Minggu, Juni 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

T Plus Cafe, Cafe Rumahan yang Berdayakan Penderita Thalasemia

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (03/11/2023) - 20:50 WIB
in DAERAH
0
T Plus Cafe, Cafe Rumahan yang Berdayakan Penderita Thalasemia

T Plus Cafe, cafe thalasemia. (Mirda/Lensakita.com)

Banda Aceh- Di bawah Yayasan Darah untuk Aceh, Nunu Husein selaku owner dari T plus Cafe, dan Pengurus Yayasan Darah untuk Aceh mendirikan sebuah Cafe Thalasemia yang berlokasi di Jalan Ayah Hamid, dekat dengan pintu keluar masuk masjid Oman Lampriet, kota Banda Aceh.

Cafe yang bertujuan untuk memandirikan teman-teman penderita thalasemia diharapkan dapat menjadi peran pendukung untuk Yayasan Darah untuk Aceh sehingga bisa membantu lebih banyak penderita thalasemia lain di luar sana.

Saat diwawancarai di T plus Cafe Nunu Husein menyebutkan Yayasan darah untuk Aceh saat ini sudah memiliki beberapa program yang sedang berjalan seperti Rumah Singgah yang diberi nama ‘Rumah Kita’, T plus Cafe, dan ReAksi (Relawan aksi) yang masih dalam proses pengembangan.

Tak hanya hasil yang disumbangkan kepada penyintas thalasemia, T plus Cafe juga mempekerjakan dua orang thalasemia mayor sebagai waiters.

“Total di sini ada 8 pekerjaan 2 barista, 2 cooking, 2 waiters, dan 1 helper. Untuk barista dan cooking membutuhkan skill khusus sehingga teman-teman Thalasemia ini masih belum mahir dan mereka juga tidak boleh terlalu lelah makanya ditempatkan sebagai waiters” ungkap Nunu Husain, Jum’at (03/11/2023).

Cafe tersebut baru saja melakukan grand opening pada tanggal 15 Oktober 2023 lalu dengan mengusung konsep pulang ke rumah sehingga pengunjung yang akan datang disuguhkan suasana layaknya berkunjung ke rumah teman atau kerabat yang terdapat teras, ruang tamu, bilik kamar yang diubah menjadi meeting room, ruang tengah atau ruang keluarga, dan bagasi.

Tak hanya suasana yang menggambarkan keadaan rumah tapi menu makanan yang selalu berubah-ubah setiap hari layaknya masakan rumah menambah kesan untuk pulang sejenak disela-sela kesibukan bekerja.

Nunu Husein mengaku mendapat motivasi untuk membuka Cafe Thalasemia dari pengalaman mengurus sang ibu yang harus transfusi darah rutin sehingga terinspirasi untuk membuat suatu komunitas yang peduli terhadap thalasemia.

Walau memiliki banyak hambatan yang pernah dilalui saat proses berjalan, Nunu tak mau menyerah. “Pernah ada yang bertanya bagaimana jika tidak ada yang datang karena takut tertular thalasemia? saya jawab, saya tetap akan mempertahankan ini sembari bersosialisasi bahwa penyakit thalasemia tidak menular,” tuturnya.

Menurut Nunu, hal itu dibuktikan dengan kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyakit thalasemia, banyaknya stigma yang beredar di masyarakat tentang penyakit tersebut.

“Ada yang bilang penyakit menular, penyakit kutukan, bahkan penyakit guna-guna. Sehingga ada keluarga yang tidak nyaman memiliki anak pengidap thalasemia. Hal ini membuat saya semakin yakin dan bersemangat untuk mensosialisasikan dan mendukung teman-teman penyandang thalasemia,” ujarnya.

Thalasemia merupakan penyakit genetik yang diturunkan dari orang tua yang ditandai dengan kurangnya kadar HB (Hemoglobin) di dalam darah sehingga kelainan ini membuat penderitanya mengalami anemia seperti cepat lelah, mudah mengantuk hingga sesak nafas.

Diketahui, penderita thalasemia terbagi dua, thalasemia mayor dan thalasemia minor. Pada thalasemia mayor pengidapnya menunjukkan gejala anemia berat sehingga butuh perawatan transfusi darah seumur hidup atau indikasi lain sesuai tingkat keparahan. Sedangkan Thalasemia minor tidak menunjukkan gejala yang parah namun ia membawa gen minor sehingga apabila menikah dengan pembawa gen minor juga, akan berpotensi memiliki anak dengan thalasemia mayor.

Nunu berharap ke depan masyarakat bisa lebih paham tentang penyakit thalasemia yang tidak menular melainkan penyakit bersifat genetik yang diturunkan dari kedua orang tua.

Salah satu kata kunci unik yang menjadi bentuk sosialisasi penyakit thalasemia pada T plus Cafe adalah T yang berarti Thalassemia, plus artinya kelebihannya. Dengan kalimat kunci be aware of thalasemia before you “ping” someone artinya pedulilah terhadap thalasemia sebelum kamu menyukai seseorang.

“Sehingga harapan ke depannya Thalasemia bisa dicegah apabila pasangan atau calon pasangan bisa lebih peduli terhadap thalasemia sehingga hal ini mencegah terjadinya thalasemia baru. Mengingat Aceh merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi penyakit thalasemia tertinggi di Indonesia,” pungkasnya.

Tags: aceht plus cafethalasemia
ShareTweetPin
Previous Post

Persiraja Didenda Buntut Penonton Bawa Bendera Palestina ke Lapangan

Next Post

500 Penari Akan Tampilkan Tarian Kolosal di Pembukaan PKA-8

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Berburu Talenta Muda, PSSI Aceh Gelar Festival Piala Presiden U-10 dan U-12

Berburu Talenta Muda, PSSI Aceh Gelar Festival Piala Presiden U-10 dan U-12

Sabtu (20/06/2026) - 16:44 WIB
Sekda Nasir: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Sekda Nasir: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Sabtu (20/06/2026) - 13:33 WIB
Ngoh Wan Dorong Penataan Pengelolaan Wisata Pasca Kasus Dugaan Pungli di Lamreh

Ngoh Wan Dorong Penataan Pengelolaan Wisata Pasca Kasus Dugaan Pungli di Lamreh

Sabtu (20/06/2026) - 13:30 WIB
Diduga Peras Pengunjung Wisata Lamreh, Lima Terduga Pelaku Ditangkap Polda Aceh

Diduga Peras Pengunjung Wisata Lamreh, Lima Terduga Pelaku Ditangkap Polda Aceh

Sabtu (20/06/2026) - 12:01 WIB
Karo AUPK UIN Ar-Raniry Lantik 19 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Transformasi Digital

Karo AUPK UIN Ar-Raniry Lantik 19 Pejabat Fungsional, Tekankan Inovasi dan Transformasi Digital

Sabtu (20/06/2026) - 11:57 WIB
Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Lapas Blangpidie Gelar Tabligh Akbar

Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Lapas Blangpidie Gelar Tabligh Akbar

Sabtu (20/06/2026) - 11:52 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.