Senin, April 20, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Indonesia Dinilai Punya Karakter yang Mengacu Pada Budaya Bangsa

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (26/08/2023) - 01:58 WIB
in NASIONAL
0
Peta Indonesia

#image_title

JAKARTA — Vox Populi Vox Dei merupakan istilah dari kerap didengar dalam dunia politik. Ungkapan dalam bahasa Latin itu terjemahannya adalah suara rakyat adalah suara tuhan. Artinya, suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi. Adapun konteks dari perkataan ini adalah bahwa ucapan hakim yang meneguhkan suara para juri dalam perkara di pengadilan.


Vox Populi, Vox Dei erat kaitannya dengan suatu sistem pemerintahan demokrasi. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani demokratia atau kekuasaan rakyat, yakni demos atau rakyat dan kratos atau kekuasaan. Dalam perkembangannya sendiri, istilah Suara Rakyat Suara Tuhan banyak diadopsi banyak negara untuk kepentingan politik, termasuk Indonesia . 


Di Indonesia, proses politik yang melibatkan rakyat secara langsung, misalnya Pemilihan Presiden dan wakilnya, Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati/Wali Kota, dan Pemilihan Anggota DPR/DPRD hingga DPD, selama ini dianggap paling ideal dibandingkan melalui sistem perwakilan yang disebut-sebut kerap terjadi politik transaksional.


“Yang jadi pertanyaan besar, sesuai Pasal 6A ayat 2 Undang-Undang Pemilu, sekarang rakyat Indonesia akan menghadapi Pemilu 2024. Calon presiden yang akan diusung misalnya, itu sebenarnya aspirasi rakyat atau aspirasi partai politik?,” tegas Praktisi Hukum Agus Widjojanto, dalam keterangan persnya, Jumat (25/8/2023).


Calon mahasiswa doktor hukum Universitas Padjajaran itu mengungkapkan, Pasal 6A ayat 2 UU Pemilu menyebutkan bahwa ‘Pasangan Calon Presiden dan wakil Presiden diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik’. Karena itu menjadi pertanyaan besar apakah memang calon yang diusung parpol merupakan kehendak rakyat sebagaimana ungkapan Vox Populi Vox Dei. 


Menurutnya, jika belajar dari gelaran pemilu paska reformasi, partai politik semestinya berfikir realistis. Apalagi, dalam kenyataannya capres maupun cawapres yang diusung tidak sepenuhnya merupakan kehendak rakyat. Pasangan calon yang diusung lebih justru ditentukan oleh partai politik, dalam hal ini ketua umum.


“Ini fenomena yang terjadi yang tidak bisa kita pungkiri. Mekanisme pencalonan yang terjadi saat ini membuat rakyat seolah dipaksa untuk memilih calon yang sudah ditentukan oleh partai politik atau gabungan partai politik,’ jelas Agus Widjojanto.


Di sisi lain, apabila mengacu Sila Keempat Pancasila yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” sebenarmya juga sudah sangat jelas. Bahwa rakyat memberikan mandat kepada permusyawaratan perwakilan melalui sebuah Lembaga Negara bernama MPR RI. Lembaga tertinggi selaku wakil rakyat ini selaras prinsip Vox Populi Vox Dei dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


“Sistem perwakilan tersebut dibentuk dari awal oleh para pendiri Bangsa. Karena itu, kondisi sistem ketatanegaraan saat ini, salah satunya terkait pemilu langsung dan kedudukan MPR, merupakan pengingkaran dari Soko Guru yang telah dibangun dari awal oleh pendiri Bangsa,” ucapnya.


Agus Widjajanto lantas menyinggung temuan penelitian William J. Chambliss dan Robert B. Seidman, bahwa hukum suatu bangsa tidak bisa dialihkan begitu saja kepada bangsa lain (The Law Of Non Transferability of Law). Berikut Ubi societas ibi ius ala Cicero, bahwa dimana ada masyarakat disitu ada hukum. Dengan kata lain, masyarakat suatu bangsa memiliki karakteristik yang berbeda. 


“Indonesia sebagai bangsa, juga mempunyai karakteristik sendiri dalam hukum walaupun diakui bahwa Indonesia merupakan laboratorium hukum yang kaya, bertalian dengan adanya kesenjangan antara das Sollen dengan das Sein,” katanya.


Pria asal Kudus Jawa Tengah itu menambahkan, Indonesia mempunyai karakter sendiri yang mengacu pada budaya bangsanya sebagai pengejawantahan seluruh nilai yang dikandung sila-sila Pancasila. Termasuk di dalamnya budaya musyawarah dan mufakat, budaya gotong-royong, budaya guyub.


Sayangnya, budaya tersebut tidak lagi tampak dari isi pasal dalam UUD 1945 yang telah diamandemen beberapa kali. Pemilihan presiden dan kepala daerah secara langsung oleh rakyat justru mengajarkan masyarakat akan budaya kebebasan menyerupai sistem demokrasi liberal.

Sumber: Republika

Tags: budaya bangsabudaya indonesiakarakter bangsa
ShareTweetPin
Previous Post

Wakil Ketua BKSAP Apresiasi Pembangunan Museum Peradaban di Ponorogo

Next Post

Bakar Semangat Kader PDIP Jateng, Puan: Banyak Pihak Inginkan PDIP Lemah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Tak Lagi Sekadar Mayam, The Palace Jeweler Bongkar Cara Lama Jual Beli Emas di Aceh

Tak Lagi Sekadar Mayam, The Palace Jeweler Bongkar Cara Lama Jual Beli Emas di Aceh

Minggu (19/04/2026) - 14:08 WIB
Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.