BANDA ACEH | LENSA KITA – Pusat perbelanjaan di Kota Banda Aceh, Suzuya Mall terbakar pada Senin, (4/4/2022). Kebakaran Suzuya Mall tersebut diduga akibat korsleting listrik.
Kebakaran tersebut terjadi pada pukul 12.00 WIB, Senin, siang. Api membakar bagian belakang gedung tersebut. Dari informasi yang dihimpun, api sempat padam pada pukul 16.00 WIB.
Mall yang terletak di Desa Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru itu awalnya diketahui terbakar pada bagian belakang gedung, persisnya di lantai tiga. Sehingga kepulan asap hitam membumbung tinggi.
Dalam musibah itu, karyawan dan pengunjug di dalam mall itu berhasil keluar dan menyelamatkan diri. Puluhan Armada pemadam kebakaran pun dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Usai berbuka puasa atau pada jam salat tarawih, kebakaran kembali terjadi. Kali ini api merambat ke bagian depan bangunan pusat perbelanjaan terbesar di Banda Aceh itu.
Seperti dikutip dari laman resmi perusahaan, Suzuya Mall merupakan unit bisnis milik Suzuya Group yang sudah berdiri sejak tahun 1983. Saat itu, tempat jualan yang dimiliki hanya berupa kios kecil seluas 77,5 meter persegi dan bernama Suzuya Boutique.
Seiring berjalannya waktu, pengelola kemudian memperluas lokasi usahanya menjadi 180 meter persegi. Nama bisnisnya pun diubah menjadi Suzuya Fashion.
Sayangnya, pada tahun 1986 toko Suzuya Fashion terbakar habis. Pada tahun 1988, bisnis ini kembali dibuka dengan outlet yang luasnya mencapai 900 meter persegi dan diberi nama Suzuya Department Store.
Setelah bertahun-tahun, bisnis ini pun berkembang pesat dan pada tahun 2007 didirikanlah Suzuya Group dengan lahan yang lebih luas.
Suzuya Group memiliki 9 unit bisnis yang saling bersinergi, yaitu department store, supermarket, super store, fashion outlet (Romp), furniture plaza, hotel dan restoran.
Outlet Suzuya berjumlah 26 buah dan tersebar di 11 kota yaitu: Medan, Tanjung Morawa & Marelan, Binjai, Pematang Siantar, Rantau Prapat, Bagan Batu, Pekanbaru, Padang, Lhokseumawe dan Banda Aceh.
Saat ini, Suzuya Group menjadi pemimpin ritel lokal di Pulau Sumatera, dan memiliki 9 unit bisnis, 26 outlet di 11 kota, 3.000 karyawan, 20.000 meter persegi lahan ritel, serta lebih dari 500.000 pelanggan. [Kompas/Lensa]










