Jumat, Juni 5, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

5 Fakta Tanaman Gambir yang Terancam Tambang

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (11/12/2024) - 16:42 WIB
in DAERAH
0
5 Fakta Tanaman Gambir yang Terancam Tambang

#image_title

Tahukah kamu asal usul nama Stasiun Gambir? Penamaan Gambir ternyata berasal dari kondisi wilayah stasiun pada 1930-an yang dikelilingi tanaman gambir. Tanaman yang memiliki nama latin Uncaria gambir roxb ini menjadi salah satu rempah kaya manfaat dan bernilai tinggi. 

Di Indonesia, gambir biasa digunakan untuk mengunyah sirih, obat tradisional hingga bahan dasar pembuatan skincare untuk mencegah penuaan dini. Bahkan, tanaman gambir menjadi komoditas unggulan di beberapa wilayah Sumatera dan menjadi sumber ekonomi petani. Salah satunya, petani di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.  

Pada Desember 2018, banjir bandang merusak ladang dan komoditas tani hancur tapi tidak pada tanaman gambir. Bencana ini diduga imbas dari aktivitas pembukaan lahan untuk pertambangan seng PT Dairi Prima Mineral. Tak hanya banjir, pertambangan ini mengancam warga dan lahan pertanian karena kebocoran limbah hingga pencemaran lingkungan.

Marlince Sinambela sedang memetik daun gambir. Foto: Irfan Maulana/Monhgabay Indonesia

Baca juga: Warga Dairi Menanam Gambir untuk Melawan Tambang Seng

Padahal saat bencana datang, tanaman gambir ini penyelamat warga Desa Bongkaras, Kabupaten Dairi. Harga jualnya pun tinggi untuk menyambung kehidupan. Hingga kini, warga Dairi pun terus menolak PT DPM dengan bertani serta menanam durian dan gambir. 

Mereka mengolah tanaman gambir menjadi teh dan produk obat yang kemudian dijual melalui e-commerce. Ada pula bola-bola gambir kering yang dijual ke pasar. Apa saja manfaat dari tanaman gambir? Berikut adalah fakta-faktanya.

1. Penghasil antioksidan tinggi

Studi menunjukkan gambir terbukti memiliki sifat antioksidan dan anti inflamasi. Di dalam tanaman gambir terkandung senyawa polifenol yang menjadi turunan antioksidan alami. Kandungan antioksidan yang ada pada gambir mampu menangkal kerusakan tubuh yang dihasilkan dari paparan radikal bebas. 

Selain antioksidan, gambir juga mengandung bioaktivitas yang tinggi. Kandungan ini berkhasiat untuk merangsang dan meningkatkan sistem imun tubuh.

Marlince Sinambela, sedang menjemur olahan daun gambir. Foto: Irfan Maulana/Mongabay Indonesia

Baca juga: Warga Dairi Terancam Pertambangan, Mereka Terus Melawan

2. Tanaman endemik Asia Tenggara

Gambir tergolong sebagai tumbuhan tropis dan tumbuh subur di Sumatera, Kalimantan dan Malaysia. Buah tanaman gambir berbentuk bulat membutuhkan suhu yang hangat untuk hidup. Biasanya tanaman gambir digunakan sebagai campuran sirih bagi tradisi masyarakat Indonesia. 

Tak hanya untuk itu, tanaman gambir juga direbus, diambil endapannya, dan dibentuk menjadi bola-bola kering. Warga biasanya menjual bola-bola gambir ke pengepul untuk dijadikan bahan baku cat. Harga satu bola gambir Rp 3000-7000. Dalam seminggu, hasil penjualan tanaman gambir bisa mencapai Rp3,5 juta.

3. Pengolahan secara tradisional

Warga Desa Bongkaras, Kabupaten Dairi mengolah gambir secara tradisional. Mereka memetik gambir dari kebun, merebusnya selama satu jam, lalu diperas. Hasil air perasan gambir itulah yang kemudian dibentuk menjadi bola-bola. 

