Blangpidie – Dalam rangka menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie menggelar kegiatan Tabligh Akbar yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Blangpidie, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Gerbang Muharram Mengetuk Pintu Taubat, Menjemput Harapan Baru” tersebut diikuti oleh seluruh jajaran petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan penuh khidmat dan antusias.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Lapas Blangpidie, Iwan Setiawan. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah serta perilaku sehari-hari.
“Kita jadikan Tahun Baru Islam ini sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Bagi warga binaan, ini merupakan kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujar Iwan Setiawan.
Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Darmawi. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memaknai bulan Muharram sebagai bulan yang penuh keberkahan dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri.
“Muharram adalah momentum hijrah. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju akhlak yang lebih mulia, dari kelalaian menuju ketaatan kepada Allah SWT,” tutur Ustadz Ahmad Darmawi.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memperbanyak amal ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menjaga semangat perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Tabligh Akbar berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan hingga acara berakhir. Melalui kegiatan ini, Lapas Blangpidie berharap nilai-nilai spiritual, moral, dan akhlak para warga binaan semakin meningkat sebagai bagian dari proses pembinaan kepribadian yang berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan keagamaan seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin guna mendukung program pembinaan serta mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali dan diterima dengan baik di tengah masyarakat.[]










