Sabtu, September 12, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Taiwan Laporkan Kematian Anak Pertama karena Covid-19

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (20/04/2022) - 14:38 WIB
in INTERNASIONAL
0
Orang-orang yang memakai masker untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona menunggu untuk menyeberang jalan di Taipei, Taiwan, Rabu, 13 April 2022. Taiwan melaporkan kematian pertama seorang anak berusia dua tahun karena Covid-19 pada Selasa (19/4/2022) waktu setempat.

Kematian anak pertama terjadi saat Taiwan capai angka tertinggi Covid.

 TAIPEI — Taiwan melaporkan kematian pertama seorang anak berusia dua tahun karena Covid-19 pada Selasa (19/4/2022) waktu setempat. Kematian anak pertama terjadi di tengah kasus yang ditularkan secara lokal mencapai angka tertinggi sepanjang masa yakni 1.626.


Mayoritas kasus dilaporkan di Taiwan Utara, khususnya di New Taipei City, Taipei, Taoyuan dan Keelung. Kondisi kesehatan anak laki-laki berusia dua tahun itu memburuk tak lama setelah dia mulai menunjukkan gejala.


“Dia tidak sadarkan diri dan mengalami demam tinggi saat tiba di rumah sakit,” kata sebuah rumah sakit Kota New Taipei dalam sebuah pernyataan seperti dilansir laman Strait Times, Rabu (20/4/2022).


Sebelumnya, tidak ada kematian terkait Covid-19 yang tercatat pada pasien berusia di bawah 30 tahun. Setelah melewati angka 1.500 kasus harian, Taiwan berencana menggelar karantina rumah untuk kasus yang dikonfirmasi dengan gejala ringan.


Menteri Kesehatan Chen Shih-chung mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya menghindari rumah sakit dan fasilitas karantina yang terlalu padat. Rumah sakit akan fokus pada mereka yang memiliki gejala parah.


“Sepuluh kota dan kabupaten memulai karantina rumah baru-baru ini, dan warga Taiwan lainnya akan mengikutinya dalam waktu seminggu,” katanya.


Ini adalah gelombang penularan domestik kedua dan yang lebih serius yang dialami Taiwan sejak pandemi dimulai pada 2020. Lonjakan dimulai pada akhir Maret, tumbuh dari 15 kasus pada 24 Maret dan melonjak menjadi lebih dari 1.000 per hari sejak 15 April.


Gelombang pertama berlangsung dari Mei hingga Agustus tahun lalu. Jumlah kasus harian tertinggi tercatat 476 pada Juni tahun lalu.


Terlepas dari lonjakan kasus saat ini, aturan karantina wajib Taiwan telah dilonggarkan untuk pelancong luar negeri dan mereka yang melakukan kontak dengan kasus yang dikonfirmasi. Masa karantina telah dipotong dari 14 hari menjadi 10 hari, dan orang-orang tidak perlu dikarantina di hotel jika mereka dapat melakukannya sendiri di rumah.


Frekuensi pengujian juga telah dikurangi. Mulai Rabu, mereka yang telah melakukan kontak dengan kasus yang dikonfirmasi hanya akan diuji satu kali pada hari karantina berakhir, bukan setidaknya empat kali dalam 17 hari. Hal yang sama berlaku untuk mereka yang telah memasuki Taiwan dari luar negeri. Kedua kelompok akan diberikan satu tes cepat antigen jika mereka mengalami gejala setelah masa karantina berakhir.


“Alat tes cepat sangat diminati sejak kasus lokal mulai melonjak pada awal April, mendorong pemerintah untuk merencanakan skema penjatahan yang akan diluncurkan pada awal Mei,” kata Chen pada pengarahan reguler di parlemen pada hari Senin.


Hingga Selasa, Taiwan memiliki 37.710 kasus Covid-19 dan 856 kematian sejak pandemi dimulai pada Januari 2020. Hampir 80 persen populasi telah menerima dua dosis vaksin, sementara sekitar 56 persen telah menerima suntikan booster.


 

Sumber: Republika

Tags: covid 19covid taiwankasus covid 19 taiwankasus kematian anak pertama taiwantaiwan
ShareTweetPin
Previous Post

Jokowi Sebut Masiih Ada Tempat untuk Mudik Pakai Kereta dan Pesawat

Next Post

Polres Metro Tangerang Siagakan 5 Pos Pengamanan, Jadi Rest Area dan Pusat Pantau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Jumat (11/09/2026) - 20:52 WIB
Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Jumat (11/09/2026) - 18:27 WIB
Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Jumat (11/09/2026) - 15:00 WIB
67 Pejabat Baru UIN Ar-Raniry Dilantik, Rektor Dorong Kerja Keras dan Kolaborasi

67 Pejabat Baru UIN Ar-Raniry Dilantik, Rektor Dorong Kerja Keras dan Kolaborasi

Jumat (11/09/2026) - 14:54 WIB
Tindak Lanjuti Kerja Sama, Lapas Blangpidie Beri Sosialisasi Bantuan Hukum

Tindak Lanjuti Kerja Sama, Lapas Blangpidie Beri Sosialisasi Bantuan Hukum

Jumat (11/09/2026) - 14:50 WIB
DAMASQUSS V Diikuti 1.012 Peserta dari 80 Sekolah, Hadirkan 25 Cabang Lomba

DAMASQUSS V Diikuti 1.012 Peserta dari 80 Sekolah, Hadirkan 25 Cabang Lomba

Jumat (11/09/2026) - 14:46 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.