Sabtu, April 25, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Anak Orangutan Tapanuli Ditemukan Mati di Batang Toru, Penyebabnya?

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (19/09/2024) - 19:15 WIB
in DAERAH
0
Anak Orangutan Tapanuli Ditemukan Mati di Batang Toru, Penyebabnya?

#image_title

 

  • Satu individu anak orangutan tapanuli [Pongo tapanuliensis], ditemukan mati di areal proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air [PLTA] Batang Toru, Minggu [4/8/2024]. Anakan jantan itu diperkirakan berusia satu tahun.
  • Saat ditemukan, anak orangutan ini tanpa induk dan tubuhnya sangat kurus. Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kematian satwa arboreal tersebut. Nekropsi dan pemeriksaan laboratorium di Bogor sudah dilakukan, namun hasilnya belum ada.
  • Orangutan tapanuli[Pongo tapanuliensis], yang hidup di Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara, resmi dijadikan sebagai jenis baru, pada November 2017. Orangutan ini menjadi jenis ke tiga yang hidup di Indonesia, selain orangutan sumatera [Pongo abelii] dan orangutan kalimantan [Pongo pygmaeus].
  • Berdasarkan IUCN, statusnya orangutan tapanuli adalah Kritis [Critically Endangered/CR] atau satu langkah menuju kepunahan di alam liar.

 

Satu individu anak orangutan tapanuli [Pongo tapanuliensis], ditemukan mati di areal proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air [PLTA] Batang Toru, Minggu [4/8/2024].

Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Naposo Nauli Bulung [NNB] Tapanuli Selatan, Perimadona Rambe, kepada Mongabay mengatakan, kejadian itu diketahui saat tim berada di lokasi PLTA Batang Toru.

“Dari informasi dokter hewan yang menangani, anakan jantan itu diperkirakan berusia satu tahun,” terangnya, Senin [26/8/2024].

Perimadona menambahkan, tim berusaha mencari keberadaan sang induk. Namun, tidak ditemukan.

“Pertanyaannya adalah mengapa tubuhnya sangat kurus dan induknya tidak ada.”

Mereka juga melakukan pengamatan pakan orangutan di sekitar area proyek.

“Selain perlu ditelusuri sang induk, maka jenis tumbuhan pakan harus diperbanyak di wilayah tersebut,” ujarnya.

Faisal, Koordinator Forum Masyarakat Pegiat Konservasi Tapanuli Bagian Selatan [Tabagsel]  mengatakan, menurut informasi bangkai anak orangutan itu dibawa ke Kantor BKSDA Sumut di Sipirok untuk dilakukan pemeriksaan penyebab kematian.

“Kehadiran proyek tidak hanya berdampak pada satwa liar, masyarakat sekitar juga mulai kekurangan air karena digunakan untuk memasok kebutuhan pembangkit listrik,” ujarnya.

Baca: PLTA Batang Toru, Malapetaka bagi Kera Terlangka di Dunia

 

Inilah anak orangutan tapanuli yang ditemukan mati di area proyek PLTA Batang Toru. Foto: Istimewa

 

Pemeriksaan laboratorium

Plt Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Munawir, ketika dikonfirmasi mengatakan akan mengecek langsung peristiwa tersebut.

“Kami pastikan peristiwa ini,” terangnya, Senin [26/8/2024].

Terpisah, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padang Sidempuan BBKSDA Sumut, Hermanto Siallagan, membenarkan peristiwa kematian anakan orangutan tapanuli itu terjadi pada 4 Agustus 2024.

“Sejauh ini, belum diketahui penyebab pasti kematian satwa arboreal tersebut. Nekropsi dan pemeriksaan laboratorium di Bogor sudah dilakukan, namun hasilnya belum ada. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan,” jelasnya kepada Mongabay, Rabu [10/9/2024] sore.

Baca: Populasi Orangutan Tapanuli Banyak Ditemukan di Lokasi Pembangunan PLTA Batang Toru

 

Anak orangutan tapanuli ini ditemukan mati tanpa induk dan tubuhnya sangat kurus. Foto: Istimewa

 

Lelaki yang pernah menjabat sebagai penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera ini, membeberkan kronologis kejadian.

Menurut dia, peristiwa kematian itu pertama kali diketahui oleh pekerja proyek PLTA dan warga sekitar yang melaporkan kepada BKSDA Sumut. Berikutnya, pihaknya langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian dibantu dokter hewan dari Yayasan Scorpion.

