Selasa, November 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Presiden Uganda: Bank Dunia Remehkan Orang Afrika

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (10/08/2023) - 20:53 WIB
in INTERNASIONAL
0
Presiden Uganda Yoweri Museveni

#image_title

KAMPALA – Presiden Uganda Yoweri Museveni mencela keputusan Bank Dunia yang menangguhkan pinjaman baru karena negaranya menerapkan Anti-Homosexuality Act. Ia menegaskan, jika memang membutuhkan pinjaman dana, negaranya maka akan mencari dari sumber lain. 


Museveni mengatakan, Uganda saat ini berusaha mengurangi pinjaman dalam bentuk apa pun dan tak akan menyerah ditekan oleh institusi asing seperti Bank Dunia. Dengan demikian, Uganda tetap pada kebijakannya menjalankan UU anti-LGBT. 


‘’Karena itu, sayangnya Bank Dunia dan aktor lainnya berani memaksa kami untuk meninggalkan keyakinan, budaya, prinsip, dan kedaulatan kami dengan menggunakan uang. Mereka benar-benar meremehkan semua orang Afrika,’’ katanya. 


Museveni menambahkan, jika Uganda perlu pinjaman dana maka bisa mendapatkannya dari sumber lain, selain itu produksi minyak yang diharapkan bisa mulai berjalan pada 2025 diyakini mampu memberikan pendapatan tambahan bagi Uganda. 


Maka, ia berharap Bank Dunia mempertimbangkan kembali keputusannya menangguhkan pinjaman baru ke Uganda. Pemerintah akan meminta parlemen memberikan persetujuan atas anggaran perubahan 2023-2024 (Juli-Juni).


Menteri Keuangan Yunior Uganda Henry Musasizi menyatakan, perubahan ini untuk menghitung dampak penangguhan pinjaman baru dari Bank Dunia. ‘’Kami akan menyampaikan dalam satu pekan ini dan berharap persetujuan parlemen,’’ katanya di depan anggota parlemen.


Presiden Bank Dunia berada di bawah tekanan….

Sumber: Republika

Tags: bank dunia tangguhkan pinjamanlgbtpresiden ugandatekanan institusi asinguganda terapkan uu lgbtuu lgbtyoweri museveni
ShareTweetPin
Previous Post

Ini Komentar Wapres Maruf Amin tentang Ferdy Sambo yang Bebas dari Hukuman Mati

Next Post

Yenny Sebut Anies-AHY Paling Pas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Lima Sekolah Rakyat Permanen di Aceh Beroperasi, Sudah Tampung 1.932 Siswa dari Keluarga Miskin

Lima Sekolah Rakyat Permanen di Aceh Beroperasi, Sudah Tampung 1.932 Siswa dari Keluarga Miskin

Senin (02/11/2026) - 23:41 WIB
UIN Ar-Raniry Gandeng Pijar Foundation Perkuat Pendidikan Inklusif

UIN Ar-Raniry Gandeng Pijar Foundation Perkuat Pendidikan Inklusif

Senin (02/11/2026) - 21:23 WIB
Regulasi Vape Dinilai Tidak Hanya Soal Cukai. Foto:   Vape (ilustrasi)

Seluruh Personel Polri Dilarang Gunakan Vape, Pelanggar Terancam Sanksi

Senin (02/11/2026) - 21:19 WIB
28 Jurnalis Lulus UKJ AJI Angkatan 110 di Banda Aceh

28 Jurnalis Lulus UKJ AJI Angkatan 110 di Banda Aceh

Senin (02/11/2026) - 16:48 WIB
Buka Jambore Kader PKK Aceh Jaya, Kak Na: Kader Aktif, Masyarakat Berjaya

Buka Jambore Kader PKK Aceh Jaya, Kak Na: Kader Aktif, Masyarakat Berjaya

Senin (02/11/2026) - 16:03 WIB
Wamen Komdigi Dorong Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Pengembangan Ekosistem AI

Wamen Komdigi Dorong Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Pengembangan Ekosistem AI

Senin (02/11/2026) - 16:00 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.