Rabu, April 22, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Asia Tenggara Berkomitmen Percepat Pemberantasan Malaria pada 2030

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (06/05/2022) - 12:26 WIB
in INTERNASIONAL
0
(Illustrasi) Nyamuk Anophles, penular Malaria

WHO memperkirakan kasus Malaria pada 2020 di Asia Tenggara berkisar 5 juta pasien.

 JAKARTA — Negara di wilayah Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Asia Tenggara memperbarui komitmen percepatan pemberantasan malaria pada tahun 2030, kata seorang pejabat WHO.”Negara-negara di wilayah WHO Asia Tenggara menjanjikan tindakan yang dipercepat dan upaya yang lebih besar di tingkat sub-nasional dan masyarakat,” kata Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara Dr Poonam Khetrapal Singh melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (6/5/2022).


Pembaruan komitmen itu dilakukan pada Kamis (5/5/2022) melalui agenda seminar virualbertajuk “Malaria, High Burden to High Impact”, di New Delhi, yang diikuti para menteri kesehatan, WHO, dan pakar kesehatan.


Ia mengatakan komitmen yang diperbarui menuntut upaya yang lebih besar pada strategi yang telah terbukti efektif menanggulangi Malaria. Tata kelola tindakan menuju eliminasi Malaria dilimpahkan ke tingkat sub-nasional dan masyarakat.


Poonam mengatakan komitmen itu menyerukan untuk segera meningkatkan strategi yang lebih baru dan inovatif seperti investasi baru, pendekatan pengendalian vektor, diagnostik, obat antimalaria, dan alat lain untuk meningkatkan kemajuan melawan Malaria. Kasus Malaria di Asia Tenggara pada 2020, kata Poonam, mengalami penurunan terbesar jika dibandingkan dengan wilayah WHO lainnya di dunia.


WHO memperkirakan jumlah kasus pada periode saat itu berkisar 5 juta pasien atau 80 persen lebih rendah dari 2010. Sementara perkiraan angka kematian pada 2020 mencapai 8.900 jiwa yang juga lebih rendah 77 persen dibanding situasi 2010.


Dikonfirmasi secara terpisah, Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan Indonesia menjadi negara dengan beban kasus Malaria kedua terbanyak di kawasan Asia Tenggara, sesudah India.Tjandra yang juga menjadi pembicara pada Seminar WHO Asia Tenggara “Malaria, High Burden to High Impact” menyampaikan tentang eliminasi sub nasional Malaria, di mana pada 2021 sudah 347 kabupaten yang sudah eliminasi Malaria.


Targetnya pada 2028 seluruh kabupaten dan 2029 seluruh provinsi di Indonesia mencapai status eliminasi malaria. “Sehingga 2030 Indonesia dapat dinyatakan sebagai negara di mana Malaria sudah tereliminasi, sebagaimana juga target SDG bahwa epidemi Malaria bersama dengan Tuberkulosis dan HIV/AIDS akan selesai pada 2030,” katanya.


Tjandra mengatakan eliminasi Malaria dilakukan bertahap, Jawa Bali pada 2023, Sumatra Sulawesi dan NTB pada 2025, Kalimantan dan Maluku Utara pada 2027, Maluku dan NTT pada 2028 serta Papua dan Papua Barat pada 2029.”Walaupun sekarang ada upaya agar semua target ini dapat dipercepat,” katanya.


Ia mengatakan tiga strategi pengendalian Malaria di Indonesia meliputi akselerasi pada daerah endemik tinggi, intensifikasi pada endemik moderat, dan eliminasi pada daerah endemik rendah dan pemeliharaan untuk mencegah reintroduksi kasus pada daerah yang sudah bebas Malaria.”Tanah Papua memang merupakan tantangan berat, 80 persen kasus Malaria dan 45 persen kematian akibat malaria terjadi di tanah Papua,” katanya.


Selain berbagai program yang sudah dilakukan, Tjandra juga mendorong pengembangan vaksin Malaria yang baru di tanah Papua.


 

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: malariamalaria asia tenggarawabah malariawho
ShareTweetPin
Previous Post

Satgas Covid-19 IDI: Hepatitis Akut tidak Terkait Long Covid-19 

Next Post

Akhir Pekan, Polisi Prediksi Mobil ke Puncak Meningkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Selasa (21/04/2026) - 22:10 WIB
Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa (21/04/2026) - 22:08 WIB
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Selasa (21/04/2026) - 22:04 WIB
Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.