Santunan tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dari para dosen dan staf
JAKARTA–Mengisi bulan suci Ramadhan 1443 H, Universitas Nusa Mandiri (UNM) kampus Damai, Jakarta Selatan, menggelar santunan kepada anak-anak yatim dhuafa RW. 01 kelurahan Ragunan. Kegiatan ini terlaksana di gedung UNM kampus Damai, Jl Damai No 8, Warung Jati Barat (Margasatwa), Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (16/4/2022) silam.
Setiaji, selaku kepala kampus UNM kampus Damai menyampaikan bahwa, santunan tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur dari para dosen dan staf UNM kampus Damai di bulan Ramadhan. “Santunan, merupakan bentuk kepedulian staf dan dosen pendidik yang ada di UNM kampus Damai,” katanya dalam rilis yang diterima, Senin (25/4).
Ia menyebutkan, kegiatan ini mengangkat tema “Nurani Memberi Negeri” dimana acaranya selalu dilakukan rutin setiap tahunnya, oleh UNM sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yatim dhuafa.
“Rangkaian acara dimulai dengan dzikir dan doa bersama, kemudian menyaksikan film cerita tentang Rasulullah SAW. Nampak sekali wajah bahagia terpancar dari semua yang ada di ruangan. Utamanya ialah para anak yatim yang terus memancarkan senyumnya,” ujarnya.
Iapun mengaku gembira, dapat membagikan kebahagiaan ke sesama umat muslim, khususnya anak yatim dan dhuafa di lingkungan sekitar kampus. “Kedepannya, tentu kegiatan amal berupa santunan seperti ini, masih akan terus dilakukan,” tandasnya.
Setiaji juga mengajak anak-anak untuk mendoakan Universitas Nusa Mandiri (UNM) kampus Damai, agar ke depannya semakin sukses, eksis dan konsisten dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.
Sementara itu, Rudi selaku ketua RT 04 menjelaskan, sebanyak 20 anak yatim yang hadir merupakan anak-anak yang cerdas dan rajin ibadah. “Insya Allah kelak anak-anak ini akan bisa memimpin bangsa dan menjaga Islam rahmatan lil ‘alamiin,” harapannya.
Pada kesempatan yang sama, salah satu orang tua dari anak yatim bernama Rika yang mengantarkan putrinya yang masih balita, sangat mengapresiasi kegiatan Nurani Memberi Negeri. Selain itu, ia berharap, agar kegiatan seperti ini tidak hanya berlangsung selama Ramadhan, namun di luar bulan Ramadhan juga, bisa terlaksana.
“Kita saling berbagi, saling menahan amarah, saling mengingatkan dalam kebaikan, semua orang berlomba untuk beribadah ke masjid. Bahkan di bulan Ramadhan ini menjadi titik balik pulihnya perekonomian dimana para pedagang ta’jil, pedagang baju kecipratan rezeki,” paparnya.
Sumber: Republika










