Sabtu, Agustus 29, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Warga Kekurangan Air Bersih di Bogor Mulai Terserang Diare

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (13/08/2023) - 07:20 WIB
in NASIONAL
0
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Sukahati, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/8/2023). BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan 225.000 liter air bersih kepada warga Kabupaten Bogor yang terdampak kekeringan pada musim kemarau.

#image_title

BOGOR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mencatat tren penyakit diare di tengah warga Kabupaten Bogor mulai meningkat. Dinkes Kabupaten Bogor memprediksi hal ini terjadi karena warga kesulitan mendapat air beraih di tengah kemarau yang melanda.


Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Adang Mulyana, mengatakan angka penyakit diare yang melanda warga Kabupaten Bogor masih fluktuatif. Hanya saja tren kasusnya cenderung meningkat.


“Kemungkinan sih karena kemarau, sehingga mungkin sebagian sudah mulai kekurangan air bersih. Di satu sisi juga hygeine sanitasi yang belum optimal,” kata Adang, Sabtu (12/8/2023).


Untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit tersebut, menurut Adang diperlukan kesadaran masyarakat akan kebersihan dengan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Seperti cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah buang air kecil/besar, memasang air minum sampai mendidih, dan tidak mencuci alat makan di sungai.


Untuk sanitasi, sambung Adang, pada air bersih bisa dilakukan penyaringan terlebih dahulu atau dijernihkan. “Lebih baik pakai kaporit atau yang bisa membunuh kuman penyakit di air dan seterusnya,” ujarnya.


PHBS di rumah tangga, kata Adangc, perlu dilakukan untuk mencapai rumah tangga Sehat. Hal tersebut dapat dicapai denga melakukan 10 PHBS di rumah tangga.


“Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI eksklusif, menimbang bayi dan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah,” jelasnya. 


Menerapkan PHBS di rumah tangga, dikatakan Adang, tentu akan menciptakan keluarga sehat dan mampu meminimalisasi masalah kesehatan. Rumah tangga sehat mampu meningkatkan produktifitas anggota rumah tangga dan manfaat PHBS di dalam rumah tangga adalah anggota keluarga terbiasa untuk menerapkan pola hidup sehat dan anak dapat tumbuh sehat dan tercukupi gizi.


“Kalau (penanganan) kasus tentu kita. Kalo yang bersifat perilaku PHBS kita memberikan sosialisasi, pelatihan juga. Untuk kegiatan yang berupa perubahan perilaku sebagaimana di sosialisasikan ke masyarakat akan kembali ke individu masing-masing,” kata Adang.


 


 

Sumber: Republika

Tags: air bersihdiarekasus diarewarga Bogor Terserang diare
ShareTweetPin
Previous Post

Arab Saudi Tunjuk Duta Besar Nonresiden untuk Wilayah Palestina

Next Post

Pagi Ini, Kualitas Udara Jakarta Paling Jelek Sedunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan

Bank Aceh Syariah Raih KEJAR Award OJK 2026 pada Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan

Jumat (28/08/2026) - 21:39 WIB
Ditugaskan Prabowo, Mendagri Tito Jenguk Wali Nanggroe Aceh di Penang

Ditugaskan Prabowo, Mendagri Tito Jenguk Wali Nanggroe Aceh di Penang

Kamis (27/08/2026) - 22:45 WIB
Kaposwil PRR Aceh Tegaskan Tak Menyerah, Lumpur di 480 Lokasi Sudah Dibersihkan

Realisasi Program Kementan di Aceh Capai 52,9 Persen, Kaposkowil Satgas PRR Minta Dikebut Lagi

Kamis (27/08/2026) - 22:21 WIB
Manuskrip Al-Quran Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

Manuskrip Al-Quran Berusia 180 Tahun dari Aceh Mulai Didigitalisasi

Kamis (27/08/2026) - 22:17 WIB
Didukung Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus Jalankan Tugas sebagai Menag

Didukung Maju Ketum PBNU, Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus Jalankan Tugas sebagai Menag

Kamis (27/08/2026) - 22:13 WIB
Semua Fraksi DPRA Setujui Pertanggungjawaban APBA 2025, Dek Fadh Janji Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Semua Fraksi DPRA Setujui Pertanggungjawaban APBA 2025, Dek Fadh Janji Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

Kamis (27/08/2026) - 22:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.