Rabu, April 22, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Satgas Covid-19 IDI: Hepatitis Akut tidak Terkait Long Covid-19 

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (06/05/2022) - 12:20 WIB
in NASIONAL
0
Ilustrasi Hepatitis. Wakil ketua DPD RI, Sultan B Najamudin, mendorong Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan pengawasan dan deteksi dini terhadap hepatitis akut yang masih misterius penyebabnya dan sedang mengancam masyarakat, khususnya anak-anak di banyak negara saat ini.

Adenovirus mungkin jadi penyebab, sedangkan lingkungan dan situasional diselidiki.

 JAKARTA — Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, hepatitis misterius yang menjangkit sejumlah anak di dunia tidak terkait long Covid-19. Menurut dia, kesehatan para pasien di Amerika Serikat (AS) dilaporkan dalam keadaan baik sebelum sakit hepatitis. 

“Tidak terkait long covid. Pasien-pasien -paling tidak di Amerika- diketahui kesehatannya baik, sebelum sakit hepatitis. Berita terbaru juga demikian,” ujat Zubairi saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (6/5). 

Dia mengutip artikel online dari Business Standard pada Selasa (3/5/2022), yang menyebutkan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS telah mengesampingkan Covid-19 sebagai faktor dalam sembilan kasus hepatitis akut di negara tersebut. Sembilan kasus ini anak berusia satu bulan sampai enam tahun di Alabama dilaporkan terjadi sepanjang Oktober 2021-Februari 2022. 

Semua pasien tersebut menerima hasil tes negatif untuk virus hepatitis A, B, dan C. Beberapa penyebab hepatitis dan infeksi pediatrik lainnya juga disingkirkan, termasuk hepatitis autoimun, penyakit Wilson, bakteremia, dan infeksi saluran kemih. 

Anak-anak juga tidak memiliki riwayat terinfeksi Covid-19 dan belum menerima vaksin Covid-19. CDC mengatakan, adenovirus mungkin menjadi penyebab kasus hepatitis akut, tetapi faktor lingkungan dan situasional potensial lainnya masih diselidiki. 

“Dari data juga diketahui bahwa angka kejadian Long Covid pada anak amat jarang,” kata Zubairi. 

Dia mengatakan, dari tiga kasus yang diduga hepatitis akut di Indonesia, semua anak diketahui negatif Covid-19 dan satu pasien yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Sementara, di Brasil dan India, sedikit anak-anak yang terinfeksi Covid-19 dan butuh pengobatan untuk hepatitis. 

“Sebagian besar pasien pulih dengan cepat dalam beberapa hari,” tutur dia.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hepatitis akut yang menjangkit anak-anak tidak ada kaitannya dengan long Covid-19. “Kasus pada anak tidak ada kaitan dengan long covid,” ujar Nadia saat dikonfirmasi Republika.co.id.

Sebab, kata dia, angka kejadian long covid pada anak rendah sekali. Selain itu, tidak ada riwayat long covid pada anak dari data yang ada saat ini. 

Belum diketahui penyebab tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut meninggal dunia. Kemenkes dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus hepatitis akut tersebut. 

Pada ketiga kasus ini, anak berusia dua tahun belum mendapatkan vaksinasi hepatitis, usia delapan tahun baru mendapatkan vaksinasi satu kali, dan usia 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi. Tidak ditemukan riwayat hepatitis dari anggota keluarga lain dari ketiga anak dan tidak ditemukan anggota keluarga lain yang memiliki gejala sama. 

Sumber: Republika

Tags: hepatitishepatitis akuthepatitis misteriussatgas covid-19 idizubairi djoerban
ShareTweetPin
Previous Post

Epidemiolog: Potensi Hepatitis Misterius Jadi Pandemi Kecil

Next Post

Asia Tenggara Berkomitmen Percepat Pemberantasan Malaria pada 2030

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Selasa (21/04/2026) - 22:10 WIB
Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa (21/04/2026) - 22:08 WIB
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Selasa (21/04/2026) - 22:04 WIB
Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.