Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home KAMPUS

Lewat PPK Ormawa, USK Jadikan Desa Sebagai Sentra Produk Kapsul Jamu

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (20/09/2023) - 16:33 WIB
in KAMPUS
0
Lewat PPK Ormawa, USK Jadikan Desa Sebagai Sentra Produk Kapsul Jamu

Lewat PPK Ormawa, USK Jadikan Desa Sebagai Sentra Produk Kapsul Jamu. Foto: Ist

BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Syiah Kuala (HIMAFAR USK) telah menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat, dalam rangka Program Peningkatan Kapasitas Ormawa (PPK Ormawa) di Desa Lamapeng, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar.

HIMAFAR USK pada kegiatan tersebut mengusung tema: Konservasi Tanaman Rimpang Sebagai Alternatif Pengobatan Keluarga Berbasis Aplikasi Mobile di Desa Lamapeng Kecamatan Seulimeum Kabupaten Aceh Besar. Rangkaian kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak bulan Agustus, diawali dengan pembukaan dan sosialisasi kegiatan PPK Ormawa HIMAFAR USK.

Kegiatan tersebut dibimbing oleh Dosen Farmasi USK sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PPK Ormawa HIMAFAR USK, Khairan.

Ketua PPK Ormawa HIMAFAR USK, Fathia Fikrina beserta jajaran sukses berkolaborasi dengan masyarakat Lamapeng, khususnya para tokoh masyarakat dan kelompok masyarakat yang tergabung serta aktif pada kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan.

“Kegiatan ini berfokus pada pengkonservasian tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan ini dimulai dengan Pengkonsevasian TOGA yang terdapat dari sekitar desa tersebut pada beberapa bidang tanah. Kemudian hasil dari konservasi tersebut akan diolah menjadi kapsul jamu sehat di rumah produksi, yang akan langsung dipromosikan melalui media digital,” jelas Fathia, Rabu 20 September

Masyarakat diberikan beberapa pembekalan, diantaranya adalah pembekalan promosi produk, pembekalan aplikasi, pembekalan produksi, dan juga pembekalan TOGA.

PPK Ormawa sendiri merupakan program hibah yang diberikan oleh Kemendikbudristek kepada ormawa di universitas, dalam rangka penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh Perguruan Tinggi yang diimplementasikan dalam Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Pada PPK Ormawa tahun ini, HIMAFAR USK mendapatkan hibah dari Kemendikbudristek tersebut.

“Saya berharap semoga kegiatan yang sudah direncanakan dapat terlaksana dengan lancar hingga nanti dan saya mengucapkan terima kasih kepada tim, yang telah memilih Desa Lamapeng ini sebagai desa binaan, dan semoga setelah kegiatan ini selesai masyarakat dapat melaksanakannya dengan mandiri dan menghasilkan sebuah produk unggulan gampong,” ungkap Geuchik Lamapeng, Syamsul Bahri.

Sementara itu, Khairan, selaku dosen pembimbing menyampaikan terimakasih kepada semua aparatur desa yang telah menerima tim, untuk menjadikan Lamapeng sebagai desa konservasi TOGA.

“Dipilihnya desa ini, didasarkan oleh banyaknya tanaman toga yang tumbuh begitu saja, tanpa ada pengolahan lanjut, dan desa ini juga terkenal akan kesuburan tanahnya,” jelas Khairan.

Menurutnya, program ini dapat menjadikan Lamapeng menjadi sentra desa produksi tanaman TOGA khususnya tanaman rimpang-rimpangan seperti kunyit, lengkuas, jahe, kencur, dan temulawak.

Dalam program PKK Ormawa tahun ini, HIMAFAR juga membuat rumah produksi, dimana di dalam rumah produksi tersebut, akan di produksi produk sediaan farmasi dalam bentuk sediaan kapsul jamu tanaman rimpang, sehingga kapsul yang berisi tanaman obat dapat digunakan oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan stamina.

“Semoga Desa Lamapeng akan menjadi sentra produksi produk kapsul jamu khususnya tanaman rimpang-rimpangan di Aceh Besar. HIMAFAR USK juga memperkenalkan aplikasi mobile untuk menunjang promosi Desa Lamapeng sebagai desa produksi tanaman TOGA,” tutupnya.[]

Tags: headlinemahasiswa uskusk
ShareTweetPin
Previous Post

Kamu Pecinta Kucing? Perhatikan 5 Makanan yang Tidak Boleh dikonsumsi Kucing!

Next Post

Epidemiolog Sebut Faktor Lingkungan dalam Penyebaran TBC di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.