“Berbagai upaya dilakukan untuk menyelamatkan anak orangutan malang ini. Akan tetapi, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan mati oleh tim medis.”

Terkait pengayaan pakan di wilayah jelajah orangutan tapanuli di bentang alam Batang Toru, Hermanto menjelaskan, pihaknya beberapa tahun terakhir telah menggandeng sejumlah lembaga konservasi yang beraktivitas di sana. Tujuannya, menanam bibit maupun jenis pohon pakan yang disukai satwa dilindungi ini.

Hermanto juga membantah, terkait adanya kematian orangutan tapanuli pada Juli 2024 lalu, yang lokasinya berdekatan dengan kejadian sekarang.

“Informasi itu tidak benar. Kami terus melakukan perlindungan kawasan dan menjaga populasi orangutan tapanuli maksimal,” paparnya.

Baca juga: Tambang Emas Martabe Beroperasi, Bagaimana Perlindungan Orangutan Tapanuli di Batang Toru?

 

Menjaga hutan Batang Toru lestari berarti menjaga kehidupan orangutan tapanuli. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Kondisi orangutan tapanuli

Orangutan tapanuli [Pongo tapanuliensis], yang hidup di Ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara, resmi dijadikan sebagai jenis baru, pada November 2017. Orangutan ini menjadi jenis ke tiga yang hidup di Indonesia, selain orangutan sumatera [Pongo abelii] dan orangutan kalimantan [Pongo pygmaeus].

Menurut penjelasan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi [SRAK] Orangutan Pemerintah Indonesia 2019-2029, populasi orangutan tapanuli yang tersisa diperkirakan hanya berjumlah 577-760 individu di habitat seluas 1.051,32 km persegi yang tersebar pada dua metapopulasi.

Orangutan tapanuli hanya ditemukan di hutan Tapanuli, yang meliputi tiga kabupaten [Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Timur]. Habitat orangutan tapanuli yang tersisa sudah terfragmentasi oleh jalan lintas kabupaten menjadi dua bagian besar, yaitu Blok Batang Toru Barat dan Batang Toru Timur, serta terdapat beberapa populasi kecil yang ditemukan di Cagar Alam [CA] Sipirok, Lubuk Raya dan Sibualbuali [Utami-Atmoko dkk 2017].

Pemerintah Indonesia telah menetapkan orangutan tapanuli sebagai spesies dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Penetapan Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Berdasarkan IUCN, statusnya orangutan tapanuli adalah Kritis [Critically Endangered/CR] atau satu langkah menuju kepunahan di alam liar.

 

Berada di Lokasi Patahan Rawan Gempa: Menakar Keamanan Bendungan PLTA Batang Toru

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Sampah Jadi Tantangan Misi “Pendakian Kelas Dunia” Gunung Rinjani

Next Post

Aceh Berpeluang Dulang Dua Medali Emas di Cabor Tenis Lapangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Thoet Leumang Antarkan Abdya Cetak Rekor Nasional dan Dunia

Thoet Leumang Antarkan Abdya Cetak Rekor Nasional dan Dunia

Sabtu (25/04/2026) - 15:15 WIB
Kemenhaj Ingatkan Petugas Haji Patuh Regulasi Demi Keselamatan Jemaah

Kemenhaj Ingatkan Petugas Haji Patuh Regulasi Demi Keselamatan Jemaah

Jumat (24/04/2026) - 23:04 WIB
Data JKA Jadi Kunci, Mualem Dorong Layanan Kesehatan Lebih Efektif

Data JKA Jadi Kunci, Mualem Dorong Layanan Kesehatan Lebih Efektif

Jumat (24/04/2026) - 22:57 WIB
Polresta Banda Aceh Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal, Dua Mahasiswa Diamankan

Polresta Banda Aceh Sita 70 Ribu Batang Rokok Ilegal, Dua Mahasiswa Diamankan

Jumat (24/04/2026) - 22:50 WIB
Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

Kamis (23/04/2026) - 23:05 WIB
Pendampingan Intensif, BBPOM Aceh Kawal Transformasi UMKM

Pendampingan Intensif, BBPOM Aceh Kawal Transformasi UMKM

Kamis (23/04/2026) - 16:18 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.