas,” katanya.

 

Ritual adat Mali Umai oleh suku Dayak Iban dalam video klip “SUAR”. Foto: Tangkapan layar kanal YouTube Tuan Tigabelas.

 

Muhammad Syaifullah atau Tuan Tigabelas, mengatakan, perjumpaan dengan berbagai komunitas adat di Kalimantan menginspirasi Suar. Selain kagum budaya mereka, dia juga terkesan dengan filosofi hidup, spiritualitas, dan keberanian masyarakat adat.

Kehidupan sederhana masyarakat adat sering terganggu kepentingan pihak luar. Kenyataan pahit itu tergambarkan dalam lagu ini. 

Suar juga menyisipkan kata-kata dari Apai Janggut dan Apai Remang, dua pejuang lingkungan dari Komunitas Dayak Iban Sungai Utik, yang memberikan ruh pada liriknya.

Upi, sapaan akrab Tuan Tigabelas, berharap lagu ini bisa jadi penyemangat mereka yang berjuang mempertahankan ruang hidupnya, sekaligus peringatan bagi pihak yang sedang, atau berniat, merampas hak-hak masyarakat adat.

Video klip Suar yang berdurasi enam menit sembilan detik tersedia di kanal YouTube Tuan Tigabelas. Sejak dirilis 16 Februari 2025, penonton lebih dari 44.000 orang.

 

Syuting di tanah leluhur

Produksi video Suar melibatkan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu. Herkulanus Sutomo, Ketua Pelaksana Harian, menyebut, pengambilan gambar di Komunitas Adat Dayak Iban, Dusun Sungai Utik, Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu. 

Proses syuting memakan waktu sekitar tujuh hari, lima hari di antaranya untuk pengambilan gambar. Tambahnya, musik dan lirik video klip  terasa makin relevan dengan kondisi Kapuas Hulu saat ini. Dia menyinggung sedikitnya orang dengan perhatian khusus terhadap keberadaan dan kehidupan masyarakat adat. 

“Sangat pas liriknya dengan keadaan kita sekarang yang  sedang ingin menggolkan Undang-undang Masyarakat Adat,” katanya.

“Mereka sekarang (komunitas masyarakat adat) dalam posisi yang tidak aman-aman saja.”

Trias Fetra Ramadhan, Program Lead Komoditas di Madami Berkelanjutan, mengatakan, seni dan budaya bisa jadi sarana dalam upaya advokasi.

“Jika kajian dan laporan hanya bisa dibaca kalangan tertentu, lagu bisa didengar oleh siapa saja dan kapan saja. Ini bisa menjadi ruang kolaborasi antara musisi dan seniman, hingga advokasi lebih strategis dan menjangkau publik yang lebih luas.” 

Isu perampasan tanah, deforestasi, hingga marginalisasi hak masyarakat adat dari lagu itu tidak hanya untuk satu daerah,  juga mencerminkan realitas  di banyak tempat di Indonesia.

“Lagu ini juga untuk hak-hak masyarakat adat secara global.” 

Tayang perdana pada 9 Februari di kanal youtube TuanTigabelas, video klip berdurasi 5 menit 22 detik ini sudah ditonton lebih dari 41 ribu kali, hingga Sabtu 15 Februari 2025. Foto: Tangkapan layar kanal youtube TuanTigabelas.

*****

 

 

Musik untuk Penyelamatan Orangutan, Seperti Apa?

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

DDV Sumut Gelar Sharing Mitigasi Bencana di Nur Ihsan Islamic Fullday School

Next Post

Kepulauan Malut, Tempatnya Beragam Jenis Anggrek yang Perlu Diteliti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Upacara HUT ke-81 RI di Sabang Khidmat, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Pembangunan

Upacara HUT ke-81 RI di Sabang Khidmat, Wali Kota Ajak Warga Perkuat Pembangunan

Senin (17/08/2026) - 21:21 WIB
Peringati HUT RI ke-81, BKKBN Aceh Serahkan Satyalencana Karya Satya dan Gelar Beragam Lomba

Peringati HUT RI ke-81, BKKBN Aceh Serahkan Satyalencana Karya Satya dan Gelar Beragam Lomba

Senin (17/08/2026) - 21:04 WIB
Berlangsung 11–14 September, Sangerday Fest 2026 Resmi Pindah Lokasi ke Taman Sulthanah Safiatuddin

Berlangsung 11–14 September, Sangerday Fest 2026 Resmi Pindah Lokasi ke Taman Sulthanah Safiatuddin

Senin (17/08/2026) - 20:57 WIB
Rektor UIN Ar-Raniry dan Istri Dipeusijuek, Awali Amanah Periode 2026-2030

Rektor UIN Ar-Raniry dan Istri Dipeusijuek, Awali Amanah Periode 2026-2030

Senin (17/08/2026) - 14:34 WIB
Peringati HUT Ke-81 RI, Pemerintah Aceh Beri Penghargaan kepada Keluarga Pahlawan

Peringati HUT Ke-81 RI, Pemerintah Aceh Beri Penghargaan kepada Keluarga Pahlawan

Senin (17/08/2026) - 14:30 WIB
Polda Selidiki Kericuhan Hari Damai Aceh 

Polda Selidiki Kericuhan Hari Damai Aceh 

Senin (17/08/2026) - 14:16 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.