Tak hanya bola-bola, warga juga mulai mengembangkan teh herbal dari tanaman gambir. Daun gambir dirajang-rajang, kemudian dijemur sampai kering dan dikemas menjadi teh. Selain teh, ada pula gambir bubuk yang dijadikan produk obat-obatan. 

Hasil olahan gambir. Foto: Irfan Maulana/Mongabay Indonesia

4. Terancam tambang seng PT Dairi Prima Mineral

Sejak PT DPM mulai beraktivitas tahun 1997, hutan dibabat habis dan endapan seng tak terkelola. Imbasnya, banjir bandang melanda desa-desa yang tersebar di sekeliling pertambangan. Bukan cuma banjir, Desa Bongkaras juga pernah terkena musibah akibat bocornya limbah dari pertambangan. Tapi warga Desa Bongkaras tetap berjuang mempertahankan hidup mereka dengan membudidayakan beragam tanaman, salah satunya gambir. 

“Nanti kita gak bisa berladang lagi. Aku gak bisa bikin gambir lagi,” kata Marlince, seorang petani gambir di Desa Bongkaras.

Penambangan yang terus merusak membuat warga khawatir lahan pertanian yang menjadi sumber ekonomi mereka akan terkena dampak buruknya. Bagi mereka, kehadiran tambang hanya memupuk keuntungan bagi sejumlah kalangan. Di sisi lain, gambir dan komoditas pertanian lainnya yang jelas-jelas menguntungkan bagi warga Desa Bongkaras malah terserang efek negatif dari pertambangan. 

Baca juga: Perempuan Dairi ke Jakarta Tuntut Pemerintah Stop Tambang Seng

5. Terkenal sejak Mesir Kuno dan Romawi Kuno

Pada zaman Mesir Kuno dan Romawi Kuno, tanaman gambir dimanfaatkan sebagai bahan penyamak kulit. Bagi bangsa Cina, rempah kaya manfaat ini diolah dengan cara mengekstrak getah tanaman gambir untuk bahan obat penyakit perut, pewarna kain, dan kosmetik. 

Sedangkan bangsa Mongolia menggunakan gambir sebagai campuran sirih seperti orang-orang Indonesia. Kebiasaan menyirih seperti itu dipercaya dapat mengobati rasa sakit pada gigi. Di samping itu, menyirih juga konon berkhasiat untuk menghilangkan stress.  (***)

Durian, Simbol Perlawanan Warga Dairi Hadapi Perusahaan Tambang Seng

*Sidney Alvionita Saputra adalah jurnalis yang saat ini menempuh pendidikan sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan di Universitas Gadjah Mada. Ia menulis tentang isu-isu lingkungan dan perempuan, fokusnya pada dampak lingkungan dan keadilan gender.

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Libur Nataru, Tol Sibanceh Seksi Padang Tiji-Seulimum Dibuka Fungsional

Next Post

Om Bus-Syech Fadhil Putuskan Tak Gugat Gasil Pilgub Aceh ke MK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Bupati Aceh Tamiang Bakal Kerahkan Camat dan Kades Bantu Pemulangan Warga Binaan

Bupati Aceh Tamiang Bakal Kerahkan Camat dan Kades Bantu Pemulangan Warga Binaan

Jumat (05/06/2026) - 16:51 WIB
SEMA FAH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Raker

SEMA FAH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Raker

Jumat (05/06/2026) - 16:18 WIB
Kurir Dijanjikan Upah Puluhan Juta, Penyelundupan 4 Kg Sabu Digagalkan di Bandara SIM

Kurir Dijanjikan Upah Puluhan Juta, Penyelundupan 4 Kg Sabu Digagalkan di Bandara SIM

Jumat (05/06/2026) - 16:15 WIB
Basarnas Kerahkan Drone dan K-9 Cari Pendaki Hilang di Gunung Seulawah

Basarnas Kerahkan Drone dan K-9 Cari Pendaki Hilang di Gunung Seulawah

Kamis (04/06/2026) - 21:29 WIB
Terima Opini WTP dari BPK, Wali Kota Sabang Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

Terima Opini WTP dari BPK, Wali Kota Sabang Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Keuangan

Kamis (04/06/2026) - 21:26 WIB
Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.