Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

WFP Kurangi Jumlah Bahan Makanan dalam Paket Bantuan Pangan Darurat di Suriah

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (18/04/2022) - 10:15 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pemandangan kamp pengungsian banjir provinsi Idlib, Suriah, terlihat Selasa, 21 Desember 2021. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memutuskan untuk mengurangi jumlah barang dalam keranjang makanan darurat bulanan kepada keluarga dan individu miskin di barat laut Suriah.

Pengurangan bahan makanan sangat berdampak pada populasi dan keluarga di Idlib.

 JENEWA — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memutuskan untuk mengurangi jumlah barang dalam keranjang makanan darurat bulanan kepada keluarga dan individu miskin di barat laut Suriah. Langkah ini terpaksa diambil karena kendala dalam pendanaan, kekurangan komoditas, dan kenaikan harga pangan. 


“Untuk barat laut Suriah mulai Mei 2022, keranjang (makanan) akan dikurangi dari 1.300 menjadi 1.170 (kilokalori) per orang,” ujar juru bicara Program Pangan Dunia (WFP), dilansir Middle News Monitor, Senin (18/4/2022).


Pengurangan pasokan akan membuat penerima keranjang makanan darurat, menerima lentil, buncis, beras, dan gandum bulanan dengan jumlah yang lebih sedikit. Tetapi jumlah minyak sayur, tepung terigu, garam, dan gula masih tetap sama.


Organisasi bantuan dan amal lokal di provinsi barat laut Idlib telah menerima pemberitahuan keputusan melalui email dari WFP pekan lalu. Keputusan tersebut diambil sekitar enam bulan setelah sebelumnya WFP mengurangi pasokan keranjang makanan bulanan, pada September tahun lalu.


Pengurangan tersebut akan sangat berdampak pada populasi dan keluarga yang sudah berjuang di Idlib. Mereka adalah penerima manfaat dari keranjang makanan bulanan. Sebagian besar populasi dan keluarga di Idlib adalah pengungsi Suriah yang tinggal di kamp-kamp.


Seorang pengungsi yang merupakan ayah dari lima anak, Wassel al-Ghajar, mengatakan, pengurangan pasokan makanan sudah mendorong keluarganya ke ambang kemungkinan kelaparan. Dia dan keluarganya sangat bergantung pada bantuan keranjang makanan bulanan tersebut.


“Jika mereka akhirnya berhenti menyediakan keranjang makanan, kami akan mati kelaparan bersama anak-anak kami. Keranjang makanan akan membantu kami bertahan hampir sepanjang bulan,” ujar al-Ghajar.


Pemilik toko roti di Idlib, Bilal Alwan, mengatakan, harga roti telah berlipat ganda dalam beberapa bulan terakhir sejak invasi Rusia ke Ukraina. Konflik Rusia-Ukraina berdampak pada ekspor gandum dan komoditas pokok lainnya di seluruh dunia. 


Saat ini, Alwan mengandalkan gandum yang diimpor dari Turki. Sejak konflik Rusia-Ukraina dimulai, harga satu ton tepung meningkat menjadi sekitar 500 dolar AS dari 380 dolar AS.


“Kami tidak memiliki alternatif (untuk Turki), dan kami tidak menghasilkan pasokan gandum secara lokal”, kata Alwan.


Alwan mengatakan, kekeringan dan hasil panen yang rendah di Suriah selama beberapa tahun terakhir membuat banyak daerah tidak dapat mempertahankan sumber daya mereka. Sehingga mereka tidak memiliki pasokan gandum lokal. 


Diperkiraan 97 persen dari empat juta orang di barat laut Suriah hidup dalam kemiskinan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,35 juta dari mereka saat ini mendapat manfaat dari program keranjang makanan WFP. 


 

Sumber: Republika

Tags: bantuan makananidlibpbb kurangi bantuan makanan suriahpbb kurangi jumlah bahan makananpengungsi suriahsuriah
ShareTweetPin
Previous Post

Komisioner KPI Aceh Harapkan Kolaborasi Lembaga Penyiaran dengan Institusi Pendidikan 

Next Post

Partai Arab Berencana Mundur dari Koalisi Bennett usai Serangan Polisi ke Al-Aqsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Selasa (09/06/2026) - 21:14 WIB
Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Selasa (09/06/2026) - 21:11 WIB
TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

Selasa (09/06/2026) - 15:22 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Selasa (09/06/2026) - 12:03 WIB
Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin (08/06/2026) - 21:30 WIB
COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

Senin (08/06/2026) - 21:26 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.