Minggu, September 13, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Upaya Melestarikan Khazanah Kuliner Tradisional Banjarmasin Terus Dilakukan

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (27/08/2023) - 20:09 WIB
in NASIONAL
0
Pelatihan pembuatan makanan pais patin untuk ibu-ibu di Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalsel.

#image_title

 BANJARMASIN — Kelompok anak muda yang tergabung dalam Ganjar Milenial Center (GMC) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali hadir dalam programnya untuk menggelar kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat setempat. Kelompok relawan beranggotakan anak-anak muda dan mahasiswa tersebut menggelar pelatihan pembuatan makanan pais patin untuk ibu-ibu di Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalsel. 


Koordinator Wilayah GMC Kalsel, Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan pais patin ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan khazanah kuliner tradisional khas Banjarmasin. 


“Tujuannya ini untuk melakukan pelatihan kepada ibu-ibu bagaimana memasak pais patin berdasarkan bumbu khas banjar. (kemudian) bagaimana kita bisa melestarikan masakan khas Banjar ini, salah satunya pais patin ini agar bisa berkembang di kancah dunia,” kata dia seperti dinukil pada Ahad (27/8/2023). 


Iqbal menjelaskan, pais patin merupakan satu dari banyak masakan khas daerah di Banjarmasin. Berbahan dasar ikan patin dengan campuran banyak rempah, kuliner ini mudah dijumpai oleh wisatawan yang berkunjung ke Banjarmasin. 


“Mengingat masyarakat Banjar ini terkenal dengan patinnya yang melimpahkan, dan patin sungai itu memang ikan khas orang banjar, itu selalu diinovasikan masakan-masakan,” ujar Iqbal. 


GMC Kalsel menggandeng pelaku usaha kuliner khas Banjarmasin untuk mengajarkan praktik pembuatan pais patin kepada para peserta. Mulai dari pemaparan bahan-bahan, hingga cara pengolahan turut diajarkan dalam pelatihan ini. 


Para peserta nampak antusias mengikuti pelatihan tersebut. Meski status mereka adalah warga Banjarmasin, namun masih banyak di antara mereka yang belum mengetahui cara pembuatan ikan pais. 


Iqbal berharap agar kegiatan ini bisa memotivasi para peserta agar bisa melihat pais patin sebagai sumber ide bisnis kuliner. Sehingga, khazanah penjualan kuliner tradisional di Banjarmasin bisa semakin meningkat. 


“Untuk mendorong ibu-ibu untuk melakukan pembuatan UMKM, ini skalanya lebih besar, mengingat pais patin ini makanan khas yang selalu dijunjung tinggi oleh masyarakat Banjarmasin,” kata dia menjelaskan. 


“Kegiatan ini terinspirasi dari sosok Ayah Ganjar. Karena beliau selalu turun ke masyarakat, bagaimana beliau berproses, dan memajukan UMKM,” kata Iqbal. 


Sebelumnya, GMC juga mendorong kegiatan pelatihan cara budi daya ikan lele bersama BEM Setia dan Organisasi Masyarakat Banten. Kegiatan tersebut dilakukan di Kampung Cicadas, Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten. 


Ketua Kordinator Wilayah Banten Cucu Komarudin mengatakan kegiatan pelatihan budi daya ikan lele itu dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar yang berkualitas, sekaligus mencipatkan lapangan pekerjaan. 


Dalam kegiatan tersebut, Cucu menjelaskan ada sejumlah yang harus dipersiapkan mulai dari kolam, lahan, air hingga penyebaran bibit ikan. Tujuannya, agar ikan lele bisa berkembang dengan baik. 


Menurut dia, kegiatan itu dilaksanakan hasil permintaan anak muda sekitar yang menginginkan desa mereka dikenal sebagai penghasil ikan lele. “Ini diusulkan oleh para pemuda dan milenial kepada GMC untuk menjadikan desa perternakan. Kegiatan ini untuk mempererat talisilaturahmi dengan masyarakat dan mahasiswa,” ungkap Cucu seperti dinukil dari Antara. 


 

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: kalselKecamatan Banjarmasin SelatanKota Banjarmasinpelatihan pembuatan makanan pais patin untuk ibu-ibu di Kelayan Selatan
ShareTweetPin
Previous Post

Jelang KTT ASEAN, Pemerintah Upayakan Langkah Cepat Kurangi Polusi Udara 

Next Post

Pakar: Sebaiknya Pilpres 2024 dengan 3 Pasangan Capres-Cawapres

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Jumat (11/09/2026) - 20:52 WIB
Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Jumat (11/09/2026) - 18:27 WIB
Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Jumat (11/09/2026) - 15:00 WIB
67 Pejabat Baru UIN Ar-Raniry Dilantik, Rektor Dorong Kerja Keras dan Kolaborasi

67 Pejabat Baru UIN Ar-Raniry Dilantik, Rektor Dorong Kerja Keras dan Kolaborasi

Jumat (11/09/2026) - 14:54 WIB
Tindak Lanjuti Kerja Sama, Lapas Blangpidie Beri Sosialisasi Bantuan Hukum

Tindak Lanjuti Kerja Sama, Lapas Blangpidie Beri Sosialisasi Bantuan Hukum

Jumat (11/09/2026) - 14:50 WIB
DAMASQUSS V Diikuti 1.012 Peserta dari 80 Sekolah, Hadirkan 25 Cabang Lomba

DAMASQUSS V Diikuti 1.012 Peserta dari 80 Sekolah, Hadirkan 25 Cabang Lomba

Jumat (11/09/2026) - 14:46 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.