Selasa, Juni 9, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

UAS Ditolak Masuk Singapura, KBRI Kirim Nota Diplomatik

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (17/05/2022) - 19:50 WIB
in NASIONAL
0
Ustaz Abdul Somad.

KBRI menunggu klarifikasi Kemenlu Singapura terkait kejadian yang dialami UAS.

JAKARTA — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura merespons penolakan yang dilakukan keimigrasian (Immigration and Checkpoints Authority/ICA) Singapura atas kedatangan Ustaz Abdul Somad. KBRI Singapura pada hari ini telah mengirimkan Nota Diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Singapura untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut perihal kejadian tersebut.


“KBRI masih menunggu keterangan lebih lanjut dari Kementerian Luar Negeri Singapura atas Nota Diplomatik tersebut,” begitu petikan siaran pers KBRI Singapura yang diterima Republika, Selasa (17/5/2022) malam, di Jakarta.


Sejauh ini, KBRI telah menerima informasi mengenai adanya penolakan ICA Singapura atas Ustaz Abdul Somad dan enam anggota rombongannya yang bertolak ke negara tersebut pada Senin (16/5/2022).


“Kedutaan Besar RI di Singapura langsung melakukan komunikasi dengan ICA, untuk menanyakan alasan penolakan,” demikian keterangan pers KBRI Singapura.


Dari komunikasi tersebut, KBRI Singapura menerima informasi dari ICA Singapura bahwa penolakan (refusal of entry) itu didasarkan pada alasan “tidak eligible untuk mendapatkan izin masuk berdasarkan kebijakan imigrasi.”


Alasan demikian masih perlu penjelasan lebih lanjut sehingga KBRI Singapura menunggu jawaban otoritas negara tersebut atas Nota Diplomatik terkirim.


Dihubungi terpisah, Dubes RI untuk Singapura Suryopratomo mengatakan, UAS tidak diberi izin masuk Singapura karena pihak ICA menganggap mubaligh tersebut “tidak memenuhi kriteria.” Apa saja kriteria yang dimaksud, masih menunggu balasan Nota Diplomatik yang sudah dikirimkan pihak KBRI.


Tomo, demikian panggilan akrabnya, juga menegaskan bahwa UAS dan rombongan bukan dideportasi, melainkan tidak diberi izin masuk (not to land).


“UAS tidak dideportasi, tetapi tidak diberikan izin masuk Singapore. Jadi (UAS) belum masuk Singapore,” ujarnya.


Kronologi


Kepada Republika, UAS menuturkan dirinya sempat dimasukkan dalam ruangan sempit oleh Otoritas keimigrasian negara tersebut setibanya di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura, Senin (16/5/2022) siang.


“Tidak ada wawancara. Tidak ada (keimigrasian Singapura) meminta penjelasan. Tidak bisa menjelaskan ke siapa,” ujar alumnus Universitas al-Azhar Mesir itu saat dihubungi Republika, Selasa (17/5/2022) pagi.


Berdasarkan keterangan yang disampaikan UAS kepada Republika, berikut urutan peristiwa tersebut. Menurut dia, diri dan rombongannya telah memenuhi semua persyaratan untuk dapat memasuki Singapura.


“ICA sudah keluarkan arrival card. Semua rute perjalanan sudah jelas,” ujarnya.


UAS kemudian membeberkan rencana perjalanan (itinerary). Akomodasi akan menggunakan minivan/hi ace sebanyak satu unit dengan kapasitas 13 tempat duduk.


Pada Senin (16/5/2022), rencananya UAS dan rombongan dijemput di Tanah Merah pada 14.50. Selanjutnya, mereka akan bergerak ke Arab Street, Masjid Sultan, hingga beristirahat ke hotel Lion Peak Bugis Eks Marrison Hotel.


