Jumat, November 6, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Dari 2.000-an Kasus Tinggal 300-an Kasus, Penularan Covid-19 Selama Ramadhan Melemah

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (01/05/2022) - 10:02 WIB
in NASIONAL
0
Sejumlah pasien Covid-19 melihat pemandangan di RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Senin (7/3/2022). Pemerintah menurunkan status PPKM menjadi level 2 untuk wilayah Jabodetabek dan Surabaya dikarenakan penurunan kasus konfirmasi harian dan juga rawat inap rumah sakit. Republika/Putra M. Akbar

Pemerintah berharap tidak ada lonjakan kasus usai Hari Raya Idul Fitri

 JAKARTA — Jelang berakhirnya Ramadhan, kasus Covid-19 di Indonesia tercatat mengalami penurunan yang signifikan. Pada saat yang sama angka kesembuhan pasien terus meningkat. Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit pun makin sedikit.  Benarkah status endemi Covid-19 bagi Indonesia sudah di depan mata?


Melihat kebelakang sejenak pada 2 April, awal Ramadhan, tren penurunan angka kasus Covid-19 sudah terjadi sebelumnya. Memasuki Ramadhan, pemerintah ancang ancang strategi menggenjot vaksin booster. Pada 2 April tercatat angka kasus harian Covid-19 masih di level 2.000 an kasus, yakni 2.300 kasus dan kasus aktif 98.171 kasus. 


Dua hari kemudian, Menkes Budi Gunadi Sadikin memberi sinyal bahwa Indonesia bersiap memasuki endemi. Namun dengan sejumlah syarat. Terutama rasio penularan yang harus di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan meningkatkan lagi cakupan vaksinasi. Pada 4 April, tren penurunan kasus harian Covid-19 makin terasa, dengan kasus harian di 1.600 an dan kasus aktif turun 8.000 kasus dalam dua hari. 


Pada 6 April, Presiden mengumumkan hari libur nasional terkait Ramadhan. Sembari terus mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir , warga diingatkan terus waspada terhadap penularan Covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 


Empat hari setelah pernyataan Menkes itu, angka kasus harian Covid-19 kian terlihat bisa mengarah di bawah 2.000 kasus per hari. Pada 7 April, Kemenkes mencatat angka kasus harian sudah bertengger di 2.089 kasus, namun angka kasus aktifnya turun cukup besar ke 78 ribu kasus. Ada penurunan sekitar 12 ribu kasus dalam waktu empat hari.


Pada saat ini sorotan juga mengarah pada rendahnya angka tes harian. Ketika itu angka tes harian berkisar di level 4.000 sampai 5.000an tes per hari. Epidemiolog tetap meminta pemerintah menggenjot testing harian untuk memperlihatkan gambaran kasus yang lebih lengkap. Namun pemerintah tampak tetap menjaga angka tes ini di kisaran itu. 


Pekan kedua April, dari 8 April sampai 13 April memperlihatkan tren penurunan kasus yang makin kencang. Dengan angka testing yang relatif stagnan, angka kasus harian terlihat bakal menembus level di bawah 1.000 kasus per hari. Ini terjadi pada 11 April. Bila demikian, maka ini sebuah pembalikan yang cukup pesat setelah lonjakan kasus akibat varian Omicron di Februari kemarin.


Pada 14 April, batas seribu kasus per hari itu akhirnya jebol. Catatan Kemenkes memperlihatkan angka kasus harian di 833 kasus dan angka kasus aktif turun ke 64 ribuan kasus, dengan jumlah warga yang dites di kisaran empat ribuan. Pemerintah memang terlihat makin optimistis dengan situasi ini. Apalagi setelah hasil survei serologi yang digelar Kemenkes sebelumnya memperlihatkan bahwa level kekebalan tubuh responden survei meningkat secara dramatis atas virus Covid-19 ini. 


Tiga hari kemudian, tren bahwa angka kasus harian makin kecil kian terlihat. Pada 17 April, kasus harian sudah makin mendekati angka 500 kasus, dengan 607 kasus harian dan kasus aktif mendekati 50 ribu kasus. Terkait kasus aktif ini patut dicatat sudah terjadi penurunan sekitar 40 ribu kasus aktif sejak awal Ramadhan. Ini seiring dengan angka pasien yang sembuh makin banyak saban harinya. 


Sehari sesudahnya, angka kasus harian benar-benar menyentuh 500 kasus, yakni 509 kasus per hari dan 50.969 kasus aktif. Namun angka testingnya melorot ke level hanya 2.000an orang per hari. Dari titik ini, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 terus meningkat. Ini bisa dicermati dari angka kasus aktif yang turun cukup drastis dalam lima hari sesudahnya. Pada 22 April, angka kasus aktif tinggal 21 ribu kasus. Bila melihat dari awal Ramadhan, maka butuh 20 hari untuk menurunkan sekitar 70 ribu kasus aktif.


Memasuki pekan terakhir Ramadhan, tanda-tanda melemahnya infeksi Covid-19 di masyarakat kian terang. Pada 25 April angka kasus harian menyentuh 317 kasus dan kasus aktif di 13 ribuan. Ini adalah batas ke posisi setelahnya ketika sepekan kemudian angka kasus aktif melorot di bawah 10 ribuan. Pada Sabtu (30/4), tercatat angka kasus harian sudah di 7.800-an kasus. Bahkan sebelumnya, pasien yang dirawat di RS Darurat Covid-19 Kemayoran tinggal 19 orang per 29 April. 


Namun tren penurunan ini masih harus diuji sepekan setelah Lebaran. Sejak awal Ramadhan, Menkes, epidemiolog, dan Presiden mengkhawatirkan ada lonjakan kasus setelah Idul Fitri. Ini mengacu pada fakta bahwa vaksinasi pada lansia, terutama vaksinasi booster masih rendah, di level 20 persen nasional. Bilamana tidak ada lonjakan yang berarti dari kasus harian pasca-Ramadhan, maka bisa jadi seperti yang diinginkan pemerintah, kita akan segera memasuki tahap endemi Covid-19. 

Sumber: Republika

Tags: antisipasi lonjakan covid-19cegah penularan covid-19endemi covid 19kasus covidlonjakan covid-19lonjakan kasus covidvaksin Covid-19vaksinasi booster
ShareTweetPin
Previous Post

Ini Pengaturan Lalu Lintas di Sekitar JIS Saat Shalat Idul Fitri

Next Post

H-7 sampai H-3 Lebaran, AP I Layani 748 Ribu Penumpang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Pemuda Muhammadiyah Aceh: Hentikan Tindakan Represif terhadap Rakyat, Usut Penembakan di Pidie, Tuntaskan MoU Helsinki

Kamis (05/11/2026) - 22:23 WIB
Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Mualem-Dek Fadh Berduka atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera

Kamis (05/11/2026) - 22:17 WIB
Menko Yusril Tegaskan Penyadapan Ilegal Bisa Dijerat Pidana

Menko Yusril Prihatin atas Peristiwa di Pidie, Pemerintah Sepakat Lakukan Penyelidikan

Kamis (05/11/2026) - 16:04 WIB
LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

LBH Banda Aceh Desak Penembakan Warga di Pidie Diusut Tuntas

Rabu (04/11/2026) - 22:52 WIB
Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Kak Na: PAUD Holistrik Integratif untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Anak Usia Dini

Rabu (04/11/2026) - 22:13 WIB
Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Kopertais V Aceh Siapkan Auditor untuk Perkuat Mutu 39 PTKIS

Rabu (04/11/2026) - 22:03 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.