Rabu, April 22, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Ternyata Ini Penyebab Dentuman Misterius di Sumenep

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (22/08/2023) - 23:36 WIB
in NASIONAL
0
Tembok retak akibat gempa swarm (ilustrasi). Badan Geologi ESDM megungkapkan penyebab suara dentuman misteris di Sumenep, Jawa Timur.

JAKARTA — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan suara tumbukan misterius yang terjadi di Sumenep, Jawa Timur, akibat fenomena palu air atau water hammer. Pelaksana Harian Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Hermansyah menjelaskan efek palu air itu terjadi ketika aliran air tiba-tiba mengalami peningkatan tekanan air secara mendadak dalam sebuah saluran dan menekan udara yang terjebak.


“Gelombang tekanan tinggi bergerak mundur melalui saluran menyebabkan suara ketukan atau getaran, akibat proses penambahan tekanan air yang kemungkinan berasal dari gempa bumi swarm yang relatif kecil kekuatannya,” kata Hermansyah dalam keterangan di Jakarta, Selasa (22/8/2023).


Mekanisme proses itu berawal dari adanya pemicu yang menyebabkan kenaikan tekanan air. Badan Geologi memperkirakan pemicu itu terjadi karena gempa swarm. Gempa swarm adalah serangkaian gempa kecil yang terjadi dalam waktu relatif singkat di area geografis tertentu.


Gempa swarm biasanya memiliki magnitudo yang rendah dan tidak memiliki gempa utama yang jelas sebagai pemicu. Gempa itu sering terjadi dalam periode yang singkat dan bisa berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. 


“Meskipun gempa-gempa dalam swarm umumnya tidak terlalu merusak, mereka dapat memicu kekhawatiran, karena walaupun intensitas relatif rendah dan frekuensinya yang tinggi atau sering,” kata Hermansyah.


Sifat keteknikan batuan yang relatif cukup baik dan pada umumnya memiliki banyak diskontinuitas berupa bidang perlapisan dan retakan-retakan yang tersebar secara acak dan salah satunya diperkirakan berada di tempat kejadian. Namun demikian, kata dia, tidak semua bidang diskontinuitas terisi oleh air. 


Ketika air mengalami peningkatan tekanan akibat getaran pemicu yang diperkirakan dari gempa bumi swarm dan menekan udara yang terperangkap dalam bidang diskontinuitas, sehingga terjadi proses water hammer atau palu air yang menimbulkan seperti suara ketukan. 


“Suara misterius diperkirakan berasal dari proses water hammer dari sumber getaran gempa swarm, dan proses water hammer tidak membahayakan di permukaan tanah,” kata Hermansyah.


“Namun secara regional, suara misterius ini dapat mengindikasikan adanya potensi sesar aktif walaupun posisi kemungkinan bukan di wilayah Moncek Tengah,” ujarnya.


Pada 12 Agustus 2023 suara dentuman misterius terjadi di Dusun Tengah Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Suara itu terdengar seperti bunyi tumbukan dari bawah tanah dan disertai getaran pada pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. 


Suara tersebut sempat membuat panik warga karena telah terjadi sekitar sepuluh hari. Badan Geologi lantas melakukan tinjauan lapangan untuk mengkaji penyebab suara dentuman tersebut.


 

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: badan geologidentuman sumenepgempagempa swarmpalu airpenyebab suara misterius sumenepsuara misterius sumenepsuara sumenepwater hammer
ShareTweetPin
Previous Post

Unand Kukuhkan 5 Guru Besar dari Fakultas Hukum dan Kedokteran Gigi

Next Post

Dinkes Jambi Imbau Warga Waspadai ISPA dan Dehidrasi Musim Kemarau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Selasa (21/04/2026) - 22:10 WIB
Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa (21/04/2026) - 22:08 WIB
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Selasa (21/04/2026) - 22:04 WIB
Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.