Adapun jadwal pada 17 Mei 2022, UAS dan rombongan berangkat dari hotel itu pukul 09.00. Lantas, mereka beranjak ke SGST untuk mendapatkan tes antigen. Berikutnya, mereka memasuki Masjid Sultan serta beberapa spot pengambilan gambar, seperti Singapore Flyer, Merlion, Singapore River, USS, dan taman. Akhirnya, pada sore hari mereka sampai ke Pelabuhan Feru Tanah Merah untuk kembali ke Indonesia via Batam, Kepulauan Riau.


Pelaksanaan jadwal itu tidak jadi karena kendala yang dialami rombongan tersebut sejak di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura, hari Senin (16/5/2022) pukul 13.30. Mereka terdiri atas UAS sendiri, istrinya, serta putranya yang masih berusia tiga bulan. Di samping itu, ada seorang kawan UAS, istrinya, dan kedua anaknya yang berusia masing-masing 21 tahun dan empat tahun.


Begitu berlabuh di Tanah Merah, beberapa petugas menarik UAS ke pinggir tempat orang-orang berlalu lalang. Dari sini, berbagai pembatasan mulai dirasakan dai alumnus Darul Hadits Maroko itu.


“Hanya ingin memberikan tas berisi peralatan bayi ke istri saya yang berjarak 5 meter saja tidak diizinkan (petugas),” katanya.

Rombongan UAS yang hampir keluar pelabuhan tersebut lantas diminta oleh para petugas untuk kembali ke dalam, memasuki ruang keimigrasian. UAS sendiri dimasukkan ke dalam sebuah ruangan seluas kira-kira 1×2 m persegi.

“Ruang beratap jeruji. Selama 1 jam. Istri dan rombongan di ruang berbeda,” tuturnya.


Pada pukul 17.30, Senin (16/5/2022), UAS dan rombongan dipulangkan ke Batam dengan menumpangi kapal feri terakhir. Yang disayangkan adalah, tidak ada penjelasan apa pun dari pihak keimigrasian Singapura. “Apakah Singapura sudah berubah menjadi negara yang mempekerjakan robot? Atau efek pandemi Covid-19 dua tahun?” tanyanya retoris.


Ia pun tidak habis pikir, mengapa perlakuan terhadap seorang intelektual Muslimin sedemikian. “Kami bukan teroris dan lain-lain. Jika demikian perlakuan mereka terhadap orang-orang terdidik, apalagi terhadap WNI lain,” tutupnya.

Sumber: Republika

Tags: kbrisingapuraUASuas dideportasi singapuraustaz abdul somad
ShareTweetPin
Previous Post

Siswa Canberra Grammar School Tunjukkan Kemampuan Berbahasa Indonesia di Depan Dubes RI

Next Post

Rampungkan Konsolidasi Tingkat Kecamatan, PPP Jabar Optimis Hadapi Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

TVRI Gratiskan Lisensi Nobar Piala Dunia 2026, Warkop Aceh Dapat Kepastian Usaha

Selasa (09/06/2026) - 15:22 WIB
Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Dua Kloter Jemaah Haji Aceh Tiba di Madinah, Berikut Aktivitasnya

Selasa (09/06/2026) - 12:03 WIB
Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Wagub Fadhlullah Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin (08/06/2026) - 21:30 WIB
COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

COMCARE VI Disiapkan, HMP KPI Hadirkan Ruang Belajar Kepemimpinan bagi Mahasiswa

Senin (08/06/2026) - 21:26 WIB
Kemenag Aceh Besar Salurkan 150 Set Meja dan Kursi dari Infaq ASN, Siswa Bisa Belajar Nyaman

Kemenag Aceh Besar Salurkan 150 Set Meja dan Kursi dari Infaq ASN, Siswa Bisa Belajar Nyaman

Senin (08/06/2026) - 17:10 WIB
Pemerintah Aceh dan BAM DPR RI Cari Solusi Sengketa Eks Blang Lancang-Rancong

Pemerintah Aceh dan BAM DPR RI Cari Solusi Sengketa Eks Blang Lancang-Rancong

Senin (08/06/2026) - 17:07 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.