Kamis, November 5, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Muslim Swedia Merespons Pembakaran Alquran dengan Cokelat

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (08/08/2023) - 16:52 WIB
in INTERNASIONAL
0
Aksi pembakaran Alquran kembali terjadi di Swedia.

#image_title

SYOCKHOLM — Pada akhir Juni lalu, bertepatan dengan perayaan Idul Adha, di tengah aksi pembakaran Alquran yang dilakukan imigran asal Irak, Salwan Momika di depan masjid di Stockholm,Swedia, Husam El Gomati berjalan di antara kerumunan orang bersama sejumlah temannya. 


Apa yang mereka lakukan? El Gomati, wiraswasta asal Libya beserta rekannya mengeluarkan cokelat mahal. Menyapa sejumlah orang dan memberinya cokelat mahal itu. Lalu, tertawa dan bercanda dengan orang-orang di sekitarnya. 


Mengalihkan sepenuhnya mereka dari retorika provokatif yang disampaikan Momika melalui megaphone. ‘’Tentu tak mudah menolak cokelat bukan,’’ kata El Gomati seperti diberitakan Aljazirah, Selasa (8/8/2023). 


Cokelat juga membuatnya bisa menjalin dialog bersahabat dengan orang-orang yang saat itu menyaksikan pembakaran Alquran. Dengan demikian, lebih menenangkan suasana. El Gomati berhasil mengalihkan perhatian massa dari aksi Momika.  


‘’Cokelat menenangkan beberapa orang yang marah sebab saya menunjukkan mereka respons berbeda, dengan bersikap ekstra baik. Saya pikir ini lebih kuat dan efektif daripada menunjukkan rasa benci atau sikap agresif.’’ 


Ia dan teman-temannya berusaha agar tak terjadi kekerasan di tengah aksi pembakaran Alquran yang sebenarnya membuatnya tak senang. Jangan sampai, kata dia, sekelompok orang terutama sayap kanan mencapai tujuannya, terjadi kekerasan. 


El Gomati mengaku tak senang hari liburnya dengan menyaksikan aksi lain pembakaran Alquran. ‘’Saya tak begitu senang, bangun di hari libur untuk pergi dan mencoba menenangkan orang. Namun, ini penting karena kelompok sayap kanan paling suka terjadi kekerasan.’’


Julia Agha, kepala Alkompis, saluran berita berbahasa Arab di Swedia mengirimkan reporternya di setiap aksi pembakaran Alquran. Ia menyatakan, Muslim di Swedia merasa sakit hati dan diperlakukan tak adil dengan aksi ini dibandingkan dilabeli buruk di media sosial. 


Ia menuturkan, suasananya selalu tenang. ‘’Beberapa orang terlihat sedih melihat aksi pembakaran Alquran. Ada pula yang berteriak emosional merespons pembakaran itu,’’ katanya. 


El Gomati menambahkan, minoritas Muslim Swedia menghadapi beragam tekanan dari arah berbeda. Sistem politik yang ada mendorong munculnya Islamofobia dan media memproduksi berita yang mencitrakan Muslim dengan sangat negatif. 


Ia juga menjelaskan mengapa Alquran begitu penting bagi Muslim kepada warga Swedia, yang biasa hidup di tengah masyarakat yang sekuler. Sebagian dari mereka tak bisa apa yang komunitas agama rasakan dengan aksi pembakaran kitab suci. 


Jika melihat negara lain di Eropa, Timur Tengah, atau Amerika, kata El Gomati, ada tingkat pemahaman sekitar hubungan antara individu dengan kitab sucinya.’’Secara tipikal, orang Swedia tak bisa memahami hal ini,’’ katanya. 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: aksi pembakaran alquran di swediakitab suci agamakomunitas muslim swediamasyarakat sekulerpembakaran alquransalwan momika
ShareTweetPin
Previous Post

Terkait Kasus NAIC, Amiruddin: Kami Menghormati Proses Hukum

Next Post

Polisi Beberkan Dugaan Korupsi Kadis PUPR Banda Aceh 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Kamis (05/11/2026) - 22:23 WIB
Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Kamis (05/11/2026) - 22:17 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penyadapan Ilegal Bisa Dijerat Pidana

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Kamis (05/11/2026) - 16:04 WIB
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Rabu (04/11/2026) - 22:13 WIB
Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Rabu (04/11/2026) - 22:03 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.