Senin, April 20, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Bareskrim Jelaskan Beda Perilaku Indra Kenz dan Doni Salmanan di Kasus Investasi Ilegal

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (11/05/2022) - 19:38 WIB
in NASIONAL
0
Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz. Setelah menetapkan tersangka Indra, perekrutnya atau Brian Edgar Nababan juga ditetapkan tersangka. FOTO/Republika

Tersangka kasus dugaan investasi ilegal melalui aplikasi binomo, Indra Kesuma atau Indra Kenz. Setelah menetapkan tersangka Indra, perekrutnya atau Brian Edgar Nababan juga ditetapkan tersangka. FOTO/Republika

Bareskrim menyebut sikap tertutup Indra Kenz jadi tantangan penyidikan.

JAKARTA — Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Polisi Whisnu Hermawan mengungkapkan perbedaan perilaku dua afiliator Indra Kenz dan Doni Salmanan di kasus yang menjeratnya masing-masing. Keduanya saat ini telah berstatus tersangka dalam kasus investasi ilegal. 


Whisnu menyebut Indra Kenz tergolong tersangka yang memilih tutup mulut. Sedangkan, Doni memilih bersikap terbuka dan mengakui kesalahannya. 


“Doni jelas ngomongnya dia salah. Kalau Indra bilang tak kenal, nggak tahu, uangnya dimana lupa, barang bukti dibuang. Ini jadi keinginan penyidik untuk melakukan pengungkapan. Dia (Indra) pura-pura seolah nggak kenal (dalang Binomo),” kata Whisnu dalam webinar, Rabu (11/5/2022). 


Sikap tertutup Indra menyebabkan penyidik makin tertantang mengungkap kejahatannya. Sehingga kekasih Indra yaitu Vanessa Khong dan ayah Vanessa, Rudiyanto Pei turut diciduk kepolisian guna didalami perannya. 


“Dicari terus sama PPATK dan kena pacar dan ayahnya. Mereka tahu itu judi, data transaksi keuangan masuk ke calon mertuanya itu. Bapaknya (Rudiyanto) bermain di situ,” ujar Whisnu. 


Whisnu menyebut peran Vanessa dan Rudiyanto diperoleh berkat penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas transaksi keduanya. Atas dasar itu, ia optimistis kasus Binomo dapat terungkap jelas meski Indra Kenz memilih bungkam. 


“Transaksi nggak bisa dibohongin. Makanya peran PPATK penting biar tahu kasus ini kemana arahnya. Digital forensik ini nggak bisa bohong. Doni ini gampang ngomong terus, Indra ini tertutup,” ucap Whisnu. 


Di sisi lain, Whisnu menjelaskan kasus investasi ilegal Indra dan Doni terlambat diproses karena menunggu laporan masyarakat. Ia ingin ada masyarakat yang melapor lebih dulu agar nantinya uang masyarakat bisa dikembalikan setelah ada putusan pengadilan. 


“Kok sudah lama baru diproses? Sebenarnya kita nunggu laporan walau kita bisa berproses. Saya mohon maaf tidak bisa kembalikan uang langsung ke masyarakat karena ada proses pengadilan. Ini yang sering dicerca oleh masyarakat. Biar pengadilan yang memutuskan,” ungkap Whisnu. 


Whisnu juga menyampaikan Bareskrim Polri masih terus memburu aset Indra dan Doni hingga keluar negeri. Ia menjanjikan aset masyarakat bisa dikembalikan lagi bila sudah ada kekuatan hukum tetap. 


“Kita cari uang hasil kejahatan sebanyak-banyaknya. Ini agar ada efek jeranya lah biar hancur (harta pelaku) saya ambil lagi. Barang bukti semua terdata, uang barang bukti 1 triliunan nanti dikirim ke pengadilan. Kami nggak main-main soal barang bukti,” tegas Whisnu.


 

 


 

Sumber: Republika

Tags: binomodoni salmananindra kenzkasus investasi bodongkasus investasi ilegal
ShareTweetPin
Previous Post

KKB Dilaporkan Menembak Seorang Sopir Truk

Next Post

Pemberontak Kongo Serang Kamp Pengungsi, 14 Orang Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

Senin (20/04/2026) - 22:13 WIB
Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Senin (20/04/2026) - 22:10 WIB
Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.